By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Khofifah Ajak Berantas Bullying dan Persekusi di Kalangan Pelajar
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Khofifah Ajak Berantas Bullying dan Persekusi di Kalangan Pelajar
Sospol

Khofifah Ajak Berantas Bullying dan Persekusi di Kalangan Pelajar

10/05/2024 Sospol
SHARE

Probolinggo, radar96.com – Ketua Umum PP Muslimat NU yang juga Gubernur Jatim periode 2019-2024 Hj Khofifah Indar Parawansa memberikan pesan strategis saat hadir dalam Halal Bi Halal bersama 1.300 Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Kependidikan Cabang Dinas Pendidikan Se Bakowil 5 Jember di SMKN 2 Kota Probolinggo, Kamis (9/5/2024).

Secara khusus, Khofifah meminta guru untuk aktif menyampaikan pesan damai dan menjaga kerukunan pada murid-murid di sekolah masing-masing.

Menurutnya, menanamkan sifat dan karakter lembut hati menjadi penting untuk menciptakan generasi bangsa yang cinta damai dan anti permusuhan maupun perpecahan.

“Tolong terus sampaikan pesan kedamaian pada murid. Selalu sampaikan pesan jangan suka berkelahi dan jangan suka bertengkar. Tolong pesan ini disampaikan dari kelas ke kelas, agar mereka siswa siswi Jatim menjadi anak yang cinta damai dan anti permusuhan,” kata Khofifah.

Saat ini, anak-anak tidak mudah serta merta patuh pada nasehat guru, kecuali setiap harinya diberikan referensi dan teladan dari guru, wali kelas maupun kepala sekolahnya.

Oleh sebab itu, Khofifah meminta agar kalangan guru di sekolah harus terus menciptakan dan menjaga suasana yang harmoni. Kalau suasana sekolah terbangun harmoni maka para murid juga akan lebih mudah melakukan hal yang sama.

“Karena yang coba ingin kita bangun adalah pertemuan pikiran membangun suasana hidup yang aman dan damai. Bagaimana di sekolah damai, Probolinggo damai, Jember damai, Banyuwangi damai Jawa Timur damai, Indonesia damai dan dunia damai,” tegas Khofifah.

Ia pun kemudian menukil Al Qur’an surat At-Tin dan juga Quraisy. Dimana dua surat itu sama-sama menjadi referensi pentingnya suasana aman, menjauhkan suasana yang menimbulkan rasa takut.

Menurut Khofifah, suasana sekolah yang aman, yang siswanya merasa tentram dan tidak dalam suasana ketakutan sangat penting dalam menjaga kondusivitas suasana belajar. Maka tidak boleh ada ketakutan dan rasa terancam pada setiap siswa saat berada di sekolah.

“Apalagi yang dihadapi ibu bapak guru adalah siswa yang harus belajar di sekolah. Yang saat ini menerapkan kurikulum merdeka belajar. Maka kemerdekaan siswa dalam mengekspresikan energi positif, kemerdekaan menyampaikan pikiran extraordinary pada guru harus tercpta tanpa ada rasa takut yang membatasi,” tegas Khofifah.

Tidak hanya itu, dengan menciptakan suasana aman dan jauh dari rasa takut juga seiring dalam upaya memberantas bullying dan persekusi di kalangan siswa.

Ditegaskan Khofifah, potensi adanya bullying dan persekusi harus dilakukan mitigasi. Ketika ada siswa yang mengalami persekusi maka ia bisa merasakan rasa takut dan trauma yang menyebabkan ia tidak nyaman dalam belajar.

“Bullying dan persekusi siswa tidak boleh dianggap engteng. Persekusi akan mempengaruhi pola pikir anak dan menyebabkan trauma yang akan dibawa anak sampak dewasa,” tandasnya.

Untuk itu, Khofifah menegaskan bahwa setiap sekolah harus mengaktifkan satgasnya masing-masing untuk memitigasi adanya tindakan yang berpotensi bullying dan persekusi. Untuk kemudian dicegah dilakukan guna menghindari dampak negatif yang pasti akan datang akibat bullying maupun persekusi.

“Mari ciptakan suasana sekolah yang aman, damai dan nyaman untuk kegiatan belajar dan mengajak di semua jenjang pendidikan di Jawa Timur,” pungkas Khofifah.

Hadir dalam forum ini 500 guru dan tenaga kependidikan dari Cabdin Probolinggo, 250 orang guru dan tenaga kependidikan dari Cabdin Jember-Lumajang, 250 orang guru dan tenaga kependidikan dari Cabdin Situbondo-Bondowoso, serta 200 orang guru dan tenaga kependidikan dari Cabdin Banyuwangi.
(*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

IPNU-IPPNU dan LBH Ansor Perkuat Advokasi dan Kesadaran Hukum Pelajar

100-an Santri Ikuti “Ngaji Soccer II” di Masjid Al-Akbar

Pemuda Asal Hongkong Resmi Memeluk Islam di Kota Probolinggo

Masjid Al-Akbar Surabaya Sembelih Sapi Presiden, Gubernur, dan Puluhan Sapi-Kambing

Prof.Dr.KH. Nazaruddin Umar, Menteri Agama RI Menyerahkan Sapi Qurban kepada PWNU Jawa TImur

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article PW LP Ma’arif NU Jawa Timur Kembangkan Sekolah/Madrasah Unggulan
Next Article LPPD Jatim Seleksi Santri Pendaftar Beasiswa Pendidikan di Mesir 2024, dengan Uji Baca Fathul Qorib dan Wawasan Kebangsaan

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

OPOP Jatim Hadiri Silaturahmi dan Temu NU Sedunia, Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin
Nahdliyyin
PBNU “Roadshow” 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional “Pesantren Ramah Anak”
Nahdliyyin
Luncurkan GISNU, LAZISNU PCNU Sidoarjo Targetkan Manfaat Lebih Luas dan Merata
Nahdliyyin
603 Siswa Ikuti Seleksi Beasiswa PWNU Jatim bersama 17 PTN/PTS/PTNU
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Di hadapan 40.000 Jamaah Masjid Al-Akbar, Prof Halim Soebahar: Idul Adha Ajarkan Kesabaran Paling Tinggi

27/05/2026
Sospol

PWNU Jatim Terima Sapi Kurban 1,1 ton dari Gubernur Jatim

26/05/2026
Sospol

Pertajam Fokus Kerja, Departemen Media PDUF MUI Jatim Bentuk 4 Divisi

26/05/2026
Sospol

DMI Jatim Siagakan 1.000 Jagal Hewan Kurban Masjid se-Jatim

25/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?