Gus Tamim ingatkan Banser Blitar untuk terus jaga NKRI

Gus Tamim dalam kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan bertema ”Memperkokoh wawasan kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara” di Gedung PP Darun Naja, Blitar, Minggu (18/9/2022), mengingatkan Banser Blitar untuk terus jaga NKRI. (*/din)
Bagikan yuk..!

Blitar (Radar96.com) – Dalam rangka memelihara semangat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Banser Blitar menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dengan tema ”Memperkokoh wawasan kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara” di Gedung PP Darun Naja, Blitar, Minggu (18/9/2022).

Kegiatan yang bernuansa nasionalis itu, dikemas dengan epic. Dalam sambutannya, Komandan Banser Makinuddin menjelaskan ada dua agenda penting dalam acara ini yakni wawasan kebangsaan dan upgrading skill banser se kabupaten Blitar.

“upgrading skill bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam berorganisasi terutama dalam hal administrasi yang semuanya berbasis digital,” imbuhnya.

Sementara itu, mantan Ketua GP Ansor Blitar H. Ahmad Tamim, M.Si sekaligus anggota DPRD Jatim menjelaskan program Sosialisasi Wawasan Kebangsaan ini merupakan program dari DPRD Provinsi Jawa Timur yang tujuannya untuk menjaga NKRI dan menumbuhkan sikap nasionalisme.

Gus Tamim dalam kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan bertema ”Memperkokoh wawasan kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara” di Gedung PP Darun Naja, Blitar, Minggu (18/9/2022), mengingatkan Banser Blitar untuk terus jaga NKRI. (*/din)

“Banyaknya suku ras dan budaya perlu di jaga dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika agar tidak terpecah belah, karenanya Banser harus selalu ada di negeri ini dan mengawal eksistensi bangsa Indonesia. Saya hormat dan bangga atas kehadiran kader-kader Ansor dan Banser Blitar, saya yakin kalian hadir disini untuk belajar dan demi kebesaran Nahdlatul Ulama” ujar Sekretaris Fraksi PKB ini.

Gus Tamim berpesan kepada seluruh peserta Wawasan Kebangsaan harus punya komitmen kuat, bagaimana Ansor Banser lebih besar dan jangan pernah lupakan sejarah (jas merah). Karena itu, sebagai pengurus harus terus melakukan kaderisasi serta menumbuhkan rasa cinta terhadap Nahdlatul Ulama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (*/din)

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.