Surabaya, radar96.com – Sertifikasi pembimbing manasik haji dan umrah profesional dijadikan salah satu program unggulan Lembaga Dakwah (LD) PBNU, sebagaimana disampaikan oleh Ketua LD PBNU, Dr KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab) saat memberikan pengarahan tentang Standarisasi Imam Khotib di Universitas Islam Malang (Unisma), pada Sabtu (15/2).
“LD PBNU memberikan amanah kepada LD PWNU Jawa Timur untuk menyelenggarakan program sertifikasi pembimbing manasik haji dan umroh professional,” jelas Gus Aab.
Menindaklanjuti amanat tersebut, LD PWNU Jawa Timur langsung menggelar musyawarah pengurus pada Selasa (18/2). Sekretaris LD PWNU Jawa Timur, Dr KH Khoirul Anwar menuturkan bahwa hasil musyawarah pengurus pada Selasa (18/2) disepakati pelaksanaan program tersebut pada Sabtu hingga Kamis, 26-31 Juli 2025 di salah satu hotel di Batu.
“LD PWNU Jawa Timur telah memutuskan untuk memberi bekal pembimbing haji dan umroh bagi kader NU. Untuk itu para kader NU sudah dapat mendaftar ke LD PCNU masing-masing se-Jawa Timur,” jelasnya.
Ketua LD PWNU Jawa Timur Dr KH Syukron Djazilan Badri menjelaskan bahwa amanat dari LD PBNU tersebut telah langsung ditindaklanjuti dengan membuat Perjanjian Kerja Sama dengan Universitas Islam Negeri Sayid Ali Rahmatullah Tulungagung yang dilakukan di Surabaya pada Senin (17/2) dan sekaligus memohon izin pada Kabid PHU Kanwil Kemenag Jatim pada hari yang sama. Setelah serangkaian proses di atas dijalankan, LD PWNU Jawa Timur memutuskan menggelar kegiatan tersebut pada akhir Juli 2025.
“LD PWNU Jawa Timur berkomitmen menyiapkan kader NU untuk menjadi pembimbing haji dan umrah profesional. Mereka akan dibekali pengetahuan dan pemahaman fiqih yang komprehensif dan kontemporer terkait haji dan umroh,” jelas Abah Syukron.
Masih menurut salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya itu, surat tugas telah diberikan kepada Wakil Ketua LD PWNU Jawa Timur, KH Imam Mawardi Ridlwan dan Dr H Syarif Thoyib sebagai penanggung jawab. Sedangkan ketua pelaksana diamanatkan kepada Wakil Sekretaris LD PWNU Jawa Timur, KH Ali Zainal Abidin.
Masih menurut Abah Syukron, dalam pelaksanaan nantinya LD PWNU Jawa Timur hanya menerima seratus orang peserta saja. Kewajiban peserta adalah memberi infaq senilai Rp 5.500.000 saja. Infaq yang diberikan peserta tersebut akan kembali ke peserta juga untuk semua pembiayaannya.
Di tempat terpisah, penanggung jawab kegiatan, KH Imam Mawardi Ridlwan berharap para kader dari LD PCNU se-Jawa Timur berkenan memanfaatkan kesempatan tersebut. Apalagi infaq yang dibebankan sangat terjangkau dan kegiatan dilaksanakan . di salah satu hotel di Batu yang akan memberikan suasana kondusif untuk bermudzakarah bersama terkait haji dan umroh. “Cara gabungnya sangat mudah, cukup melalui LD PCNU di kota dan kabupaten masing-masing,” jelasnya.


