By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: NU integrasikan Agama dan Sains atasi Kejumudan Pendidikan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > NU integrasikan Agama dan Sains atasi Kejumudan Pendidikan
Nahdliyyin

NU integrasikan Agama dan Sains atasi Kejumudan Pendidikan

21/03/2024 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Sekretaris LPTNU Jawa Timur Dr. Yusuf Amrozi, M.MT., menegaskan bahwa agama dan sains harus diintegrasikan agar tidak terjadi kejumudan dalam pendidikan.

Hal itu disampaikan kegiatan bertajuk Tabuh Maghrib menjelang berbuka puasa di kantor PWNU Jawa Timur, Rabu (20/3), dengan narasumber lain yaitu KH. Noor Shodiq Askandar, SE, MM (Ketua PW LP Maarif NU Jawa Timur).

Dalam acara bertopik “Pendidikan Islam di Era Kompetisi Global” itu Yusuf memaparkan dikotomi antara pendidikan agama dan sains yang ada dalam sejarah.

“Tradisi rasionalitas yang menjadi episentrum di barat diakui telah menjadi mainstream. Sementara peninggalan abad pertengahan yang diawali oleh tradisi gereja mengokohkan doktrin agama adalah penciri utama,” paparnya.

Dosen Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Ampel ini menambahkan ketika Islam hadir, maka semangat untuk mensyiarkan kebenaran yang berorientasi pada keimanan kepada Tuhan dan segala ajarannya inilah yang membedakan dengan paradigma pendidikan ala barat.

Dengan demikian jika tidak diintegrasikan, maka akan ada benturan antara rasionalitas disatu sisi dengan doktrin agama ansich pada sisi yang lain.

Oleh sebab itu integrasi pendidikan Islam dan Sains atau ilmu pengetahuan umum adalah dalam kerangka untuk saling melengkapkan bahwa transformasi pengetahuan melalui jalan pendidikan tersebut, maupun untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang rasional empiris harus dibingkai dengan semangat moralitas yang berbasis nilai nilai luhur agama.

“Dengan begitu praktik eskplorasi pengetahuan dijalankan tidak ngawur, tetapi berdasar pada etika dan semangat relijiusitas,” papar alumni S1 Teknik Elektro Universitas Islam Malang itu dalam diskusi yang dihadiri oleh para dosen, guru maupun aktivis di LP Maarif dan LPTNU serta mahasiswa tersebut.

Banyak hal yang dipertanyakan oleh para audiens, baik tentang membendung pengaruh gadget bagi siswa dan santri, hingga bagaimana menuju pendidikan Islam yang mampu bersaing secara global.

KH. Noor Shodiq Askandar mengatakan bahwa konsep pendidikan pesantren adalah bagaimana mendidik santri atau peserta didik untuk menjadi pinter dan benar.

“Pinter maksudnya, transformasi pengetahuan dapat efektif, tetapi juga mampu menjadikan para peserta didik tersebut memegang teguh moralitas yang kelak diamalkan selama hidupnya,” katanya.

Kegiatan kajian ramadhan pada sesi ini juga diselingi dengan launching aplikasi E-GSM LP Maarif NU Jawa Timur.

Dalam konteks bagaimana menuju pendidikan Islam yang mampu bersaing secara global, Yusuf menambahkan bahwa sejauh ini ada problem serius yang harus ditangani.

Dalam konteks perguruan tinggi misalnya, paling tidak ada 4 hal; pertama, tuntutan mutu dan rekognisi. Kedua, problem tatakelola kelembagaan.

“Seringkali sejumlah lembaga pendidikan tidak tertib dalam hal administrasi data. Oleh sebab itu kami di LPTNU Jatim mendorong agar PTNU memiliki sistem manajemen data yang baik. Kami juga telah menyiapkan website di alamat lptnu-jatim.or.id yang didalamnya menginformasikan data-data PTNU se-Jawa Timur,” papar Yusuf.

Problem yang ketiga adalah perlunya penciri atau pembeda dengan satuan pendidikan yang lain. Keempat, adalah peningkatan biaya operasional pendidikan. Intinya ada 2 kata kunci, yaitu; tata nilai yang ditanamkan, serta kedua tatakelola lembaga pendidikan yang baik.

Untuk menjadi perguruan tinggi atau pendidikan yang bereputasi global, mau tidak mau pimpinan satuan pendidikan harus memperhatikan sejumlah baseline atau standart pemeringkatan yang ada. Dengan demikian diperlukan langkah persiapan jangka panjang yang terukur. (*/pna)

Iklan.

You Might Also Like

Santri Nurul Qarnain Asal Bondowoso Raih Juara 1 MQK Hari Santri Nasional 2026 Pemkab Jember

PCNU Surabaya Bantah Isu Suap dan Penyekapan pada Muktamar NU di Tambakberas

Usai Resepsi Hari Santri 2026, Gus Ipul Buka Suara Soal Laporan Riswah Cabang ke KPK

Kado Istimewa Hari Santri, S2 Pendidikan Dasar Unusa Raih Akreditasi Unggul

PWNU Jatim Sambut Pataka Resolusi Jihad dan Pasukan Napak Tilas Jombang-Surabaya

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Ramadhan, NU Gaungkan Pesan Perdamaian dan Persatuan di Mekkah
Next Article 416 siswa ikuti Pesantren Ramadhan LP Ma’arif NU Surabaya

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Yabika Peringati Hari Santri dengan Bershalawat Penuh Semangat Cinta Nabi
Sospol
Hari Santri, SMP Khadijah Surabaya Adakan “Gema Santri Khadijah 2026” Ingatkan Tradisi Pesantren
Milenial
Hari Santri, Lapas Bondowoso dan Ponpes Walisongo Situbondo Teken PKS Pembinaan Tahfidz Al-Qur’an
Sospol
Santri Nurul Qarnain Asal Bondowoso Raih Juara 1 MQK Hari Santri Nasional 2026 Pemkab Jember
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

MWCNU Sukodono Bersama Pemerintah Kecamatan Gelar Munajat Raya Sambut Hari Santri

22/10/2026
Nahdliyyin

Berkah Peringatan HSN 2026 NU Ranting Banjarwati, Omzet Pedagang UMKM Meningkat

22/10/2026
Nahdliyyin

Hari Santri 2026, PWNU Jatim dan PCNU Surabaya Ziarah ke Makam Pencipta Lambang NU

20/10/2026
Nahdliyyin

PWNU Jatim Meriahkan Hari Santri dengan “Liga HSN 2026” pada 27-31 Oktober

19/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?