Surabaya (Radar96.com) –
Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdussalam Shohib mendukung instruksi Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, agar jajarannya memberantas bisnis judi online dan konvensional yang terjadi di seluruh Indonesia.
“Polda dan Polres se-Jawa Timur harus bisa memberantas segala bentuk perjudian di wilayah ini,” kata Gus Salam di Surabaya, Senin (22/8/2022).
Gus Salam juga mengungkapkan bahwa PWNU Jawa Timur mendukung penuh instruksi Kapolri tersebut. “Kami mendukung penuh instruksi Kapolri terkait pemberantasan perjudian online maupun konvensional,” ungkapnya.
Selain itu, Gus Salam juga mengapresiasi gerakan Polri dalam menindak pelanggaran hukum yang secara tegas dan tanpa ragu. Apalagi dalam mengungkap pelanggaran hukum berat seperti kasus pembunuhan Brigadir J.

“Kami mengapresiasi gerakan Polri dalam menegakkan hukum, khususnya mengungkap kasus pembunuhan Brigadir J. Kami juga meminta agar Polri dapat menuntaskan perkara ini dengan transparan,” terangnya.
Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang itu, hal ini merupakan kesempatan Polri dan jajaran di bawahnya untuk membersihkan internalnya dari oknum-oknum nakal.
“Kepolisian sebagai institusi penegak hukum harus memberi contoh kepada masyarakat. Maka ini menjadi momentum bagi institusi kepolisian untuk bersih-bersih dari oknum nakal,” pungkasnya.
Kasus Duren Tiga
Sementara itu,
Kapolri beserta jajarannya terus melakukan penyidikan atas kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Hari Senin (22/8) ini, tim kedokteran forensik gabungan telah melakukan autopsi ulang terhadap jasad Brigadir J yang kemudian hasil autopsi diserahkan kepada Bareskrim Polri.
“Keluarga besar NU dan Pesantren di Jawa Timur mendukung langkah tegas Kapolri dalam mengusut tuntas kasus Duren Tiga, ini sejalan dengan perintah Bapak Presiden dan harapan masyarakat luas,” kata Gus Salam.
Atas kerja keras Polri itu, Gus Salam mengapresiasi penindakan pelanggaran hukum yang secara tegas dan tanpa ragu dilakukan. Apalagi dalam mengungkap pelanggaran hukum berat seperti kasus pembunuhan Brigadir J.
“Kami mengapresiasi kesungguhan dan keseriusan Kapolri dalam menuntaskan kasus pembunuhan Brigadir J dengan transparan dan tanpa pandang bulu,” terangnya.
Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang itu, hal ini merupakan kesempatan Polri dan jajaran di bawahnya untuk membersihkan internalnya dari anggota-anggota nakal.
“Kepolisian sebagai institusi penegak hukum harus memberi contoh kepada masyarakat. Maka ini menjadi momentum bagi institusi kepolisian untuk bersih-bersih dari anggota nakal,” pungkasnya. (*/my)



