By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Edisi Pertama, Festival Film Santri Resmi Dibuka Pertemukan Dunia Santri dan Ekosistem Sinema
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Uncategorized > Edisi Pertama, Festival Film Santri Resmi Dibuka Pertemukan Dunia Santri dan Ekosistem Sinema
Uncategorized

Edisi Pertama, Festival Film Santri Resmi Dibuka Pertemukan Dunia Santri dan Ekosistem Sinema

25/10/2025 Uncategorized
SHARE

Surabaya, radar96.com – Festival Film Santri edisi pertama telah resmi dibuka dan diselenggarakan pada 24-25 Oktober 2025, di Pos Bloc, Jl. Kebon Rojo, Surabaya.

Festival Film Santri yang bersandingan dengan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober, adalah festival film yang fokus pada perkembangan sinema dan dunia Islam.

Festival ini digagas sebagai upaya untuk menengok pusparagam ekspresi keislaman serta sebagai jendela untuk melihat lebih dekat dunia santri dan pesantren melalui kerja-kerja kolaboratif, eksperimentatif, dan simulatif.

Menyambut gelaran perdana Festival Film Santri, Mas Dwi Sadoellah, Dewan Pembina Festival Film Santri dari Pondok Pesantren Sidogiri menyampaikan diselenggarakannya festival ini merupakan bahasa lain dari silaturahmi yang menawarkan hangatnya persaudaraan yang dirajut dari khazanah pengetahuan, eskpresi keislaman, serta pemanfaatan medium baru yang sesuai dengan semangat zaman.

Dalam lintasan sejarah kebudayaan Islam di Indonesia, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan agama. Ia adalah ruang produksi pengetahuan, tempat tradisi, seni, dan spiritualitas bertemu. Dari bilik-bilik santri lahir mutiara hikmah dan kisah yang membentuk wajah kebudayaan kita.

“Festival Film Santri hadir dari kesadaran akan kekayaan itu, bahwa santri dan pesantren bisa memanfaatkan medium baru untuk berbicara kepada zamannya. Film adalah salah satu wahana yang peka zaman, segar, dan artikulatif untuk menyampaikan nilai-nilai Islami,” ujar Agoes Sam, Direktur Festival Film Santri, di Surabaya, Sabtu (25/10).

Tema Festival Film Santri 2025 adalah Iqra. Tema Iqra dipilih karena selain sebagai kata sekaligus perintah pertama dalam Al Quran, Iqra menjadi semacam ajakan untuk membaca. Bukan hanya ajakan untuk membaca teks semata, tetapi juga membaca kehidupan, membaca perubahan, membaca tantangan zaman, membaca kemanusiaan yang terus bergeser bentuknya. Dalam konteks pesantren maupun sinema, membaca adalah jalan menuju pemahaman.

“Tema Iqra coba kami terjemahkan ke dalam program-program yang harapannya mampu menjadi titian muhibah antara film beserta ekosistemnya, santri dan dunia pesantrennya, serta publik; dengan saling berjumpa, saling membaca,” tambah Yogi Ishabib, Direktur Program Festival Film Santri.

Festival Film Santri memiliki lima rangkaian program utama, yaitu: Program Pemutaran Film (kompetisi, non-kompetisi, dan program pemutaran spesial), Workshop, Diskusi Publik, Bazaar Buku, dan Malam Penghargaan. Program Pemutaran menyajikan film-film submisi, total terdapat 124 film, yang sudah dikurasi dan diseleksi oleh tim kurator, dan yang masuk kategori kompetisi diseleksi secara ketat oleh tiga dewan juri yang terdiri dari Afrizal Malna, Hikmat Darmawan, dan Danial Rifki. Sementara program pemutaran spesial menayangkan film Nyanyi Sunyi dalam Rantang (Whispers in The Dabbas) karya Garin Nugroho.

Festival Film Santri juga memiliki rangkaian program workshop yang berkolaborasi dengan praktisi dan kolektif film. Workshop Pengembangan Ide Cerita dilakukan bersama Magisa Sinaria, kolektif film yang fokus pada penulisan naskah. Guruh Satria, sound designer dan pendiri Ampersound Post, bakal memandu Workshop Sound Location yang membahas pentingnya aspek audio dalam produksi film. Cineauf, kolektif film yang secara konsisten menyusun program-program diseminasi kritik film terlibat dalam Workshop Kritik Film.

Program Santriwati Talk menjadi semacam perigi yang senantiasa menyediakan kesegaran tepat di tengah-tengah berseminya perbincangan mengenai representasi perempuan dan santriwati dalam industri kreatif. Santriwati Talk akan dipandu oleh Uswah Syauqie (penulis dan pengasuh Ponpes Al Azhar Mojokerto) dan Veronica Ajeng Larasati (Ketua Sindikasi Jawa Timur).

Edisi perdana Festival Film Santri berharap menjadi ruang kolektif pembacaan zaman: tempat di mana para santri, sineas, dan masyarakat bisa saling bertukar pandang, menafsir, dan menulis ulang masa depan kebudayaan Islam dengan bahasa sinema. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

Bupati Fawait Dukung Penuh Merdeka Ride, HDCI Jember Siap Sambut Ribuan Rider

Resmi Diwisuda, Bupati Abdul Hamid Wahid Sandang Gelar Doktor di Tengah Kesibukan Pimpin Bondowoso

Pengamanan Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung Berjalan Aman dan Lancar

Tuai Pujian Warganet, Aksi Heroik Bhabinkamtibmas Polsek Bagor Selamatkan Bayi Korban Kecelakaan Bus di Nganjuk

Final Kapolda Cup 4 Berlangsung Meriah, Tim Gabsat Polda Jatim Angkat Trofi Juara

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Triyogi Siap Lanjutkan Capaian Unusa ke Pentas Dunia
Next Article Kepala Kanwil BPN Jatim Targetkan 100.000 Sertifikat Wakaf Masjid pada 2026

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Paving Blok Pesantren Angkat Nilai Sampah Plastik jadi Peluang Ekonomi
Ekraf
Jelang Muktamar NU ke-35, ISHARI gelari KHA Wahab Hasbullah sebagai “Bapak ISHARI”
Nahdliyyin
Lengkapi Istighotsah Kubro dengan Aksi Sosial Santuni 84 Anak Yatim
Nahdliyyin
Presiden Mahasiswa STAI Al-Utsmani Pimpin AEB Bondowoso
Sospol

You Might also Like

Uncategorized

KDS Bondowoso Gelar Shalawat Cinta, KHR Azaim Tekankan Hijrah sebagai Semangat Membangun Persaudaraan

06/07/2026
Uncategorized

UNTAQ Bondowoso Buka Prodi HKI, Gratis Pendaftaran dan UKT Diskon 50 Persen

05/07/2026
Uncategorized

Dispendik Bondowoso Pastikan Pelaksanaan OSN Sesuai Prosedur

29/06/2026
Uncategorized

PDUF MUI Jatim dan Bupati Trenggalek Jajaki Kolaborasi Green Carbon dan HSN

29/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?