Surabaya, radar96.com – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PWNU Jawa Timur mengembangkan “Ma’arif Mart” melalui Pelatihan Ma’arif Mart dan BMT Batch 1 yang diikuti 40 peserta di Aula Kantor PWLP Ma’arif NU Jatim, 30-31 Agustus 2025.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian 12 pelatihan Batch 1 yang fokus pada pengembangan wirausaha berbasis sosial (sociopreneur) di lingkungan pendidikan,” kata Ketua PWLP Ma’arif NU Jatim, Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., MA., Ph.D., di Surabaya, Minggu.

Didampingi Sekretaris LP Ma’arif PWNU Jatim, M. Fakhrul Irfan Syah, M.Sos., ia menjelaskan konsep “Ma’arif Mart” berbeda dengan program kewirausahaan konvensional.
“Di Ma’arif Mart, yang utama bukan sekadar profit, tetapi membangun kepercayaan. Bagaimana menjaga kualitas produk dan pelayanan, baik kepada siswa maupun masyarakat luas,” ujarnya.
Pelatihan ini, juga menjadi forum konsolidasi antar-pelaku usaha Ma’arif Mart agar terbentuk ekosistem kewirausahaan inklusif di sekolah-sekolah.

“Selama ini kita belum cukup terhormat. Yang terhormat itu kalau mandiri penuh. Kalau warga sudah berdaya, derajat kita akan lebih bermartabat dan tidak dipandang sebelah mata,” tegasnya.
Prof. Masdar juga mengingatkan bahwa ketidakberdayaan ekonomi sering berdampak pada persoalan sosial, mulai dari kebiasaan berutang hingga potensi konflik. Karena itu, ia mengapresiasi pelatihan ini sebagai langkah nyata membangun kemandirian warga NU.
Salah satu sesi menghadirkan pengelola BMT At-Tajdid Temayang Bojonegoro, milik MI Ma’arif Nurul Huda Temayang. BMT ini berawal dari modal Rp22 juta hasil patungan guru dan kini berkembang menjadi 19 cabang dengan aset Rp80 miliar.
Unit usaha yang dijalankan beragam, mulai dari minimarket, warkop, hingga layanan cuci mobil. Bahkan, dalam rapat pemegang saham, BMT rutin menyisihkan laba untuk CSR dan sedekah hingga Rp600 juta.
Pada hari kedua, peserta diajak kunjungan ke Harum Mart di depan Kantor PWNU Jawa Timur untuk melihat praktik langsung sistem transaksi ritel.
“Setiap sekolah peserta pelatihan akan membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang dipantau langsung oleh tim pelatih. Slogan kami jelas: Belanja Syar’i, Halal, Pasti, dan Barokahi,” kata Irfan Syah.
Dengan pelatihan ini, PWLP Ma’arif NU Jatim berharap lahir jejaring kewirausahaan yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memperkuat nilai sosial dan kemandirian ekonomi warga NU. (*/fpnu)



