By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Mohammad Nuh Ungkap Tiga Cara Terbaik Atasi Defisit Kebaikan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Mohammad Nuh Ungkap Tiga Cara Terbaik Atasi Defisit Kebaikan
Sospol

Mohammad Nuh Ungkap Tiga Cara Terbaik Atasi Defisit Kebaikan

06/06/2025
SHARE

Surabaya, radar96.com/MAS – Khotib Idul Adha 1446 H di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA, mengungkapkan tiga cara terbaik untuk mengatasi defisit kebaikan, akibat amal kebaikan yang amat sedikit dibandingkan dengan nikmat dari Allah SWT.

“Ada tiga cara terbaik yaitu memohon ampunan kepada Allah, memohon kasih sayang Allah, dan memperbanyak amal sholeh, termasuk ibadah qurban dan ibadah sosial lainnya,” kata Menteri Pendidikan 2009-2014 dalam khutbah Idul Adha 1446 H di MAS, Jumat (6/6/2025) pagi.

Sholat Idul Adha di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya dihadiri Plt Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono dan 40 ribu jamaah dengan Imam KH Abdul Hamid Abdullah.

Dalam khutbah dengan tema “Memperkuat Kepemimpinan dan Kepengikutan untuk Kemaslahatan Ummat” itu, Ketua Majelis Wali Amanat ITS itu menjelaskan tidak semua orang bisa bersyukur. Al-Qur’an (QS As Saba’ : 13) menyebut Hanya sedikit hamba-hamba Allah yang pandai bersyukur.

“Bersyukur itu bukan hanya atas pemberian nikmat, tetapi juga atas dihilang-hindarkan dari musibah. Kita sendiri tidak tahu musibah apa yang sebenarnya akan terjadi, dan betapa banyak musibah yang semestinya terjadi, tetapi Allah telah hindar-hilangkan musibah itu, karena itu mari kita bersyukur dalam keadaan apapun,” katanya.

Dalam realitasnya, ada hamba-hamba Allah yang selalu bersyukur dalam keadaan apapun, baik sedang menerima anugerah, belum terkabulnya doa maupun sedang menerima cobaan. Dia Selalu bersyukur, dengan keyakinan bahwa tidak ada pemberian Allah, kecuali demi kebaikan hamba-Nya. Kelompok ini disebut Asy-Syakur.

Tetapi ada juga hamba yang bersyukur, hanya karena sedang menerima anugerah. Mereka ini dikelompokkan sebagai Asy-Syakir. “Memang sangat sedikit hamba-hamba Allah SWT yang selalu bersyukur dalam keadaan apapun, karena besarnya nikmat itu seringkali baru bisa dirasakan, setelah nikmat itu tercabut dari kita,” katanya.

Ia mencontohkan nikmat bisa melihat, yang baru terasa saat hamba mengalami gangguan penglihatan. “Karena itu, tepat sekali apa yang disampaikan oleh Ibnu Athoillah: Orang yang tidak mengetahui nilai nikmat saat memperolehnya, ia akan mengetahui ketika sudah lepas dari dirinya (hilang),” katanya, mengutip Ibn Atha’illah dalam Al-Hikam (199).

Defisit Kebaikan

Secara jujur, bahwa kita sebagai hamba saat ini sedang mengalami defisit kebaikan. “Mengapa? Itu karena modal (nikmat) yang Allah SWT telah berikan kepada kita, sungguh sangat banyak dan besar. Bahkan tidak bisa dihitung, tetapi kebaikan yang telah kita lakukan sungguh sangat terbatas, sangat bisa dihitung,” katanya.

Artinya, produktifitas kebaikan seorang hamba itu sungguh sangat rendah, bahkan negatif/minus, karena seringkali hamba menyalahgunakan nikmat Allah untuk hal-hal yang tidak semestinya. Ada banyak penyebab defisit kebaikan, antara lain dosa yang sifatnya personal, juga dosa yang sifatnya sosial sebagai akibat dari abai atau tidak peduli terhadap masalah sosial.

“Keabaian terhadap masalah sosial seperti tidak peduli terhadap nasib anak yatim, fakir dan miskin serta keengganan untuk menyelesaikan persoalan sosial yang mendasar seperti kecukupan pangan, dikategorikan sebagai ‘dosa’ sosial atau bahkan sebagai pendusta agama, yang diingatkan Allah SWT dengan bahasa yang sangat keras dalam QS Al Ma’un: ayat 1-3,” katanya.

Untuk mengatasi defisit kebaikan, ada tiga solusi terbaik, yaitu memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pemberi modal-nikmat, memohon ‘welas asih’ atau kasih sayang Allah, dan memanfaatkan kesempatan yang ada dengan memperbanyak amal Sholeh, termasuk ibadah sosial.

“Intinya adalah semangat berkurban. Dengan memperbanyak ibadah sosial, diharapkan bisa mengurangi defisit kebaikan, bahkan bisa menjadi deposito kebaikan, yang pada suatu saatnya akan bisa dicairkan (sebagai wasilah) untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang kita hadapi,” katanya.

Untuk itu, mari meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan dengan memperbanyak dan meningkatkan kualitas ibadah, termasuk ibadah sosial. “Kita ingat cerita tiga orang yang terjebak di dalam gua yang berikhtiar untuk menggeser (memindahkan) batu besar yang menutupi pintu gua, melalui deposito kebaikan, hingga dengan izin Allah, maka batu besar yang menutupi pintu gua pun bergeser, mereka pun keluar,” katanya.

Bahkan, Syech Abdul Qodir Al-Jilani (1078-1166), tokoh sentral dalam dunia perwalian menyatakan sudah meneliti semua amal-amal kebajikan. “Ternyata, saya tidak menemukan amal kebajikan yang lebih afdal/utama daripada memberi makan dan perangai yang baik. Andai dunia ini ada di tanganku, pasti aku akan menggunakan untuk memberi makan. Memberi makan, juga membekali mereka dengan kompetensi (ilmu, ketrampilan dan sikap), sehingga tidak terjadi kelaparan,” katanya.

Kurban Sapi Presiden

Dalam Sholat Idul Adha 1446 H/2025 dengan Imam Sholat KH. Abdul Hamid Abdulllah SH MSi (Imam Besar MAS), BPP MAS menerima kurban sapi dari Presiden Prabowo Subianto yang merupakan sapi jenis Peranakan Ongole (PO) seberat 1.020 kilogram (1,02 ton).

“Kami juga menerima bantuan sapi qurban dari Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jatim Emil Dardak, dan Sekda Jatim Adhy Karyono,” kata Humas BPP MAS H Helmy M Noor.

Sapi Qurban Bantuan Presiden itu berasal dari peternak H. TEGUH dari Desa Takeran, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, yang jenisnya Sapi Lokal Peranakan Ongole (PO) dengan bobot badan seberat 1.020 kg.

Sementara itu, Sapi Qurban Bantuan Gubernur Jatim berasal dari peternak Gani dari Desa Takeran, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan dengan jenis Sapi Lokal Peranakan Ongole (PO) dengan bobot badan seberat 960 kg.

Untuk Sapi Qurban Bantuan Wakil Gubernur Jatim berasal dari peternak Abdul dari Desa Takeran, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan dengan jenis Sapi Lokal Peranakan Ongole (PO) dengan bobot badan seberat 900 kg.

Satu lagi, Sapi Qurban Bantuan Sekda Provinsi Jatim berasal dari peternak Naili Sa’adah dari Desa Takeran, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan dengan jenis Sapi Lokal Peranakan Ongole (PO) dengan bobot badan seberat 860 kg.

“Untuk data perolehan hewan qurban di Masjid Al Akbar Surabaya tercatat 65-an ekor kambing qurban, 23 ekor sapi qurban dari Idham Mustahid Arifin dan Bapenda Jatim, serta empat sapi qurban dari patungan yang masing-masing tujuh orang. Total ada 88 ekor hewan kurban di Masjid Al-Akbar. Banyak jamaah yang sejak Kamis datang melakukan wisata kurban,” katanya. (*/mas)

Iklan.

You Might Also Like

Pangdam Brawijaya minta Masjid Nasional Al Akbar Surabaya jadi benteng radikalisme
Buka 24 Jam, Lokasi Qiyamul Lail di Masjid Al-Akbar bisa diakses lewat “Virtual Tour 3D”
Gubernur Khofifah ajak tanam mangrove, tebar benih ikan, dan bersih-bersih pantai
Pramuka Se – Jatim bangun Huntara II Untuk Penyintas APG Semeru
Gubernur Khofifah: Jatim harus jadi barometer “Harkitnas” dari Pandemi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article PWNU Jatim Terima 10 Sapi Kurban dari Megawati-Khofifah-Parpol
Next Article Pemotongan Sapi Presiden Prabowo di Masjid Al-Akbar hanya 7 Detik, Sapi Gubernur Jatim 4 Detik

Advertisement



Berita Terbaru

Kader Muda NU Didapuk Sebagai Ketua DPW Perindo Jatim
Sospol
Gubernur Khofifah Bagikan Apem saat Megengan “Healing Ramadhan” di Masjid Al-Akbar
Sospol
“Tebuireng Institute” Serukan NU Kembali ke Qanun Asasi
Nahdliyyin
Tumbuh Pesat di Tahun Ketiga, Aset Dikelola BMTNU Sidoarjo Capai Rp 15 Miliar
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Gubernur Khofifah dukung proses dan data yang dibutuhkan KPK

21/12/2022
Sospol

70 Agamawan Muda Lintas Agama Kunjungi Masjid Al Akbar Surabaya

02/08/2023
Sospol

Animo Warga Jatim Berkurban sangat tinggi, 439.974 hewan Kurban disembelih selama Idul Adha 1443 H

10/07/2022
Sospol

Jelang Pembukaan Kelas Internasional, Unusa Gandeng Lokman Hekim University Ankara

14/10/2025
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?