Batu (Radar96.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU untuk melakukan percepatan adaptasi dan inovasi menjawab tantangan global, serta mendorong kolaborasi dan pendidikan karakter.
“Jika NU secara makro ingin memajukan peradaban dunia, maka pintu masuk utamanya adalah melalui pendidikan,” katanya pada acara Inagurasi dan Penutupan Rakernas LP Ma’arif NU PBNU di Kendedes, Batu – Malang (28/9) malam.
Untuk itu, Gubernur Khofifah memaparkan terdapat empat poin penting tantangan dunia pendidikan yang perlu diperhatikan lembaga pendidikan (LP), termasuk LP Ma’arif NU.
“Untuk menjawab tantangan pendidikan dunia, maka kualitas pendidikan kita harus dijalankan dengan mengikuti standar kualitas pendidikan internasional. Dan setidaknya terdapat empat poin yang harus betul-betul diperhatikan,” terangnya.
Khofifah menjelaskan, tantangan pertama yakni adanya Era Disrupsi yang menuntut inovasi dalam penyelenggaraan tata kelola maupun proses belajar mengajar untuk percepatan adaptasi.
“Inovasi menjadi kata kunci karena perubahan yang terjadi saat ini, menuntut adanya percepatan untuk bisa beradaptasi dengan dinamika perkembangan zaman.
Jadi, berbagai inovasi harus terus kita lakukan di berbagai bidang guna menjawab tantangan yang men – disrupsi banyak sektor saat ini,” tegasnya.
Selanjutnya, tantangan kedua yaitu adanya Era Globalisasi dimana standar kualitas sekolah tidak hanya diukur dalam skala lokal atau nasional tapi dalam skala global. Sehingga, kualitas pendidikan termasuk LP Ma’arif harus dijalankan mengikuti standar internasional.
Tantangan ketiga, terang Khofifah, yaitu adanya Era Media Sosial, dimana harapan dan tuntutan masyarakat semakin tinggi dan makin mudah diketahui secara luas. Sebagai bagian dari wujud kesadaran masyarakat untuk mencerdaskan putra-putrinya.
Untuk itu, lembaga pendidikan juga harus memanfaatkan media sosial sebagai sarana perkuat komunikasi dan jejaring, termasuk promosi atas prestasi yang dicapai. Karena di era saat ini, insan pendidikan juga harus open mind dan manfaatkan media sosial sebaik mungkin untuk fungsi belajar dan syiar.
“Sangat banyak keunggulan komparatif dan kompetitif namun kurang dipublikasikan. Ini penting, karena jika tidak disyiarkan, akan kalah dengan derasnya arus informasi di media sosial dan media mainstream. Prestasi untuk dijadikan referensi bagi yang lain patut disyiarkan,” sebutnya.
“Jadi kalau sudah menemukan ‘best practice’, segeralah dikaji untuk ditumbuhkembangkan. Agar jadi contoh Lembaga Pendidikan lain dibawah LP Ma’arif NU lainnya di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Tantangan keempat yaitu adanya Era Gig Economy, dimana ada kecenderungan generasi milenial dengan profesi tertentu untuk menjadi pekerja temporer yang lebih fleksibel dan tidak terikat dengan perusahaan tertentu.
Menurutnya, tren ini harus diperkenalkan kepada SMA/SMK di lingkungan Ma’arif. “Banyak millenials dengan ketrampilan spesifik seperti fotografer, programmer dan ketrampilan spesifik lainnya yang bekerja secara profesional, namun dalam jangka waktu pendek. Jadi, misalnya kontrak 6 bulan, lalu pindah ke korporasi lainnya. Itu dianggap sudah cukup, bukan kutu loncat. Tapi 6 bulan adalah waktu yang cukup bagi mereka untuk terus mengembangkan karya kreatif dan inovatifnya,” ungkapya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Harian PBNU ini juga mengajak para PW dan PC Ma’arif yang hadir untuk mengembangkan People Center Developement dengan tidak mengesampingkan unsur IT didalamnya.
Selanjutnya, pada pengembangan teknologi pendidikan, bidang Artificial Intelegen tidak bisa dikesampingkan. Di Jatim sendiri memiliki beberapa SMK yang memiliki kerjasama dengan korporasi skala multinasional.
“Ada contoh SMK dalam naungan LP Ma’arif di Blitar dan Sidoarjo yang memiliki berbagai alat pelatihan ketrampilan yang sangat canggih untuk pendidikan SMK. SMK ini bisa dijadikan model bagi SMK dalam naungan Ma’arif di Indonesia. Tentu yang lainnya juga banyak. Saya rasa jika para peserta rakernas bisa melihat langsung kesana akan sangat menginspirasi,” kata Khofifah.
“Yang harus dilihat adalah bagaimana sekolah ini dilirik oleh korporasi multinasional dan dipercayabsrbagai mitra sehingga memiliki teaching industry,” imbuhnya.
Selain itu, Khofifah menyampaikan, keberadaan LP Ma’arif meningkatkan kontribusi NU dalam proses penataan kualitas hidup masyarakat , bangsa, negara dan dunia. Karena NU banyak memiliki cabang istimewa di dunia. Khususnya, untuk menjelaskan konsep ajaran Islam Rahmatan lil alamin, moderat dan toleran. Melalui peran dalam peningkatan kualitas SDM.
Di akhir, Khofifah berharap beragam percepatan perubahan dunia yang dinamis bisa dihadirkan dalam upaya menjawab tantangan pendidikan dunia seiring dengan proses perbaikan sosial dan karakter.
“Maka sifat ta’dib harus ada dalam plan of action dari rakornas ini, selanjutnya didetailkan” pungkasnya.
Rekomendasi Rakernas

Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU PBNU Prof Muhammad Ali Ramdhani mengatakan dalam rakernas yang mengangkat tema “Membangun Pendidikan Unggul untuk Peradaban Dunia yang Berkelanjutan” akan melakukan evaluasi program kerja tahun-tahun sebelumnya dan membahas program kerja untuk masa mendatang.
Selain itu agenda yang akan dibahas dalam rakernas adalah berkaitan dengan standar pendidikan LP Ma’arif hingga membangun Satuan Tugas (Satgas) untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan perundungan kekerasan seksual di lingkungan lembaga pendidikan.
“Satgas ini dijuluki sebagai Satgas Ma’arif Bermartabat. Ini merupakan langkah preventif kami untuk mencegah perilaku diskriminatif dan menghormati perbedaan yang ada,” ungkapnya
Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa Rakernas ini juga disebutnya sebagai forum untuk merekonstruksi pemikiran dan mensinergikannya guna membentuk peradaban bangsa.
“Sehingga akan ada keberlanjutan yang sangat panjang. Karena harta terindah adalah anak kita dan wisata terindah adalah pembelajaran. Harapannya LP Ma’arif bisa jadi lembaga pendidikan terbaik,” harapnya.
Prof Ali Ramdhani menyampaikan bahwa Rakernas ini menghasilkan sejumlah rekomendasi. “Setelah dinamika musyawarah kita melakukan berbagai dialektika untuk merumuskan hal strategis berkaitan eksistensi LP Ma’arif, Rakernas merumuskan berbagai rekomendasi,” katanya.
Saat Konferensi Pers di Gedung Pascasarjana Unisma, ia menyampaikan rekomendasi yang dihasilkan untuk internal LP Ma’arif NU PBNU adalah membuat standar kurikulum Aswaja dan membangun sekolah atau madrasah model di setiap provinsi.
Selengkapnya, rekomendasi hasil Rakernas LP Ma’arif NU tahun 2022 adalah sebagai berikut dengan rincian 7 poin untuk internal:
- Memberikan mandat kepada LP Ma’arif NU PBNU untuk membentuk platform sistem pendidikan NU.
- Memberikan mandat kepada LP M’aarif NU PBNU untuk membuat standar kurikulum Aswaja al-Nahdliyyah.
- Memberikan mandat kepada LP Ma’arif NU PBNU untuk membuat sekolah/madrasah model di setiap provinsi.
- Melakukan pendataan aset kelembagaan dan digitalisasi sistem informasi satuan pendidikan LP Ma’arif NU.
- Melakukan penataan dan penertiban badan hukum satuan pendidikan Ma’arif NU.
- Memberikan mandat kepada LP Ma’arif NU untuk membentuk Asosiasi Guru Ma’arif NU.
- Pelajar NU wajib menjadi anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)/Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).
Sementara lima poin untuk eksternal yaitu:
- Mendorong Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dan Kementerian Agama untuk memfasilitasi dan memperluas akses sertifikasi guru Ma’arif NU.
- Mendorong pemerintah untuk mengalokasikan kuota beasiswa LPDP secara adil dan merata kepada pendidik dan tenaga kependidikan maupun kepada siswa/i satuan pendidikan Ma’arif NU.
- Mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk merumuskan kebijakan anggaran pendidikan yang setara, adil dan tidak diskriminatif terhadap lembaga pendidikan yang ada di Indonesia tanpa terkecuali, termasuk kepada satuan pendidikan Ma’arif NU.
- Mendorong pemerintah untuk memperbanyak kuota PPPK dan PPG bagi guru di satuan pendidikan Ma’arif NU.
- Mendorong pemerintah untuk memberikan kesempatan yang sama kepada satuan pendidikan Ma’arif NU untuk memperoleh akreditasi lembaga pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku. (*/hmn/NUO)
Sumber:
*) Kepala Biro Adm. Pimpinan Moh Ali Kuncoro
*) https://www.nu.or.id/nasional/mandat-rakernas-buat-kurikulum-aswaja-hingga-madrasah-model-di-tiap-provinsi-3xV9b

