By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Hargai Nilai Kemanusiaan, Fatayat NU Jatim Ingatkan Pentingnya Jurnalisme Damai
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Hargai Nilai Kemanusiaan, Fatayat NU Jatim Ingatkan Pentingnya Jurnalisme Damai
Nahdliyyin

Hargai Nilai Kemanusiaan, Fatayat NU Jatim Ingatkan Pentingnya Jurnalisme Damai

17/07/2024 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Di tengah suatu konflik dan ketegangan dalam masyarakat, menjadikan kedua belah bertikai, jurnalis harus tetap menjaga sikap profesionalitasnya. Satu kata kunci menjadikan prinsip dasar jurnalisme damai adalah penghargaan pada nilai kemanusiaan.

Dalam kode etik jurnalistik, seorang jurnalis harus independen, akurat dan berimbang. Prinsip dasar ini sama dengan moderasi beragama yakni adil dan berimbang.

Hal itu terungkap dalam kegiatan Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama Jawa Timur, pada pelatihan jurnalistik dengan melibatkan sejumlah content creator dan jurnalis media massa, di Surabaya, Selasa-Kamis (16-18/7/2024).

Kegiatan yang terselenggara atas Kerjasama International NGO Forum on Indonesian Development tersebut berupaya membangun literasi digital yang berperspektif inklusif dan positif untuk disajikan kepada masyarakat.

Pengalamannya saat melakukan liputan terkait dengan agama, khususnya saat peristiwa serangan teror di Surabaya tahun 2018.
Pemberitaan teror itu banyak dituliskan oleh media asing.

Dalam presentasinya, Riadi Ngasiran, jurnalis senior NU mengingatkan, ketika masyarakat berkonflik konsep jurnalisme damai sangat penting dipraktikkan. Jurnalisme damai menjadi pers berperan mendamaikan dalam penyelesaian konflik dan bukan justru menjadikan konflik kian menganga.

“Dalam kaitan ini dikembangkan jurnalisme damai: melakukan riset terlebih dahulu dan menjumpai narasumber yang meyakinkan,” tuturnya.

Menurut mantan Pemred Majalah Aula ini, pada saat meliput konflik agama yang menjadi pegangan ketika menulis adalah kekerasan apapun yang mengatasnamakan agama yang menjadi ancaman terbesar adalah tindakan pelaku, BUKAN agamanya.

“Memang, sejauh ini pemberitaan tentang agama masih sebatas kegiatan seremonial dan peristiwa. Jurnalis harus juga mengangkat pemberitaan agama dari sisi kemanusiaannya untuk memberikan citra positif,” tutur Riadi.

Khadam Media Center PWNU Jatim yang juga editor senior ngopibareng.id itu menekankan pentingnya pemahaman para jurnalis untuk mempromosikan perdamaian dan bukanlah memberitakan kekerasan atas nama agama.

Dalam kegiatan diikuti sejumlah content creator dan jurnalis media massa itu, selain Riadi Ngasiran, juga mengundang narasumber Fikry Emeraldien (Dosen UINSA), Tedi Kholiludin (ELSA), Miftah Faridl (AJI), dan Pendeta Andre.

Sementara itu, Ketua Fatayat NU Jatim, Dewi Winarti saat membuka kegiatan ini menegaskan komitmen organisasi yang dipimpinnya untuk aktif di tengah masyarakat dalam menyelesaikan masalah.

Bagaimana dengan kaitan dunia jurnalistik? “Ini kami merespons kondisi hari ini dimana masyarakat kita cukup bebas dalam mengakses informasi apapun,” ujarnya.

Pihaknya berharap, dengan terbangunnya komunikasi yang baik dapat saling berbagi informasi dalam membangun komitmen pemberitaan yang inklusif.

“Sehingga perlu literasi digital yang inklusif dan positif ini disajikan dengan baik dibantu oleh rekan-rekan jurnalis,”kata perempuan yang akrab disapa mbak Dewi ini.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuat sejumlah kalangan dengan mudah menyajikan informasi dalam bentuk pemberitaan maupun konten sosial media. Tidak jarang informasi yang disajikan tidak cukup inklusif dan memicu perpecahan.

“Seringkali kita melihat pemberitaan yang tidak cukup inklusif dan memicu perpecahan,” ungkap Dewi Winarti.

Sebagai organisasi yang turut memperjuangkan hak-hak kesetaraan terhadap kelompok perempuan, Dewi Winarti juga menekankan kesadaran dalam membangun kontra narasi negatif dan menciptakan nilai-nilai kesetaraan dan inklusifitas.

“Sehingga tidak hanya berimbang, pemberitaan yang disajikan ke masyarakat dapat mengedepankan nilai-nilai kesetaraan dan inklusivitas,”katanya. (*/my)

Iklan.

You Might Also Like

Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa

Pasangan KH Mahmud Markatam dan H Fathul Ibad Kembali Pimpin MWCNU Sukodono, Siap Optimalkan Lembaga dan Khidmat Nahdliyin

Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya jadi tempat uji kompetensi bagi tour leader internasional

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng PWNU Jatim untuk Perlindungan Pekerja Informal

KH Mutawakkil Mengundurkan Diri Dari MUI Jatim

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article FKPT Jatim Libatkan Kelompok Moderat Lakukan Survei Indeks Potensi Radikalisme
Next Article UNUJA Jajaki Kerja Sama Internasional di China

Advertisement



Berita Terbaru

MEMBINCANG PELUANG SUARA, DALAM ARAH KOALISI MUKTAMAR NU KE 35
Kolom
Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom
Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur
Sospol
Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

Gus Kikin Hadiri Tahlil Hari Ketujuh KH Moch Chisni Umar Burhan di Gresik

23/04/2026
Nahdliyyin

Hari Bumi, Pokja Perhutanan Sosial PWNU Jatim Ajak Warga NU Rawat Jagat, Lestarikan Hutan

23/04/2026
Nahdliyyin

LAZISNU se-Jatim Kelola Rp208 Miliar Dana ZIS selama Ramadhan 1447 H

21/04/2026
Nahdliyyin

Ketua PWNU Jatim Siap Dipilih dan Tidak Dipilih dalam Muktamar Ke-35 NU

19/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?