Malang, radar96.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), yang diketuai Dr. Mufarrihul Hazin, mengadakan pelatihan dakwah digital di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, Malang, Sabtu (10/8).
Kegiatan yang dihadiri oleh pengasuh pesantren, beserta para ustadz lainnya, itu diikuti oleh 40 santri.
Acaranya dibuka pengasuh pesantren, Ustadz Mohammad Nafi.

Dalam sambutan pembukaan, Ustadz Mohammad Nafi menekankan pentingnya adaptasi dakwah dalam era digital. Ia berharap para santri mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana efektif dalam menyebarkan nilai-nilai Islam.
“Dakwah tidak boleh ketinggalan zaman. Melalui pelatihan ini, semoga santri-santri kita bisa menjadi pioner dalam dakwah digital,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unesa, Prof. Dr. Muhammad Turhan Yani, menggarisbawahi komitmen UNESA dalam mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang dakwah digital.
“Kerjasama antara perguruan tinggi dan pesantren seperti ini sangat strategis dalam menghadapi tantangan dakwah di era modern. Kami berharap, pelatihan ini bisa menjadi awal dari inovasi-inovasi dakwah yang lebih kreatif dan efektif,” kata Prof. Turhan.
Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas santri dalam berdakwah melalui platform digital, menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Rangkaian kegiatan ini terbagi dalam empat materi utama yang disampaikan oleh para ahli di bidangnya.
Sesi pertama dibuka dengan materi “Konsep Dasar Dakwah Digital” yang disampaikan oleh Prof. Dr. Muhammad Turhan Yani. Ia menjelaskan pentingnya pemahaman mendasar tentang dakwah digital sebagai upaya menyebarkan pesan-pesan Islam melalui media yang relevan dengan zaman ini.
Sesi kedua dilanjutkan dengan materi “Pembuatan Konten Dakwah Digital” oleh Ahmad Abdullah Zawawi. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan dengan teknik dan strategi dalam membuat konten dakwah yang menarik dan efektif, baik secara visual maupun naratif.
Materi ketiga oleh Dr. Mufarrihul Hazin mengangkat tema “Manajemen Platform Media Sosial untuk Dakwah.” Pada sesi ini, peserta dibimbing tentang cara mengelola platform media sosial seperti Instagram, YouTube, dan Facebook sebagai media dakwah yang dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
Setelah selesai materi, para santri diberi kesempatan untuk mempraktikkan ilmu yang telah mereka dapatkan. Dalam sesi praktik ini, mereka secara langsung membuat dan mengelola konten dakwah digital di bawah bimbingan para pemateri, sehingga ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan.
Dr. Mufarrihul Hazin selaku ketua Tim PKM Unesa, menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat membekali para santri dengan keterampilan dakwah yang relevan di era digital, serta mampu mengoptimalkan media sosial sebagai sarana dakwah yang efektif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PKM UNESA dalam mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam memanfaatkan teknologi untuk dakwah dan penyebaran nilai-nilai Islam yang moderat. (*/my)



