Sidoarjo, radar96.com — Founder Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya Helmy M Noor menegaskan tantangan terbesar literasi NU di ruang digital bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi, melainkan bagaimana menghadirkan konten yang kredibel, moderat, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Hari ini perang informasi berlangsung sangat cepat. Jika warga NU tidak aktif mengisi ruang digital dengan konten yang berbasis ilmu, nilai keislaman yang moderat, dan semangat kebangsaan, maka ruang tersebut akan diisi oleh informasi yang belum tentu benar. Karena itu, literasi digital harus menjadi gerakan bersama,” jelas Helmy dalam seminar tantangan Literasi NU di Ruang Digital yang diselenggarakan oleh PAC ISNU Taman & LPPM UMAHA (Universitas Ma’arif Hasyim Latif) Sidoarjo, Kamis 11 Juni 2026.





Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung A UMAHA tersebut mengangkat tema Tantangan Literasi NU di Ruang Digital. Seminar menghadirkan nara sumber utama Helmy M Noor (Founder Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya) dan keynote speaker Dr. Dheasy Herawati S.Si., M.Si (Wakil Rektor II UMAHA).
Acara ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, pengurus ISNU, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap penguatan literasi digital dan pengembangan keilmuan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Dalam sambutannya, Ketua PAC ISNU Taman M. Syarif Hidayatullah M.Pd.I menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang baik agar masyarakat mampu memilah informasi secara bijak serta berkontribusi positif dalam ruang digital.
“Ruang digital saat ini menjadi arena baru dalam membangun peradaban ilmu pengetahuan. Warga NU, khususnya generasi muda dan kalangan akademisi, harus hadir tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai produsen gagasan, pengetahuan, dan narasi yang mencerahkan masyarakat,” ujar dosen yang akrab dipanggil Ustadz Syarif ini.
Selain seminar, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dengan diluncurkannya Jurnal NUSCIENCE: Journal of Religion, Education and Social Humanities, sebuah jurnal ilmiah yang diharapkan menjadi wadah publikasi hasil penelitian dan pemikiran akademik di bidang keagamaan, Pendidikan dan humaniora (*)


