By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: RMI Ajak Pesantren Menangkan Pertarungan Narasi di Era Digital
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > RMI Ajak Pesantren Menangkan Pertarungan Narasi di Era Digital
Nahdliyyin

RMI Ajak Pesantren Menangkan Pertarungan Narasi di Era Digital

08/05/2024 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Pesantren sebagai lembaga pendidikan keimanan, akhlak, ilmu sekaligus pengamalannya kian mendapat kepercayaan masyarakat, termasuk dari masyarakat kelas menengah dan masyarakat kota, karena itu pesantren harus mampu memahami logika dan kebutuhan masyarakat kota yang cenderung lebih terbuka dalam memberikan kritik dan komentar, khususnya melalui sosial media, sehingga kalangan pesantren perlu memiliki kemampuan membangun pesan publik untuk memenangkan pertarungan narasi di era digital.

Demikian kesimpulan diskusi terfokus bertema “Pendidikan Pesantren, Media dan Spiritualitas Masyarakat Kota” yang diadakan oleh PWNU Jawa Timur bersama asosiasi pesantren NU yang tergabung dalam Rabithah Ma’ahadil Islamiyah (RMI) di Aula KH Bisri Syansuri PWNU Jatim, melalui siaran pers yang diterima, Rabu.

Dalam diskusi pra halal bihalal PCNU se-Jatim (7/5) itu, narasumber yang hadir antara lain KH. M. Iffatul Lathoif Zainuddin atau Gus Thoif (Ketua RMI PWNU Jatim), Ivan Aulia Ahsan (Pemimpin Redaksi NU Online), Hari Nugroho (Alvara Research), jurnalis senior NU, Riadi Ngasiran, dan CEO TV9 Nusantara, Hakim Jayli.

Hakim Jayli mengungkapkan Era digital dan media sosial ini adalah era perang narasi, karena itu pesantren harus siap ke sana agar nggak jadi bulan-bulanan media digital. Pesantren perlu meningkatkan kemampuannya memahami dan menyusun narasi, bersama media demi memenangkan pertarungan wacana dan perang narasi.

“Guyonan ala pesantren yang saling serang antar teman itu merupakan pendidikan mentalitas, tapi media yang nggak paham pesantren akan menilai ada bullying. Ini yang perlu diluruskan,” katanya.

Hakim menegaskan, kalangan media, khususnya media NU siap membantu pesantren dalam perang narasi itu, utamanya dalam penanganan isu atau kasus khusus yang menimpa pesantren dan menjadi sorotan publik.

Ajakan serupa juga disampaikan Pemimpin Redaksi NU Online, Ivan Aulia Ahsan, yang mengajak kalangan pesantren untuk melawan framing dari media yang tak paham dunia pesantren.

“Ada dua framing media yang menyasar dunia pesantren yakni pelecehan seksual dan bullying, padahal guyonan ala pesantren itu sudah biasa dan sudah ada sejak dulu, namun tujuannya semacam guyon saja untuk menguji mentalitas teman sekamar atau sekadar membunuh sepi,” katanya.

Namun, kalangan pesantren juga tidak perlu terlalu buru-buru memakai UU ITE, melainkan cukup bersabar dengan memberi penjelasan dan menerima permohonan maaf, agar kalangan non-pesantren memberi apresiasi dan simpati.

Sementara itu, peneliti Alvara Research, Hari Nugroho mengajak pesantren mampu membaca data dan fenomena masyarakat kota atau masyarakat urban yang hari ini yang kian religius dan menjadikan agama sebagai hal utama dalam kehidupannya, bahkan masyarakat NU yang urban kini diperkirakan sudah mencapai 60-65 persen.

Namun demikian, masyarakat kota cenderung lebih berisik, mudah melakukan komplain dan kritik terhadap apapun yang tidak sesuai dengan harapannya, termasuk tentang pesantren melalui media sosial.

“Tren Masyarakat kota memilih pendidikan Islam dan memondokkan anaknya di pesantren kian meningkat, karena itu harus sigap mengantisipasi, misalnya keterbukaan memberikan informasi yang dibutuhkan mereka,” ujar Hari.

Ketua RMI Jatim, Gus Thoif berharap RMI dan pesantren dengan diskusi kali ini akan lebih membuka diri dalam bekerjasama untuk mengoptimalkan menyusun narasi tentang substansi dan kelebihan pendidikan pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin, dan sigap memanfaatkan media ketika ada kritik dan sorotan publik kepada pesantren.

Beberapa kali pesantren disorot karena kasus tertentu, yang kalau dibiarkan dan terjadi berulang bisa tidak baik bagi nama pesantren. “Selain pesantren harus mampu menjawab saat disorot, tetapi kita juga harus lihai menyampaikan keluhuran misi pesantren dalam mendidik akhlak ilmu generasi bangsa melalui medja,” harap Gus Thoif.  (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

Jelang Muktamar NU ke-35, ISHARI gelari KHA Wahab Hasbullah sebagai “Bapak ISHARI”

Lengkapi Istighotsah Kubro dengan Aksi Sosial Santuni 84 Anak Yatim

Ketua PCNU Sidoarjo Ingatkan Amanah dan Niat Pengabdian di NU

KH Yusuf Hasyim Penuhi Syarat sebagai Pahlawan Nasional

Gus Afif Pimpin Silaturahmi PKB ke PCNU, Perkuat Hubungan dan Perjuangkan Aspirasi Umat

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Nabi Muhammad Saja Membaca Al-Qur’an di Kuburan
Next Article Bappenas: Penguatan Atase Kepolisian dan Staf Teknis Polri Penting Tanggulangi Kejahatan Transnasional

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Tiga Prodi Unusa Raih Hibah Program Penguatan PTS
Sospol
Universitas Bondowoso Tantang Mahasiswa KKN Jadi Agen Transformasi Desa Berbasis Digital
Uncategorized
Kolaborasi Pemuda, DPRD, dan Mahasiswa Warnai Aksi Sosial PEMBERSATU Bondowoso di Desa Taman
Sospol
Paving Blok Pesantren Angkat Nilai Sampah Plastik jadi Peluang Ekonomi
Ekraf

You Might also Like

Nahdliyyin

Jelang Muktamar ke-35, Kiai Imam Jazuli dan Gus Kikin Diskusikan NU Abad Kedua

12/07/2026
Nahdliyyin

Gus Yahya: Delegasi Indonesia ke Iran Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Perdamaian

11/07/2026
Nahdliyyin

Mengembalikan Muktamar NU ke-35 kepada Maslahat, Bukan Kontestasi

11/07/2026
Nahdliyyin

Sowan PCNU Kota Surabaya, PKS Siap Wujudkan Tokoh NU sebagai Nama Jalan di Surabaya

08/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?