By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: KH Sholeh Hayat Tokoh NU Jatim di Mata Kader: Sosok Kritis Namun Tetap Fleksibel dan Hormat Pimpinan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > KH Sholeh Hayat Tokoh NU Jatim di Mata Kader: Sosok Kritis Namun Tetap Fleksibel dan Hormat Pimpinan
Nahdliyyin

KH Sholeh Hayat Tokoh NU Jatim di Mata Kader: Sosok Kritis Namun Tetap Fleksibel dan Hormat Pimpinan

21/12/2024 Nahdliyyin
KH Sholeh Hayat (ki-ka: tiga dari kiri, batik kotak-kotak) semasa muda dan berkirpah sebagai pengurus Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur tahun 1972. (Foto: Arsip H Achmad Makhrus/NUGres)
SHARE

GRESIK | NUGres – Memori baik yang sedianya dapat diteladani dari almarhum KH Sholeh Hayat diantaranya yakni dapat secara terus-menerus tanpa putus berkhidmat di kepungurusan Nahdlatul Ulama di Jawa Timur.

Kenangan penuh hikmah, disampaikan dua orang kader KH Sholeh Hayat, yaitu; H Edy M. Ya’qub (Surabaya) dan H. Achmad Makhrus (Gresik). Kedua bersahabat ini memang turut melayat hingga mengantar sang senior ke makbarah, bada salat Jumat (20/12/2024), di Makam Islam Bangil, Pasuruan.

“Saya dulu kader IPNU Mojokerto, lalu aktif di IPNU Jatim saat kuliah di Surabaya. Setelah itu di ISNU Jatim, baru sekarang di PWNU Jatim, ingin meniru beliau, Kiai Sholeh Hayat,” terang H Edy Ya’qub, kala awak NUGres menghubunginya, Jumat (20/12/2024), seusai mengikuti pemakaman KH Sholeh Hayat.

H. Edy sendiri, kini menjabat sebagai salah satu Wakil Sekretaris PWNU Jatim masa khidmat 2024 – 2029 di masa kepemimpinan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Ia mengatakan bila KH Sholeh Hayat lah yang telah menggandengmya untuk sama-sama berkhidmat di kepengurusan PWNU Jatim.

Dikatakan, almarhum KH Sholeh Hayat dikenangnya sebagai aktivis dan kader NU tulen. Kiprah itu dimulai dari pengurus IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) di tingkat Ranting, terus berproses secara berjenjang hingga terlibat dalam struktur kepengurusan PWNU Jatim, dan secara terus menerus melekat dalam kepemimpinan PWNU Jawa Timur dari periode ke periode.

Informasi yang dihimpun NUGres, KH Sholeh Hayat terlibat di PWNU Jawa Timur mulai dari era Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH Hasyim Latief (1982-1986), KH Syafi’i Sulaiman (1986-1992), KH Hasyim Muzadi (1992-1999), KH Ali Machsan Moesa (1999-2008), KH Mutawakil Alallah (2008-2018), KH Marzuki Mustamar (2018-2023), dan KH. Abdul Hakim Mahfudz (2024 – 2029).

Lebih lanjut, H. Edy Ya’qub mengungkapkan bahwa bukti nyata bahwa Kiai Sholeh Hayat merupakan kader NU sejati terlihat dari kemampuan serta kedewasaannya dalam menghormati masing-masing gaya kepemimpinan pada setiap periodesasi Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur.

“Kiai Sholeh Hayat itu nggak pernah mikir apa-apa. Orangnya sangat fleksibel. Kita tahu kan dalam dinamika berorganisasi, terkadang kalau ganti ketua dan misalnya nggak cocok biasanya lalu nggak aktif. Kalau beliau itu tidak begitu. Beliau sangat fleksibel. Menghormati setiap gaya kepemimpinan Ketua PWNU Jatim dengan berbagai latar belakangnya masing-masing,” sambungnya.

Kendati demikian, tambah dia, bukan berarti Kiai Sholeh Hayat tidak kritis. Terlebih, Kiai Sholeh Hayat adalah seorang wartawan yang tentunya kerap berpikiran sangat objektif dalam menganalisa sesuatu.

“Beliau pernah bekerja sebagai wartawan Harian Pelita, lalu mendirikan media Aula bersama KH Anas Thohir, almarhum Cak Khoirul Anam, Murtajialmarhum H Choirul Anam, H Wahid Asa, H Murtaji Djunaidi. Jadinya, Kiai Sholeh Hayat bila saatnya melontarkan kritik maka tetap disampaikan. Dan kalau kritik itu tidak diakomodir misalnya, ia tetap biasa. Ia fleksibel saja, terus berkhidmat. Menurutnya perbedaan itu biasa,” imbuhnya.

Ia juga mengingat kata-kata KH Sholeh Hayat yakni; “orang itu nggak mungkin sama. Cara yang terbaik adalah dihormati. Karena manusia nggak mungkin sama. Kalau sama semua jadi sepi”, kenangnya.

Menurut H Edy, karakter Kiai Sholeh Hayat sangat luar biasa di mata para kadernya. Hal ini, ungkap dia, meski menjadi senior dan disepuhkan, namun KH Sholeh Hayat selalu bersahaja. “Beliau sangat egaliter” pungkasnya.

Kader KH Sholeh Hayat, H. Achmad Makhrus dari Gresik turut mengamini apa yang disampaikan sahabat sezamannya ini. Ia hanya menyampaikan bahwa KH Sholeh Hayat adalah sosok yang luar biasa. Ia juga membagikan kepada NUGres foto arsip KH Sholeh Hayat semasa dilantik sebagai Ketua PW IPNU Jawa Timur tahun 1972.

Sumber: https://www.nugresik.or.id/kh-sholeh-hayat-tokoh-nu-jatim-asal-gresik-di-mata-kader-sosok-kritis-namun-tetap-fleksibel-dan-hormat-pimpinan/

Iklan.

You Might Also Like

PWNU Jatim Siap Sukseskan Munas-Konbes NU di Ploso, Kediri

Menjelang Muktamar, Forum Aktivis NU Jatim Serukan Ulama Kembali Menjadi Penunjuk Arah Organisasi

Relawan 33 LPBI PCNU se-Jatim dilatih SIG Pemetaan Bencana

Lesbumi PBNU Adakan Muktamar Kebudayaan Indonesia di UNWAHA Jombang, 12-14 Juni 2026

Mendesak, Literasi Digital Warga NU

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article MAS Sebar 100 Peserta Latihan Kepemimpinan Dai Muda ke Masjid Desa
Next Article Yenny Wahid: MLB Nahdlatul Ulama Hanya Memecah Belah NU

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

Dibalik angka 6 + 10 = 17 di Ranah Geopolitik
Kolom
Saat Lantik OSIM di MDW Putri Pesantren Sukorejo, Wabup Situbondo Ulfiyah Ajak Santri Percaya Diri dan Terus Berkembang
Milenial
PWNU Jatim Siap Sukseskan Munas-Konbes NU di Ploso, Kediri
Nahdliyyin
PDUF MUI Jatim Gelar Doa untuk Negeri, Kobarkan Optimisme Menuju Indonesia Emas
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Ratusan Mahasiswa-Santri PWNU-PTN-PTNU dari Surabaya Ikuti “Daurah Aswaja 2026”

07/06/2026
Nahdliyyin

MDS Rijalul Ansor dan Pesantren Al Yasmin Lestarikan Ngaji Kitab Kuning ala Anak Muda

07/06/2026
Nahdliyyin

41 Mahasiswa Prodi Sejarah UIN KHAS Jember Kunjungi PWNU Jatim

06/06/2026
Nahdliyyin

OPOP Jatim Hadiri Silaturahmi dan Temu NU Sedunia, Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin

02/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?