Cirebon, radar96.com – Forum 45 Pengasuh Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon menyampaikan pernyataan sikap atas dinamika yang tengah terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pernyataan tersebut ditulis sebagai bentuk keprihatinan sekaligus kepedulian terhadap kekondusifan jamiyah NU agar tetap fokus menjalankan agenda keumatan.
Dalam maklumat resmi yang dikeluarkan pada 5 Desember 2025 di Hotel Swis-Bell Cirebon, Dr KH Fauzi, juru bicara Forum Pengasuh Pesantren Babakan Ciwaringin mengajak seluruh pihak untuk menjaga persatuan di tengah situasi internal PBNU yang sedang menjadi perhatian publik.

“Kami berharap agar situasinya segera kondusif, sehingga jamiyah bisa kembali fokus khidmah dengan agenda keumatan. Nasehat sesepuh dan Mustasyar NU harus dimaknai sebagai penguat bagi tegaknya supremasi syuriyah ” tuturnya usai pertemuan, Jumat (05/12/25).
Kiai Fauzi menegaskan bahwa maklumat ini adalah wujud kepedulian dan tanggung jawab terhadap jamiyah Nahdlatul Ulama. “Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi dan memberi kekuatan kepada kita semua,” harapnya.
Forum ini kemudian menyampaikan tiga poin sikap utama, yaitu:
Pertama, mengingatkan seluruh pihak di lingkungan NU untuk menjaga soliditas, persatuan, dan tetap berpegang teguh pada Qanun Asasi Nadlatul Ulama. Forum juga mengajak semua elemen untuk saling berbaik sangka serta mewaspadai upaya adu domba yang berpotensi meruntuhkan marwah para alim ulama, khususnya syuriyah NU.
Kedua, forum mengimbau agar semua pihak menghormati dan mematuhi kebijakan dan keputusan syuriyah sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam jamiyah Nahdlatul Ulama. Penegasan ini merujuk pada Anggaran Dasar NU, khususnya Pasal 14 ayat (3), yang menempatkan Dewan Syuriyah sebagai pengambil keputusan strategis dalam organisasi.
Ketiga, demi mencegah berlarut-larutnya konflik internal, forum meminta PBNU untuk segera mempercepat pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, sebagai mekanisme konstitusional tertinggi dalam menyelesaikan berbagai persoalan organisasi. (*)



