By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Menyongsong Generasi Emas Sehat, Unusa Kampanye Atasi Obesitas Bersama UNICEF
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Menyongsong Generasi Emas Sehat, Unusa Kampanye Atasi Obesitas Bersama UNICEF
Sospol

Menyongsong Generasi Emas Sehat, Unusa Kampanye Atasi Obesitas Bersama UNICEF

29/04/2025 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Jumlah kasus obesitas (kegemukan) di Indonesia menunjukkan peningkatan mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini bahkan menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.

Berfokus pada hal tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) berkolaborasi menggelar kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran tentang obesitas anak dan remaja di Indonesia, Selasa (29/4).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Unusa Tower Kampus B, Surabaya ini merupakan bagian dari strategi menuju Generasi Emas 2045 yang sehat dan produktif. Kampanye bertajuk “Be Healthy, Be Happy – Let’s Help Everyone Stay That Way” itu dihadiri ratusan pelajar SMA/ sederajat dari Surabaya dan Sidoarjo.

Nutrition Officer Unicef, dr Karina Widowati, dalam paparannya menjelaskan bahwa data terkini menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Ia merujuk pada temuan prevalensi kegemukan pada balita mengalami pembalikan sejak tahun 2023. Riset menunjukkan obesitas pada anak usia 5-12 tahun meningkat dari 11% (2013) menjadi 12% (2023). Peningkatan lebih signifikan terjadi pada kelompok usia 13-15 tahun dan 16-18 tahun.

“Ini memang perjalanan yang tidak mudah. Meski prevalensi stunting berhasil diturunkan dari 28% (2019) menjadi 21% (2023), masalah obesitas justru meningkat, Situasi ini mencerminkan kompleksitas tantangan gizi yang dihadapi negara ini, di mana kekurangan dan kelebihan gizi hadir bersamaan,” ujarnya.

Karina juga menyerukan keterlibatan orang tua dalam mendidik anak soal gizi dan pola makan sehat. Salah satu rekomendasinya adalah konsumsi minimal lima porsi buah dan sayur per hari serta membiasakan membaca label gizi pada makanan kemasan. “Harus ada kebiasaan makan di rumah, butuh juga dukungan dari orang tua untuk memasak dan memastikan anaknya memperoleh makanan yang sehat,” katanya.

Selain itu, butuh kebiasaan untuk olahraga bagi anak-anak. Bahkan saat berada di dalam kelas pun bisa dilakukan. “Jadi olahraga bisa dilakukan di mana saja, termasuk di dalam ruangan. Aktivitas itu bisa menjadi pengimbang asupan gizi yang baik dengan kebiasaaan rutin olahraga,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Analis Kesehatan Seksi Kesehatan Gizi Masyarakat (KGM) di Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Budi Indrawati, SKM, MM, mengungkapkan bahwa salah satu hambatan utama dalam upaya pencegahan dan pengendalian obesitas adalah rendahnya pemahaman masyarakat bahwa obesitas termasuk dalam kategori penyakit.

“Masih banyak yang menganggap obesitas hanya masalah penampilan, padahal bisa memicu berbagai penyakit kronis,” ujarnya.

Ditambahkannya, peningkatan edukasi, kesadaran, dan kepedulian masyarakat sangat penting, terutama melalui deteksi dini. “Deteksi sedini mungkin sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah penyakit tidak menular seperti diabetes dan tekanan darah tinggi,” jelasnya.

Ketua LPPM Unusa, Achmad Syafiuddin, SSi, MPhil, PhD, menyampaikan bahwa UNICEF dan LPPM Unusa merekomendasikan pendekatan multi-aspek. Pencegahan obesitas tidak bisa terselesaikan jika tidak dilakukan melalui pendekatan multi-aspek. Gaya hidup aktif dengan meningkatkan aktivitas fisik regular, mengurangi waktu di depan layar, dan mendorong kegiatan outdoor untuk anak-anak sangat diperlukan.

“Saat ini anak-anak sudah jarang terpapar kegiatan bermain di luar ruangan. Mereka terbiasa nyaman dengan aktivitas di dalam ruang yang cenderung minim gerakan. Melalui pendekatan-pendekatan tersebut pada 2045, kita akan menyaksikan generasi yang siap menjadi negara maju dengan status gizi yang baik dan literasi gizi yang tinggi,” jelasnya.

Melalui kampanye ini, Unusa dan UNICEF Indonesia menyerukan pentingnya kolaborasi sebagai langkah strategis dalam mengatasi masalah kegemukan dan obesitas. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan obesitas sejak dini, memberikan dukungan kepada generasi muda yang ingin mengubah pola hidup yang lebih sehat, serta menginspirasi generasi muda untuk terus menerapkan pola hidup sehat dan bahagia.

Iklan.

You Might Also Like

BRI Bondowoso Dukung Digitalisasi Pesantren, Sambut Hari Santri 2026

Unusa Peringkat Pertama Kampus NU di Indonesia

Koperasi Pondok Pesantren Nurul Hijrah Salurkan CSR Bangun Sumur Bor di Desa Alur

Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Bekerjasama Dengan Yayasan SASNU: “Islam Nusantara Pilar Peradapan Indonesia”

Di UIN Khas Jember, Ketua LTN Bondowoso Tekankan Pentingnya Publikasi Ilmiah Berdampak

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Konsisten Ciptakan Ekosistem Perekonomian Berkelanjutan Antar Daerah, Gubernur Khofifah Dinobatkan Sebagai Tokoh Ekonomi Regional dalam “PWI Jatim Award 2025”
Next Article Gubernur Khofifah Ajak Bupati-Wali Kota se-Jatim Pertajam Korelasi Asta Cita dan Nawa Bhakti Satya

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Usai Resepsi Hari Santri 2026, Gus Ipul Buka Suara Soal Laporan Riswah Cabang ke KPK
Nahdliyyin
BRI Bondowoso Dukung Digitalisasi Pesantren, Sambut Hari Santri 2026
Sospol
Kado Istimewa Hari Santri, S2 Pendidikan Dasar Unusa Raih Akreditasi Unggul
Nahdliyyin
PWNU Jatim Sambut Pataka Resolusi Jihad dan Pasukan Napak Tilas Jombang-Surabaya
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Masjid Al-Akbar Bagikan 810 Melon Hasil Panen kepada Jamaah

16/10/2026
Sospol

DPP LPKAN Kecam 5 Oknum BNPB yang Jadi Tersangka Korupsi oleh KPK di Tengah Bencana yang Menghancurkan

15/10/2026
Sospol

MUI Jatim Siap Gelar Ijtima’ Ulama di Mojokerto

13/10/2026
Sospol

Ketua BPP Masjid Al-Akbar: Kunjungan ke China Ajarkan Pentingnya Sejarah/Museum

08/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?