Bondowoso, radar96.com – Upaya membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba dilakukan Mahasiswa KKN Universitas Bondowoso Posko 3 melalui sosialisasi anti narkoba di MTs Nurul Islam. Kegiatan tersebut menggandeng Polsek Tlogosari dan Puskesmas Tlogosari dengan mengusung tema “Membangun Generasi Berintegritas Melalui Edukasi Bahaya Narkoba.”
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi para siswa untuk mengenali bahaya narkoba sejak dini, sekaligus memahami bahwa penyalahgunaan narkotika tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat menyeret seseorang pada persoalan hukum dan merusak masa depan.
Sosialisasi tersebut turut dihadiri LPPM Universitas Bondowoso, Camat Tlogosari, Koramil, Kepala Desa Jebung Lor, serta pihak MTs Nurul Islam. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan kerja bersama, bukan hanya mengandalkan satu institusi.
Dari unsur kepolisian, Aiptu Ronaldo V.A. dari Polsek Tlogosari memberikan pemahaman mengenai aspek hukum dan konsekuensi yang dapat muncul akibat penyalahgunaan narkoba.
Para siswa dikenalkan pada pentingnya memahami aturan hukum sejak dini agar tidak mudah terjerumus dalam lingkungan pergaulan yang dapat membawa mereka pada tindakan melanggar hukum.
Sementara dari sisi kesehatan, Iva Hafidatus S., S.Kep.Ns. dari Puskesmas Tlogosari menjelaskan dampak penyalahgunaan narkoba terhadap tubuh dan kehidupan seseorang.
“Narkoba tidak hanya berisiko merusak kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi mental, hubungan sosial, pendidikan, hingga masa depan penggunanya,” katanya.
Penyampaian materi berlangsung secara interaktif sehingga siswa tidak hanya menjadi pendengar. Mereka diajak memahami berbagai risiko penyalahgunaan narkoba sekaligus membangun keberanian untuk mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi tekanan lingkungan maupun pergaulan.
Bagi Mahasiswa KKN Universitas Bondowoso Posko 3, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pengabdian yang memiliki dampak langsung terhadap generasi muda.
Edukasi dianggap menjadi salah satu langkah penting karena pencegahan tidak harus menunggu seseorang terjerumus. Pengetahuan mengenai bahaya narkoba perlu diberikan sejak dini agar siswa memiliki bekal untuk mengenali, menolak, dan menjauhi penyalahgunaan narkotika.
Sinergi antara mahasiswa, kepolisian, tenaga kesehatan, pemerintah, dan lembaga pendidikan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan aman.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian untuk berkata tidak terhadap narkoba, menjaga pergaulan, serta bertanggung jawab terhadap masa depan mereka.
“Sebab membangun generasi berintegritas bukan hanya tentang mengajarkan apa yang harus dilakukan, tetapi juga membekali mereka keberanian untuk menolak hal-hal yang dapat menghancurkan masa depan,” katanya. (*/Rif)



