By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Ngaji Kentong Ramadhan, Ketua PWNU Jatim Kenalkan Filosofi Keilmuan dari Kentong/Kentongan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Ngaji Kentong Ramadhan, Ketua PWNU Jatim Kenalkan Filosofi Keilmuan dari Kentong/Kentongan
Nahdliyyin

Ngaji Kentong Ramadhan, Ketua PWNU Jatim Kenalkan Filosofi Keilmuan dari Kentong/Kentongan

22/02/2026 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz mengenalkan filosofi keilmuan dari kentong/kentongan saat membuka kajian Ramadhan bertema “Kentong Ramadhan 1447 H” yang melibatkan lembaga dan badan otonom/banom di lingkungan PWNU Jatim.

“Soal kentong atau kentongan ini pernah menjadi perdebatan antara Rais Akbar NU Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari dengan Wakil Rais Akbar KH Faqih Maskumambang,” kata Kiai Kikin, sapaan akrabnya, saat membuka hari pertama Ngaji ‘Kentong Ramadhan 1447 H’ dengan memukul kentongan berkali-kali, di Aula Lantai 1 PWNU Jatim, Sabtu malam.

Didampingi Sekretaris PWNU Jatim KH Dr M Faqih, Koordinator Pelaksana Ngaji ‘Kentong Ramadhan 1447 H’ PWNU Jatim Prof Kacung Marijan, dan Sekretaris Pelaksana Dr HM Koderi, cicit Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari itu menjelaskan hal menarik dari perdebatan kedua pimpinan tertinggi NU adalah solusi penyelesaian yang bersifat keilmuan.

“Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari dan KH Faqih Maskumambang menyelesaikan perbedaan pendapat soal kentongan itu melalui tulisan secara ilmiah pada media. Jadi, ada filosofi keilmuan dalam penyelesaian pendapat, sehingga penyelesaian pendapat secara ilmiah pun menjadi tradisi, jadi ada filosofis secara keilmuan di kalangan NU,” katanya.

Secara filosofis keilmuan, kedua pimpinan tertinggi NU itu juga menyikapi perbedaan pendapat dengan saling menghormati, bukan saling menyalahkan. “Saat Kiai Faqih Maskumambang yang tidak setuju kentong itu berkunjung ke Jombang, maka Hadratussyeikh menurunkan kentong di masjid pesantren. Sebaliknya, Kiai Faqih Maskumambang juga sibuk mencari kentong saat Hadratussyeikh berkunjung,” katanya.

Terkait Ngaji “Kentong Ramadhan 1447 H” PWNU Jatim yang dilaksanakan pada 3-27 Ramadhan 1447 H atau 21 Februari hingga 17 Maret 2026 itu, Kiai Kikin menilai kentong itu sendiri bermakna pukul/pukulan atau panggil/panggilan untuk melakukan ibadah secara bersama-sama, baik shalat maupun ibadah lain seperti tholabul ilmi (mencari ilmu).

“Ngaji ‘Kentong Ramadhan’ ini merupakan panggilan atau ajakan untuk mencari ilmu bersama-sama yang melibatkan lembaga dan banom di lingkungan PWNU Jatim, apalagi Al-Qur’an itu merupakan sumber ilmu yang memiliki semua solusi keselamatan dalam kehidupan di dunia hingga akhirat, apalagi kajian Al-Qur’an di bulan Ramadhan,” katanya.

Hal itu dibenarkan Ketua Lembaga Dakwah NU (LDNU) PWNU Jatim DR KH Syukron Jazilan Badri MAg yang mendapatkan jadwal pertama mengisi “Kentong Ramadhan 1447” PWNU Jatim. “Allah menurunkan Islam untuk menyelesaikan masalah (kehidupan) tanpa masalah, karena menyesuaikan dengan kemampuan manusia, misalnya sholat tidak bisa berdiri ya duduk, kalau tidak bisa duduk ya berbaring, dan seterusnya sampai kedip saja,” katanya.

Di Indonesia sendiri, katanya, Islam yang lebih mengedepankan toleransi dan saling belajar justru menyelesaikan permasalahan kemajemukan bangsa, sehingga Islam yang ramah justru menyelesaikan masalah kebangsaan tanpa masalah, namun dalam menjalankan Islam perlu ada pelurusan niat agar tidak salah/keliru.

“Kita perlu meluruskan niat dalam beragama. Ibadah dalam Islam seperti sholat, puasa, dan sebagainya itu bukan bertujuan mencari pahala surga, tapi mencari karunia dan ridha Allah, karena kalau semuanya untuk Allah, maka Allah akan berikan semuanya, jadi kita perlu menata niat. Islam mengajarkan ibadah bernilai tertinggi adalah iman, kalau harta justru memiliki nilai ibadah paling rendah karena bisa hilang,” katanya.

Ngaji “Kentong Ramadhan 1447 H” di lingkungan PWNU Jatim melibatkan 18 lembaga dan 14 banom. Nantinya, hari terakhir akan ditutup dengan Buka Puasa Bersama (Bukber) atau PWNU dengan PCNU se-Jatim.

Setelah LDNU secara berurutan adalah LP Ma’arif NU/RMI NU (22/2) dengan tema “Pendidikan Humanis-Religius: Kunci Membangun Peradaban NU” dengan narasumber Prof Masdar Hilmy (Ketua PW LP Ma’arif NU) dan dihadiri 25 pengurus dan 40 kepala sekolah.

Selanjutnya, LPNU, LPPNU, LKKNU, Lakpesdam, LPBH/LWP NU, Lesbumi, Lazisnu, LBM/Aswaja Center, LKNU, LFNU, LPTNU, LTNU/LTM NU, LPBI NU/SNNU, lalu banom yakni Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor/Pagarnusa, JQHNU/PMII, IPNU/IPPNU, Jatman NU, ISNU/Sarbumusi, Pergunu/Ishari. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

Sowan PCNU Kota Surabaya, PKS Siap Wujudkan Tokoh NU sebagai Nama Jalan di Surabaya

Menag Nasaruddin Umar dan KH Imam Jazuli Bertemu Jelang Muktamar ke-35

PCNU Surabaya turba ke MWCNU Mulyorejo yang rantingnya miliki Mobil Ambulans

PCNU Surabaya: Jadikan Demokrasi Ruang Mencari Solusi, Bukan Menyebar Kebencian

Sambut Dies Natalis ke-13 Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Unusa Buka Dua Program Pendidikan Dokter Spesialis
Next Article Ketua LP Ma’arif NU Jatim: Pendidikan Religius-Humanis Hadapi Tiga Tantangan Berat

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Pengamanan Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung Berjalan Aman dan Lancar
Uncategorized
Sowan PCNU Kota Surabaya, PKS Siap Wujudkan Tokoh NU sebagai Nama Jalan di Surabaya
Nahdliyyin
NU DALAM AKAR TEOLOGI DAN JANGKAR IDEOLOGI QONUN ASASI
Kolom
Pemkab Bondowoso Batasi Kendaraan Berat Melintas di Jembatan Koncer akibat indikasi penurunan
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Pesantren Krapak Mayong Muliakan Anak Yatim di Hari Asyuro

27/06/2026
Nahdliyyin

Unusa Tembus Tiga Besar Nasional untuk SDG Kesehatan

25/06/2026
Nahdliyyin

Presiden Minta Dukungan NU Atasi Kebocoran 346 Miliar Dolar AS ke Luar Negeri

24/06/2026
Nahdliyyin

Kritik Kapitalisme Global, ISNU Ingatkan Pentingnya Kemandirian Ekonomi Internasional

21/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?