By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Ketua Lesbumi PWNU Jatim: Akun Medsos masih asal “njeplak”
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Ketua Lesbumi PWNU Jatim: Akun Medsos masih asal “njeplak”
Nahdliyyin

Ketua Lesbumi PWNU Jatim: Akun Medsos masih asal “njeplak”

01/03/2026 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur) Riadi Ngasiran menilai penggerak akun di media sosial (medsos) saat ini masih asal “njeplak” (bicara tanpa kompetensi/data).

“Persoalan kita sekarang, orang yang bergerak di medsos belum semua melek media sehingga derajat kebenarannya meragukan, kalau istilah orang Surabaya itu masih asal njeplak, ngomong politik tanpa paham politik, nggak ekspert/kompeten, asal clomet/celoteh,” katanya di Surabaya, Sabtu (28/2) malam.

​Saat berbicara dalam Ngaji Kentong Ramadhan 1447 H PWNU Jatim bertema “Literasi dan Kreativitas, Kontemplasi di Arus Deras Informasi” bersama Afif Hidayatul MH (aktivis Gerakan Literasi Lesbumi PWNU Jatim), Riadi menjelaskan
gaya bicara yang tidak kompeten itu cenderung olok-olok, bukan kritik.

“Untuk itu, kita sebagai manusia yang diberi kemampuan berpikir, mari kita manfaatkan Ramadhan untuk jeda dan melakukan kontemplasi di tengah arus informasi, kita teladani kiai-kiai yang sejak dulu suka menulis, karena itu jangan hanya mengonsumsi HP tanpa menulis yang kreatif,” katanya.

Ia mencontohkan Taman Bungkul di Surabaya bisa diceritakan dari banyak sisi, baik lokasinya maupun kuliner yang ada. “Cara paling mudah untuk kreatif dan bukan hanya konsumen adalah kembangkan imajinasi. Bisa juga dengan membuat catatan harian dan ikuti ruang diskusi, misalnya di kafe,” katanya.

Hal yang sama juga ditegaskan Afif Hidayatul MH selaku aktivis Gerakan Literasi Lesbumi PWNU Jatim. “Sebenarnya, anak-anak Gen Z atau Gen Alpha itu bukan malas baca tapi bacaannya hanya konten-konten singkat, karena itu perlu akses bacaan yang sesuai minat mereka, misalnya cerita yang diulas dengan kemasan gambar dan bahasa yang cocok,” katanya.

Ia menyarankan pola konsumsi media tanpa sadar dan kompetensi akan memudahkan terjebak hoaks. “Seperti soal mantan Menkeu Ibu Sri Mulyani yang sempat ramai, ternyata buatan AI. Ini tantangan, jangan telan mentah-mentah bacaan digital, mending bacaan fisik yang memiliki basis data,” katanya.

Dalam Ngaji Kentong Ramadhan 1447 H PWNU Jatim sebelumnya (27/2), Ketua Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP) PWNU Jatim KH Shodiqun Karim SH MKn dan pengurus Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PWNU Jatim DR Jamil SH MH juga menekankan bahwa dasar paling kuat secara hukum adalah bukti tertulis. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

Semarakkan Munas-Konbes NU, ISNU Jawa Timur Gelar Halaqoh Nasional di UIT

NBI Usulkan Duet Kiai Alim dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026-2031 

PWNU Jatim Siap Sukseskan Munas-Konbes NU di Ploso, Kediri

Menjelang Muktamar, Forum Aktivis NU Jatim Serukan Ulama Kembali Menjadi Penunjuk Arah Organisasi

Relawan 33 LPBI PCNU se-Jatim dilatih SIG Pemetaan Bencana

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Iftar/Berbuka di Gaza Utara, IKA Unair Bangkalan Bagikan Donasi kepada 370 Warga Palestina
Next Article Sahur Keliling, Nyai Sinta Nuriyah Ajak Dhuafa dan Kaum Marjinal

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

MUKTAMAR BERKAH TANPA RISYWAH HASANAH
Kolom
OPOP Jatim dan Unair Perkuat Langkah Koppontren Menuju Koperasi Modern
Sospol
Unusa Dipercaya sebagai Mitra Strategis dalam Konferensi Internasional Pengembangan Sektor Wisata Kesehatan
Sospol
Masjid Al-Akbar Bagikan Ratusan Irisan/Kupasan Melon Hasil Panen kepada Jamaah
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Lesbumi PBNU Adakan Muktamar Kebudayaan Indonesia di UNWAHA Jombang, 12-14 Juni 2026

12/06/2026
Nahdliyyin

Mendesak, Literasi Digital Warga NU

11/06/2026
Nahdliyyin

Ratusan Mahasiswa-Santri PWNU-PTN-PTNU dari Surabaya Ikuti “Daurah Aswaja 2026”

07/06/2026
Nahdliyyin

MDS Rijalul Ansor dan Pesantren Al Yasmin Lestarikan Ngaji Kitab Kuning ala Anak Muda

07/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?