Blitar. Radar96.com. Rumah Sedekah NU bersama Para Mitra menggelar study tour serta santunan anak yatim dan dhuafa, Kamis (27/10/22) kemarin.
Pada kesempatan kali ini Rumah Sedekah NU memberikan santunan dengan sedikit berbeda dari sebelum-sebelumnya, yakni dengan konsep edutrip. Santunan kali ini dilaksanakan di kawasan wisata Kampung Cokelat, tepatnya di Jl Bantengblorok No 18 Desa Plosorejo RT 01/06 Kademangan, Kabupaten Blitar.
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Islam Malang bersama beberapa wakil rektor, ini berlangsung meriah. Terlihat wajah bahagia para anak yatim dan dhuafa yang berjumlah kurang lebih 35 anak ketika sampai di lokasi.
“Kami berangkat pada pukul 07.00 WIB dengan titik kumpul di Unisma menggunakan transportasi bus Unisma. Perlu diketahui acara kami mendapat dukungan penuh dari Unisma,” ujar Agus Susanto selaku ketua Pelaksana pada acara tersebut.
Sebelum menuju lokasi santunan, anak yatim dan duafa terlebih dahulu makan pagi di warung sego sambel peyek di daerah Sananwetan Kota Blitar. Warung ini juga merupakan mitra Rumah Sedekah NU yang dengan ikhlas membagikan hidangan sarapan. Kegiatan berikutnya, dilanjut menuju lokasi utama yaitu Kampung Coklat. Kampung Coklat yang didesain dengan ciri khas coklat kekinian membuat kesan yang menyenangkan untuk anak yatim rekreasi sekaligus belajar.






Anak yatim dan dhuafa langsung menuju ke Musholla Al Mu’min untuk melaksanakan shalat dhuhur berjamaah dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Inisiator Rumah sedekah NU, KH Noor Shodiq Askandar.
Acara dilanjutkan dengan jelajah Kampung Cokelat yang dipimpin langsung Kak Rahman. Ia menjelaskan secara umum tentang cokelat dan dilanjutkan oleh Kak Yuli dengan edukasi tentang cara mengelola bibit pohon sampai dengan proses pembuatan cokelat.
Terlihat, anak yatim dan dhuafa sangat antusias dengan penjelasan tersebut. Sebelum kegiatan santunan dilaksanakan, ada penampilan dari cokelat gambus yang menghibur para anak yatim dan duafa.
Dalam kesempatan itu Kiai Noor Shodiq Askandar mengucapkan terima kasih kepada Kampung Coklat yang telah memberikan ruang atau tempat untuk kegiatan sosial ini dan mengucapkan syukur alhamdulillah atas diraihnya Akreditasi Unggul Unisma serta berterima kasih juga ke para mitra Rumah Sedekah. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada anak yatim dan dhuafa yang telah hadir. “Yatim dan Dhuafa ini telah menyelamatkan kita karena kalau kita tidak peduli pada mereka, kita termasuk pendusta agama. Kita tidak boleh terlalu bangga mengajak anak yatim tapi dengan adanya anak yatim kita harus berterima kasih” tegas Gus Shodiq di sela-sela sambutannya
“Saya takjub dan heran, pemilik kampung coklat dengan perkembangan yang luar biasa, saya yakin ini dikelola dengan hati dan saling mendoakan. Begitu juga dengan Unisma dan Rumah sedekah dan pastinya tujuannya untuk mendapatkan Ridho dari Allah. Dengan kedatangan anak yatim, ini merupakan momen spirit kita untuk semakin semangat mengelola lembaga kami,” jelas Rektor Unisma, Prof Dr H Masykuri, MSi memberikan kesan dan harapan dalam acara tersebut. Selain itu, Rektor juga menginginkan kedepannya, Unisma akan bekerja sama dan kolaborasi dengan kampung coklat dengan mengirimkan beberapa mahasiswa untuk magang di Kampung coklat.
Sementara itu, dari perwakilan Kampung Coklat juga menyampaikan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada semua pihak khususnya rumah sedekah yang terus mengadakan kolaborasi dengan kampung coklat., Kampung coklat juga siap membuka pintu selebar-lebarnya kepada semua mitra rumah sedekah jika ingin bekerja sama dengan kampung coklat. “Saya berharap kegiatan positif semacam ini terus berlanjut dan bisa diistiqomahkan, ini adalah momen kita semua untuk terus bermanfaat kepada orang lain” tegas Bapak Kholid Musthofa, pemilik Kampung Cokelat Blitar.
Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama dan penandatangan MoU antara Universitas Islam Malang, Kampung cokelat dan LP Ma’arif Jatim.
Pewarta : Tim Redaksi Manbaul Ulum

