Probolinggo, radar96.com – Ratusan santri madrasah diniyah dari berbagai wilayah di Kabupaten Probolinggo mulai menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam Pekan Olahraga dan Seni Antar Madrasah Diniyah (Porsadin) VII tingkat Kabupaten Probolinggo.
Ajang tersebut resmi dibuka di Pondok Pesantren Mambaul Huda, Desa Banyuanyar Tengah, Kecamatan Banyuanyar, Senin (10/8/2026).
Porsadin VII menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus seleksi bakat santri madrasah diniyah. Para peserta tidak hanya dituntut mengejar prestasi, tetapi juga membawa nama lembaga masing-masing dengan menjunjung integritas dan sportivitas.
Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Probolinggo, KH Ahmad Ubaidillah, mengatakan sistem kompetisi dirancang berjenjang. Peserta yang berhasil menjadi juara pertama di tingkat kabupaten nantinya akan dipercaya mewakili Probolinggo pada Porsadin tingkat Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Lumajang.
“Alhamdulillah, pada gelaran sebelum-sebelumnya kita berhasil meraih prestasi hingga tingkat nasional, hanya saja kurang terpublikasi. Pada ajang kali ini, kami menargetkan untuk kembali merebut juara nasional,” ujar KH Ahmad Ubaidillah.
Target tersebut menunjukkan bahwa Porsadin bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari upaya FKDT mencari dan mempersiapkan santri berprestasi untuk menghadapi kompetisi di jenjang yang lebih tinggi.
KH Ahmad Ubaidillah juga berharap dukungan pemerintah daerah terhadap kontingen Kabupaten Probolinggo dapat diberikan secara maksimal.
Ia menyinggung pengalaman tahun sebelumnya ketika pembiayaan keberangkatan kontingen masih harus ditanggung melalui iuran mandiri pengurus dan peserta.
“Semoga seluruh peserta dapat berkompetisi dengan baik, menjaga integritas, serta membawa nama baik lembaganya masing-masing,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Hari Cahyono, menyatakan pemerintah daerah akan terus membangun sinergi dengan FKDT dalam mengembangkan potensi pendidikan di lingkungan pesantren dan madrasah diniyah.
Menurutnya, banyaknya pondok pesantren di Kabupaten Probolinggo merupakan potensi besar yang perlu dikembangkan melalui berbagai program pembinaan.
“Kabupaten Probolinggo memiliki banyak pondok pesantren. Kita akan terus bersinergi untuk meningkatkan dan menggali potensi yang dimiliki para santri. Porsadin hari ini adalah jenjang awal yang nantinya berlanjut ke tingkat provinsi,” tutur Hari.
Ia menilai keberadaan Porsadin memberikan kesempatan kepada para santri untuk menunjukkan kemampuan sekaligus belajar menghadapi kompetisi secara sehat.
“Kami berpesan agar seluruh peserta senantiasa menjunjung tinggi sportivitas,” tegasnya.
Hari juga memastikan pihaknya tetap berupaya memberikan dukungan terhadap kegiatan pembinaan santri meski kondisi anggaran daerah berada dalam situasi efisiensi.
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar hingga akhir,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Samsur, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Porsadin VII.
Ia menilai FKDT memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan sekaligus meningkatkan kualitas lembaga pendidikan diniyah di Kabupaten Probolinggo.
Menurut Samsur, kompetisi menjadi salah satu sarana untuk menemukan potensi santri yang selama ini berkembang di lingkungan madrasah diniyah.
“Melalui kompetisi ini, kita berharap potensi dan bakat para siswa di bawah naungan madrasah diniyah terus terasah. Selamat atas terselenggaranya Porsadin VII. Semoga agenda ini berkesinambungan dan terus mengharumkan nama Kabupaten Probolinggo di kancah nasional,” pungkasnya.
Porsadin VII pun menjadi momentum bagi para santri Probolinggo untuk membuktikan kemampuan mereka. Dari ajang tingkat kabupaten tersebut, peserta terbaik akan diproyeksikan melanjutkan perjuangan ke tingkat Jawa Timur sebelum membidik prestasi di level nasional. (*/Rif)



