By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Khofifah: Perencanaan Program Kesra Harus Berdampak Lebih Signifikan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Khofifah: Perencanaan Program Kesra Harus Berdampak Lebih Signifikan
Sospol

Khofifah: Perencanaan Program Kesra Harus Berdampak Lebih Signifikan

06/05/2024 Sospol
SHARE

Batu, radar96.com – Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh pemerintah daerah dan sektor terkait untuk mulai bersiap menyusun rencana program strategis jelang berlakunya perubahan indikator kinerja di Indonesia di tahun 2025.

Perubahan tolok ukur pembangunan akan diubah dari yang semula diukur dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi Indeks Sumber Daya Manusia atau Human Capital Index .

Hal itu disampaikan Khofifah saat hadir sebagai keynote speaker dalam Rakor Koordinasi Teknik Program Kesejahteraan Sosial Jatim Tahun 2024, di Kota Batu, Senin (6/5/2024).

“Rakor ini sangat strategis karena akan membahas teknis persiapan ketika indikator Human Development Index atau IPM yang biasa menjadi pengukur kinerja utama di semua level di pemerintahan Indonesia akan diubah menjadi Human Capital Index atau Indeks Sumber Daya Manusia,” tegas Khofifah.

“PBB sudah mulai menerapkan hal ini sejak tahun lalu dan Indonesia akan mulai menerapkannya di tahun 2025,” kata Khofifah.

Khofifah menjelaskan bahwa berdasarkan Metodologi Indeks Sumber Daya Manusia Bank Dunia ada tiga pilar yang harus diseriusi dalam pencapaian pengembangan Human Capital Index.

Pertama adalah kemampuan bertahan hidup, kedua pendidikan, dan ketiga adalah kesehatan.

Dengan mengacu pada tiga pilar tersebut di atas, maka perencanaan program pengentasan kemiskinan dan program kesejahteraan sosial, program-program peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, peningkatan keterampilan, dan produktivitas harus menjadi fokus utama untuk dicapai. Yang mana program di sektor tersebut harus disusun lebih matang agar bisa lebih berdampak signifikan.

“Di sini hadir Bappeda se Jatim, juga dari Dinas Sosial dan penyusun program se Jatim, juga pilar sosial, tagana dan juga jatim social care. Penting bahwa program-program disusun dengan rigid agar memberikan signifikansi dampak dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, dan juga peningkatan layanan dan kualitas kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Terkait pengentasan kemiskinan, Khofifah menjelaskan bahwa sesuai UU Nomor 13 Tahun 2011, penanganan fakir miskin harus terarah, terpadu dan berkelanjutan.

Untuk itu, di forum ini, ia memberikan penekanan tentang graduation system yang diterapkan pada para penerima manfaat PKH.

“Terarah, terpadu dan berkelanjutan, maka PR kita graduation system pada PKH harus kita revitalisasi dimana penerima PKH tidak lebih dari lima tahun. Di tahun ke enam harus sudah diberlakukan kemandirian. Maka di tahun ke lima penerima harus dilatih kemandirian kecuali yang rentan dan beresiko jika diakhiri ,” tegasnya.

Ia pun kemudian menceritakan pengalamannya saat diamanahi Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid untuk mempelajari sistem penguatan pendidikan dan kesejahteraan di Tiongkok. Disana, ada sekolah taskin yang pesertanya semuanya adalah perempuan yang ada di setiap kecamatan.

Selayaknya kampus besar dan keren, para perempuan di sana diberi pendidikan selama enam bulan. Dimana pada bulan keempat mereka diminta memilih bidang yang akan mereka dalami, apakah itu perikanan pertanian perkebunan ataukah peternakan.

“Di setiap bidang yang dipilih mereka diajak untuk melihat langsung dan praktek. Dan yang keren di sana adalah ada transfer of teknologi. Teknologi terkini diajarkan pada ibu-ibu, seperti teknik pertanian , peternakan dan perikanan dan seterusnya. Ini penting sekali untuk memberikan bekal mereka keterampilan,” tandasnya.

Untuk itu, ke depan, Khofifah juga mendorong agar Jawa Timur bisa meningkatkan jumlah desa mandiri. Saat ini diketahui ada 2.800 desa mandiri di Jatim. Yang merupakan tertinggi secara kuantitatif di Indonesia. Semakin banyak desa mandiri maka kesejahteraan masyarakatnya juga bisa diungkit.

Selain itu, Khofifah juga berpesan untuk peningkatan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dimana di Jatim dalam tiga tahun terakhir (2020-2023) angka kemiskinan ekstrem di Jawa Timur turun secara signifikan sebesar 3,58 persen atau 1.480.140 jiwa keluar dari kemiskinan ekstrim.

Kemiskinan ekstrem di Jatim turun drastis dari 4,4 persen atau setara 1.812.210 jiwa pada 2020 menjadi 0,82 persen atau 331.980 jiwa pada Maret 2023.

Di akhir, Khofifah juga berpesan tentang pentingnya jaminan kesehatan bagi masyarakat. Program di tahun 2025 harus terus menyisir dan memastikan bahwa seluruh warga masyarakat telah masuk dalam jaminan kesehatan nasional.

“Universal health coverage ini sangat penting bagaimana seluruh masyarakat bisa tercover dalam jaminan kesehatan, saya rasa di Jatim universal health coverage juga terus meningkat,” tegasnya

Dalam kegiatan ini hadir 200 orang yang terdiri dari 76 unsur kadinsos dan sungram se Jatim, Kepala Bappeda se jatim, Kepala UPT dan peksos, Pejabat administrator dan subkor dinsos dan juga forum tagana.
(*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

IPNU-IPPNU dan LBH Ansor Perkuat Advokasi dan Kesadaran Hukum Pelajar

100-an Santri Ikuti “Ngaji Soccer II” di Masjid Al-Akbar

Pemuda Asal Hongkong Resmi Memeluk Islam di Kota Probolinggo

Masjid Al-Akbar Surabaya Sembelih Sapi Presiden, Gubernur, dan Puluhan Sapi-Kambing

Prof.Dr.KH. Nazaruddin Umar, Menteri Agama RI Menyerahkan Sapi Qurban kepada PWNU Jawa TImur

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article ISNU Sidoarjo Giat Dakwahkan Moderasi Beragama
Next Article Pemprov Jatim Tunjuk HM Sudjak jadi Ketua BPP MAS 2024-2029, HM Arum Sabil jadi Pembina MAS

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

OPOP Jatim Hadiri Silaturahmi dan Temu NU Sedunia, Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin
Nahdliyyin
PBNU “Roadshow” 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional “Pesantren Ramah Anak”
Nahdliyyin
Luncurkan GISNU, LAZISNU PCNU Sidoarjo Targetkan Manfaat Lebih Luas dan Merata
Nahdliyyin
603 Siswa Ikuti Seleksi Beasiswa PWNU Jatim bersama 17 PTN/PTS/PTNU
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Di hadapan 40.000 Jamaah Masjid Al-Akbar, Prof Halim Soebahar: Idul Adha Ajarkan Kesabaran Paling Tinggi

27/05/2026
Sospol

PWNU Jatim Terima Sapi Kurban 1,1 ton dari Gubernur Jatim

26/05/2026
Sospol

Pertajam Fokus Kerja, Departemen Media PDUF MUI Jatim Bentuk 4 Divisi

26/05/2026
Sospol

DMI Jatim Siagakan 1.000 Jagal Hewan Kurban Masjid se-Jatim

25/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?