Jember, radar96.com – Kesibukan memimpin Kabupaten Bondowoso tidak menghalangi Bupati Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag. untuk terus menempuh pendidikan dengan berhasil menuntaskan studi doktor pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember yang resmi diwisuda bersama ratusan lulusan, Kamis (9/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hamid didapuk menyampaikan kesan dan pesan mewakili para wisudawan. Sebelum memulai sambutannya, ia mengajak seluruh hadirin mengirimkan doa untuk dua tokoh akademik UIN KHAS Jember yang telah wafat, yakni Rektor UIN KHAS Jember Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., serta Ketua Program Studi Magister Hukum Keluarga Islam Pascasarjana Dr. Ishak, M.Ag.
“Semoga amal ibadah, ilmu, dan dedikasi mulia yang telah ditorehkan para almarhum dinilai sebagai amal jariah di sisi Allah SWT,” ucapnya.
Bupati mengungkapkan, perjalanan menyelesaikan pendidikan doktor bukanlah hal mudah. Di tengah tanggung jawab memimpin daerah, ia harus membagi waktu antara tugas pemerintahan dengan aktivitas akademik, mulai membaca referensi, melakukan penelitian, berdiskusi dengan promotor, hingga menyelesaikan disertasi.
“Bagi kami, perjalanan menuntut ilmu ini bukanlah jalan yang sederhana. Di tengah tanggung jawab besar yang kami hadapi, setiap hari ada perjuangan menyediakan waktu untuk belajar, melakukan penelitian, bertukar pikiran, hingga akhirnya mampu menyelesaikan tugas akhir,” ujarnya.
Menurutnya, banyak pengorbanan yang harus dilakukan mahasiswa yang menempuh pendidikan sambil bekerja. Waktu istirahat berkurang, tenaga dan pikiran terbagi, bahkan tidak jarang muncul rasa lelah dan ingin menyerah. Namun seluruh perjuangan tersebut terbayar saat berhasil menyelesaikan pendidikan.
“Ada banyak waktu istirahat yang harus kami pangkas. Banyak pengorbanan yang harus kami lakukan. Bahkan ada saat-saat kami hampir menyerah. Namun hari ini semua perjuangan itu bermetamorfosis menjadi kebanggaan,” katanya.
Abdul Hamid menegaskan, gelar doktor bukanlah simbol kebanggaan semata, melainkan amanah intelektual yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.
“Semakin tinggi pohon ilmu yang kita rengkuh, maka semakin rendah hati pula kita dalam mengamalkannya. Gelar yang kita peroleh hari ini merupakan awal dari tanggung jawab moral dan intelektual untuk menghadirkan solusi nyata bagi kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan para wisudawan bahwa ilmu pengetahuan akan kehilangan makna apabila tidak memberikan manfaat bagi sesama.
“Sebab apa artinya memperoleh gelar akademik jika tidak mampu meningkatkan martabat sesama dan menghadirkan cahaya di tengah berbagai persoalan masyarakat,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Abdul Hamid turut menyampaikan terima kasih kepada para dosen, promotor, kopromotor, tenaga kependidikan, keluarga, serta seluruh sivitas akademika UIN KHAS Jember yang telah mendampingi proses pendidikan hingga selesai.
Mengakhiri sambutannya, ia mengutip nasihat Imam Syafi’i bahwa siapa pun yang menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat harus menempuh jalan ilmu. Menurutnya, wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar untuk mengamalkan ilmu demi kemajuan masyarakat.
Bagi Abdul Hamid Wahid, keberhasilan meraih gelar doktor menjadi bukti bahwa amanah sebagai kepala daerah tidak menghalangi seseorang untuk terus belajar. Justru, ilmu pengetahuan menjadi bekal penting dalam menghadirkan kepemimpinan yang lebih berkualitas, berintegritas, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. (*/Rif)



