Lamongan, radar96.com – Nama besar Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki terus dikenang, dimuliakan, dan dihormati di Indoensia. Upaya untuk meneladani perjuangan beliau terus dihidupkan oleh para ulama. Di antaranya dengan menggelar haul atas wafat beliau, seperti yang terlihat di Pondok Pesantren Krapyak Mayong Sidomlangean, Kedungpring, Lamongan, Jawa Timur pada Jum’at (11/4) malam.

Bagi masyarakat Indonesia, Abuya Sayyid Muhammad dikenang sebagai pejuang yang gigih dalam mempertahankan ajaran Islam Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) di Saudi Arabia, negeri yang dikuasai paham Wahabi. Berkat kegigihan beliau dalam memperjuangkan Aswaja, bahkan pernah mendapatkan ancaman pembunuhan tersebut, tidak heran, banyak ulama dunia mengagumi beliau. Mereka berziarah ke kediaman beliau saat musim umroh atau haji setiap tahun.
Suasana Pesantren Krapyak Mayong pada Jumat tadi malam dipenuhi para jamaah yang datang dari berbagai daerah. Mereka khusyuk mengikuti kegiatan haul yang digelar setelah shalat isyak tersebut.
Menurut Pengasuh Pesantren Krapyak Mayong, KH Imam Mawardi Ridlwan, kegiatan Haul Abuya Sayyid Muhammad tersebut bersamaan dengan Selapanan Ngaji dan Sholawat Malam Sabtu Wage yang biasa dilaksanakan di pesantren tersebut.
Masih menurut Kiai Imam, menggelar haul adalah berharap keberkahan dari panutan yang dihauli. Lebih dari itu, Pesantren Krapyak Mayong mengajak para jamaah untuk meneladani perjuangan Abuya Sayyid Muhammad. Apalagi tokoh Aswaja abad 21 yang telah menghasilkan karya lebih dari 100 kitab dalam berbagai disiplin ilmu tersebut juga menjadi rujukan para ulama dunia.
Tak lupa, Kiai Imam memberi contoh salah satu perjuangan Abuya Sayyid Muhammad, yaitu memberi beasantri kader Indonesia yang mondok di kediaman beliau yang meliputi biaya hidup, pakaian, kitab, dan uang saku.
“Selain membaca Yasin dan tahlil, juga dibacakan manaqib atau riwayat hidup beliau, dengan harapan agar kita dapat meneladani perjuangan beliau,” tutur Kiai Imam yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Azhaar Kedungwaru, Tulungagung itu.
Tampak hadir dalam kegiatan haul tersebut antara lain Habib Ubaidillah Al-Habsy (Khadim Majelis Al-Muwasholah Jawa Timur), KH Shihabuddin Luthfy (Pengasuh Pesantren Al-Hikmah Maduran Lamongan), KH Tajuddin (Pengasuh Pesantren Entrepreneurship Lamongan), KH Imam Hambali (Pengasuh Pesantren Al-Quran Deket Lamongan), Mbah Guru HM Ridlwan, Mbah Guru Mukafiuddin, KH Ali Ahsin (Sekretaris Umum IKA PPRQ Lamongan), Ketua Yayasan Bani Tasir Mayong (KH Sutrisno), KH Sun’an, dr Muhammad Yusuf, serta para tokoh lainnya.
Para alumni Pesantren Abuya Maliki yang hadir di antaranya KH Shihabuddin dan KH Tajuddin. Keduanya memberikan penjelasan seputar manhaj tarbiyah Abuya Sayyid Muhammad. Setelah pembacaan manaqib Abuya, dilanjut dengan siraman rohani oleh Habib Ubaidillah Al-Habsy (Khadim Majelis Al-Muwasholah Jawa Timur).
Kiai Imam selaku tuan rumah menegaskan kembali, peringatan haul tersebut tidak hanya menjadi ajang mengenang perjuangan Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki, tapi juga menghidupkan kembali semangat keilmuan dan dakwah yang telah diwariskan oleh beliau.
“Kita berharap mendapatkan keberkahan haul ke-21 Abuya Sayyid Muhammad. Semoga Pesantren Krapyak Mayong ini mendapatkan keberkahan Abuya Sayyid Muhammad,” tutur pengurus LD PWNU Jawa Timur itu penuh harap.



