By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Yahya: NU telah menjelma jadi Peradaban Dunia
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Gus Yahya: NU telah menjelma jadi Peradaban Dunia
Nahdliyyin

Gus Yahya: NU telah menjelma jadi Peradaban Dunia

03/08/2024 Nahdliyyin
SHARE

Jombang, radar96.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menilai Nahdlatul Ulama (NU) saat ini telah menjelma menjadi peradaban dunia.

“Saya yakin bahwa NU telah menjelma menjadi peradaban, bukan sebatas organisasi, karena dimana pun di dunia ini, ada orang NU-nya, bahkan orang NU yang sudah masuk organisasi lain pun , saat mati pun masih ingin ditahlili,” katanya dalam acara di Jombang, Jumat (2/8) malam.

Dalam sambutan pembukaan Konferwil XVIII PWNU Jatim di Ponpes Tebuireng Jombang, Gus Yahya mengaku di ujung dunia mana pun saat ini ada saja orang NU-nya, bahkan di Lisabon, Portugal pun ada orang NU yang 20 tahun tinggal di sana tanpa ada satu pun jamaah NU tetap saja komitmen pada NU-nya.

“Tidak hanya itu, sekeras apapun orang NU itu bertengkar tetap tidak akan melepaskan NU-nya. Bahkan, saya mulai beberapa kali menyadari NU itu milik Allah. Kita pernah mengadakan acara Satu Abad NU yang suksesnya melebihi perencanaan. Kalau hajatnya Allah, maka malaikat akan membantu, mirip malaikat yang menjadi panitia,” katanya.

Namun, kata Gus Yahya, Dunia saat ini menghadapi tantangan relevansi, apakah negara atau perorangan, sehingga NU saat ini pun menghadapi tantangan yang sama, sejauh mana mampu mempertahankan relevansinya, sampai kapan orang membutuhkan.

“Karena itu, PBNU berkesimpulan bahwa NU harus bertransformasi, bukan hanya menjadi terbaik atau juara, tapi ini soal survival di tengah gelombang relevansi yang cepat,” katanya.

Untuk itu, PBNU menerapkan tiga strategi yakni
konsolidasi tata kelola organisasi, konsolidasi agenda organisasi, dan konsolidasi sumber daya.

“Untuk konsolidasi tata kelola, PBNU sudah menggunakan platform digital untuk administrasi, lalu konsolidasi organisasi dengan menjadikan Lakpesdam merancang program melalui perencanaan dan data,” katanya.

Untuk konsolidasi sumber daya organisasi, PBNU mencetak SDM dengan Akademi Kepemimpinan NU atau AKNU dengan narasumber asing, kemudian sumberdaya anggaran melalui konsensi tambang yang diputuskan melalui rapat pleno, dan inisiatif lain.

Di hadapan sekitar 1.470 kyai/nyai, pimpinan Ponpes besar, pimpinan Badam Otonom dan perwakilan negara sahabat, pimpinan universitas NU dan bahkan pimpinan perbankan dan rumah sakit NU, Ketua PW NU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudhz mengatakan bahwa PW NU Jawa Timur akan dan harus tegak lurus kepada PB NU.

“Laksana kereta api, dalam tubuh NU hanya ada empat orang masinis yang mengendalikan jamiyah yaitu Rois Aam, Khatib Rais Aam, Ketua Umum PB NU dan Sekretaris Jendral. Yang lainnya harus taat dan ikut tak boleh belok, karena mana ada gerbong belok sendiri,” katanya. (*/my)

Iklan.

You Might Also Like

Semarakkan Munas-Konbes NU, ISNU Jawa Timur Gelar Halaqoh Nasional di UIT

NBI Usulkan Duet Kiai Alim dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026-2031 

PWNU Jatim Siap Sukseskan Munas-Konbes NU di Ploso, Kediri

Menjelang Muktamar, Forum Aktivis NU Jatim Serukan Ulama Kembali Menjadi Penunjuk Arah Organisasi

Relawan 33 LPBI PCNU se-Jatim dilatih SIG Pemetaan Bencana

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Khofifah Hadiri Santunan 1.446 Anak Yatim Dalam Rangkaian Konperwil NU Ke XVIII di Jombang
Next Article Khofifah Terima Cinderamata pada Konperwil XVIII PWNU Jatim

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

Masjid Al-Akbar Bagikan Ratusan Irisan/Kupasan Melon Hasil Panen kepada Jamaah
Sospol
HUT ke-19, Jam’iyatus Sholawat Baitul Jannah – Bondowoso Teguhkan Komitmen Berbagi untuk Anak Yatim
Sospol
BariKade Gus Dur : Aspirasi Mahasiswa Harus Didengar, Persatuan Bangsa Harus Tetap Dijaga
Sospol
Semarakkan Munas-Konbes NU, ISNU Jawa Timur Gelar Halaqoh Nasional di UIT
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

Lesbumi PBNU Adakan Muktamar Kebudayaan Indonesia di UNWAHA Jombang, 12-14 Juni 2026

12/06/2026
Nahdliyyin

Mendesak, Literasi Digital Warga NU

11/06/2026
Nahdliyyin

Ratusan Mahasiswa-Santri PWNU-PTN-PTNU dari Surabaya Ikuti “Daurah Aswaja 2026”

07/06/2026
Nahdliyyin

MDS Rijalul Ansor dan Pesantren Al Yasmin Lestarikan Ngaji Kitab Kuning ala Anak Muda

07/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?