By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Bappenas: Penguatan Atase Kepolisian dan Staf Teknis Polri Penting Tanggulangi Kejahatan Transnasional
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Bappenas: Penguatan Atase Kepolisian dan Staf Teknis Polri Penting Tanggulangi Kejahatan Transnasional
Sospol

Bappenas: Penguatan Atase Kepolisian dan Staf Teknis Polri Penting Tanggulangi Kejahatan Transnasional

08/05/2024 Sospol
SHARE

Jakarta, radar96.com – Nuzula Anggraini dari Bappenas menilai bahwa Atase Kepolisian dan Staf Teknis Polri berperan penting dalam penanggulangan kejahatan transnasional, perlindungan WNI, hingga kerjasama operasional dan pemgembangan jaringan kemitraan.

“Karena itu perlu penguatan Atase Kepolisian dan Staf Teknis Polri dalam aspek kebijakan, sistem, metode, manajemen operasional maupun mekanisme hubungan kerja dengan mempertimbangkan sumber daya yang tersedia. Maka perlu diidentifikasi negara negara prioritas yang memerlukan kehadiran Atase Kepolisian dan Staf Teknis Polri dengan penempatan secara bertahap,” paparnya.

Hal itu disampaikan dalam Forum Group Discussion (FGD) dengan Tema: “Optimalisasi Diplomasi Internasional Polri Dalam Rangka Penanganan Kejahatan Transnasional Melalui Penguatan Atase dan Staf Teknis Polri” yang diadakan Kompolnas bekerjasama dengan Div.Hubinter Mabes Polri di Pusat Misi Internasional Polri, Serpong Selatan, Selasa (7/5/2024).

Selain Nuzula Anggraini dari Bappenas, Narasumber lain adalah Sekjen Kementerian Luar Negeri Cecep Herawan, Komjen Pol (Purn) Prof. Dr. H. Iza Fadri, Dubes RI untuk Myanmar 2018-2023, serta Kabareskrim Polri diwakili Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro.

FGD kali ini dihadiri berbagai pihak sekira 230 peserta mulai dari Anggota Kompolnas, Pimpinan Satker Mabes Polri, Divhubinter, Atase Kepolisian beberapa negara dan Staf Teknis, Tim Koor Interpol, Atase Kepolisian Negara Mitra, Akademisi Perguruan Tinggi, hingga peserta didik Sespimti, PKN Tingkat 1, Serdik Sespimen hingga Mahasiswa PTIK.

Keynote Speech dibacakan oleh Irjen Pol. (Purn) Benny J. Mamoto mewakili Ketua Kompolnas, Marsekal TNI (Purn). Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., yang pada waktu bersamaan memdampingi Presiden Joko Widodo.

Data kejahatan transnasional lintas negara dari tahun 2021 hingga 2023 terus meningkat tajam secara signifikan. “Oleh karenanya, kami berharap ikhtiar penguatan Atase Kepolisian sebagai bagian dari optimalisasi Diplomasi Internasional Indonesia akan bisa tercapai terkhusus kaitannya meninimalisir kejahatan transnasional lintas negara dan perlindungan hukum bagi WNI”, paparnya.

Selaras dengan itu, Anggota Kompolnas Irjen Pol. (Purn) Drs. Pudji Hartanto Iskandar, M.M., dalam sambutan testimoninya menuturkan bahwa pada saat masih aktif sebagai Anggota Polri dulu pihaknya melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat mengunjungi Atase Kepolisian, terus baru baru ini Kompolnas melakukan kunjungan kerja ke Eropa; Jerman dan Belanda dengan melihat secara langsung.

“Rupanya tidak ada yang berubah kondisi Atase Kepolisian, yakni tata kerja Atpol hingga kini masih dengan model tata kerja manajemen ‘Tukang Bakso’, semua kegiatan dihandel sendiri dalam berbagai kegiatan tanpa memiliki staf dalam segala urusan kinerja kepolisian,” katanya.

Padahal, diluar negeri tantangannya semakin banyak seiring perhatian besar Indonesia dalam Diplomasi Internasionalnya meminimalkan kejahatan transnasional, kejahatan siber, TPPO, Tindak Pidana Narkotika, Pencucian Uang, Kejahatan Kehutanan dan Satwa Liar Kejahatan Perikanan, Perdagangan Benda Illegal Cagar Budaya yang dalam praktiknya selalu melibatkan para pelaku kejahatan lintas negara.

Sekjen Kemlu, Cecep Herawan menyampaikan sesuai arahan Presiden bahwa Pola Pembentukan Organisasi harus didesain secara tepat ukuran, tepat fungsi dan tepat prosesnya. Oleh karenanya dalam optimalisasi Atase Kepolisian juga harus mengikuti kebijakan tersebut mengingat pentingnya keterlibatan semua unsur dalam fungsi Diplomasi Internasional.

“Bahwa Atase Kepolisian dan Staf Teknis Polri adalah bagian integral satu kesatuan perwakilan Diplomasi RI di luar negeri”, tuturnya.

Sementara itu, Kadiv. Hubinter Mabes Polri, Irjen Pol. Krisna Murti menyatakan sepenuhnya sependapat dengan apa yang selama ini telah dilakukan, dikoordinasikan dan dikomunikasikan Kementerian Luar Negeri kepada Div. Hubinter Polri.

“Kerjasama kami selama ini telah terjalin dengan sangat baik terutama terkait dalam upaya sama sama mengoptimalisasikan Diplomasi Internasional. Bahkan Polri saat ini telah diminta oleh Negara negara sahabat untuk memberikan pelatihan pelatihan khusus kepada Anggota Kepolisian Negara lain. Polri telah memiliki modal kapital cukup memadai yang dapat diperlukan dalam pengembangan Diplomasi Internasional Indonesia yang sangat dibutuhkan dimana Kementerian Luar Negeri sebagai leading sektornya”, jelasnya.

FGD kali ini dimoderatori Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto selaku Anggota Kompolnas dan dibersamai Anggota Kompolnas Harian lainnya, Dr. Yusuf Warsyim, H. Mohammad Dawam, S.H.I., M.H., dan Poengky Indarti, L.L.M. (*/mz)

Iklan.

You Might Also Like

IPNU-IPPNU dan LBH Ansor Perkuat Advokasi dan Kesadaran Hukum Pelajar

100-an Santri Ikuti “Ngaji Soccer II” di Masjid Al-Akbar

Pemuda Asal Hongkong Resmi Memeluk Islam di Kota Probolinggo

Masjid Al-Akbar Surabaya Sembelih Sapi Presiden, Gubernur, dan Puluhan Sapi-Kambing

Prof.Dr.KH. Nazaruddin Umar, Menteri Agama RI Menyerahkan Sapi Qurban kepada PWNU Jawa TImur

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article RMI Ajak Pesantren Menangkan Pertarungan Narasi di Era Digital
Next Article Kemenag dan Kerajaan Saudi Agendakan Festival Internasional di Masjid dan Pesantren

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

OPOP Jatim Hadiri Silaturahmi dan Temu NU Sedunia, Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin
Nahdliyyin
PBNU “Roadshow” 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional “Pesantren Ramah Anak”
Nahdliyyin
Luncurkan GISNU, LAZISNU PCNU Sidoarjo Targetkan Manfaat Lebih Luas dan Merata
Nahdliyyin
603 Siswa Ikuti Seleksi Beasiswa PWNU Jatim bersama 17 PTN/PTS/PTNU
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Di hadapan 40.000 Jamaah Masjid Al-Akbar, Prof Halim Soebahar: Idul Adha Ajarkan Kesabaran Paling Tinggi

27/05/2026
Sospol

PWNU Jatim Terima Sapi Kurban 1,1 ton dari Gubernur Jatim

26/05/2026
Sospol

Pertajam Fokus Kerja, Departemen Media PDUF MUI Jatim Bentuk 4 Divisi

26/05/2026
Sospol

DMI Jatim Siagakan 1.000 Jagal Hewan Kurban Masjid se-Jatim

25/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?