Jombang, radar96.com – Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jawa Timur terus berkomitmen meningkatkan kapasitas intelektual penerima manfaat beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, diantaranya melalui workshop penulisan karya ilmiah yang diperuntukkan mahasiswa doktoral dan mahasantri Ma’had Aly Marhalah Tsaniyah.
Workshop ini dilaksanakan selama bulan November 2024 di berbagai lokasi, seperti 45 mahasantri Ma’had Aly Marhalah Tsaniyah dari Tebuireng, Lirboyo, dan Sukorejo berkumpul di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jumat (15/11), untuk mengikuti pelatihan yang dirancang mendalam.
Dalam sambutannya, Prof. Abdul Halim Soebahar, Guru Besar UIN KHAS Jember, menekankan bahwa pesantren adalah aset intelektual Islam khas Nusantara. Menurutnya, dalam hal teoritik dan gagasan, kualitas intelektual mahasantri Ma’had Aly tidak kalah dengan perguruan tinggi lainnya.
“Ma’had Aly adalah suplier ulama Indonesia di masa depan,” ujarnya. Ia juga menyoroti kekayaan literatur keagamaan (turath) yang menjadi keunggulan pesantren.
Prof. Abdul Halim menjelaskan bahwa workshop ini bertujuan untuk memperkuat publikasi karya ilmiah berbasis pesantren, yang dapat memberikan dampak signifikan bagi masyarakat dan pemerintah Jawa Timur.
Sementara itu, Sekretaris LPPD Jatim, Prof. Achmad Muhibin Zuhri, menjelaskan bahwa workshop penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa doktoral dipusatkan di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember pada Senin (4/11/2024). Peserta berasal dari UIN Sunan Ampel Surabaya, Unisma, UIN Tulungagung, IAIN Kediri, dan UIN KHAS Jember.
LPPD menghadirkan narasumber ahli di bidang khazanah pesantren, antara lain Prof. Masdar Hilmy, Ph.D (Direktur Pascasarjana UIN Sunan Ampel), Prof. Dr. Ahyak, M.Ag (Direktur Pascasarjana UIN Satu Tulungagung), serta Mudir Ma’had Aly dari Sukorejo, Lirboyo, dan Tebuireng.
Para peserta diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah berupa riset, jurnal, dan buku yang bermanfaat luas bagi masyarakat Jawa Timur. “Karya-karya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan intelektual dan sosial masyarakat,” tutup Prof. Abdul Halim.
Workshop ini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan generasi ulama intelektual yang tidak hanya memahami khazanah keilmuan Islam tetapi juga mampu berkontribusi dalam konteks keindonesiaan dan global.(*/lpdp)



