Surabaya, radar96.com/SM – Prof Dr Haedar Nashir selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan kunjungan ke Surabaya dan Gresik. Di Surabaya, Haedar Nashir mengunjungi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya, dan Masjid Gunungsari Indah Surabaya.
“Kunjungan beliau ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya merupakan momen yang tepat karena selama bulan September 2024 ini menggelar agenda Milad Seabad Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya yang berdiri pada 14 September 1924,” ujar Hamri Al Jauhari selaku Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Surabaya, Sabtu (7/9/2024).
Hamri menjemput kedatangan Prof Dr Haedar Nashir ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya didampingi Dr dr Sukadiono MM dan Prof Dr Biyanto selaku Ketua dan Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Kunjungan itu menjadi rangkaian dalam agenda milad Seabad Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya.
“Walaupun singkat, kunjungannya tetapi pesan yang diberikan kepada kami begitu mendalam untuk terus berkembang dan berkemajuan dalam dakwah kesehatan,” kata Drg Devita Eryani selaku direktur Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya, dissela khitanan massal bagi 113 anak.
Selanjutnya Dr dr. Sukadiono menginformasikan ke Prof Haedar bahwa di belakang gedung ini ada makam KH Mas Mansur di komplek makam dan Madjid Sunan Ampel Surabaya, mendengar informasi tersebut beliau bersama rombongan menuju lokasi.
Andi Hariyadi selaku Ketua Majelis Pustaka Informatika dan Digitalisasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya menjelaskan, peran KH Mas Mansur dan dr Sutomo dalam menginisiasi berdirinya layanan kesehatan masyarakat begitu tinggi sehingga berdirilah Balai Kesehatan Muhammadiyah ini.
“Makam KH Mas Mansur berada satu komplek dengan makam KH Hasan Gipo, yang keduanya begitu berjasa dalam dakwah dimana KH Mas Mansur saat itu sebagai Ketua Muhammadiyah Cabang Surabaya kemudian menjadi ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan KH Hasan Gipo saat itu selaku ketua Tanfidziah PBNU,” kata Andi.
KH Hasan Gipo merupakan sepupu dari KH Mas Mansur, dan di komplek makam ini juga terdapat makam KH. Mas Ahmad Mardjuki ayah dari KH Mas Mas Mansur yang bersahabat dengan KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah yang sering bersilaturahmi untuk saling berkunjung.
Mendengar uraian tersebut Prof Haedar menambahkan, kita harus banyak belajar terhadap perjuangan KH Mas Mansur dan KH Hasan Gipo yang begitu tinggi perjuangan dakwahnya dan tetap menjaga ukhuwah.
“Kunjungan ke makam KH. Mas Mansur dan KH Hasan Gipo ini bisa menambah wawasan kita dalam berdakwah khususnya generasi muda karena dapat menginspirasi dakwah yang mencerahkan dan penuh persaudaraan,” kata Dr dr. Sukadiono, yang juga didampingi sejumlah dzurriyah Hasan Gipo. (*/sm)
Sumber:
https://www.suaramuhammadiyah.id/read/haedar-nashir-napak-tilas-seabad-pku-muhammadiyah-surabaya

