By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Johsua Terkesan setelah Belajar Aswaja di Unusa
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Johsua Terkesan setelah Belajar Aswaja di Unusa
Sospol

Johsua Terkesan setelah Belajar Aswaja di Unusa

22/08/2025 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Dari sebuah daerah kecil di Tentena, Poso, Sulawesi Tengah, langkah kaki Johsua membawanya merantau hingga ke Surabaya. Ia tak pernah menyangka penempatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) justru menjadi pintu yang membuka banyak pengalaman berharga baginya.


Johsua mengaku awalnya belum mengetahui Unusa. Namun setelah penempatan, ia mulai mencari tahu tentang Unusa, meski berbeda dengan keyakinan yang dianutnya, Johsua menegaskan bahwa perbedaan itu sama sekali tidak menjadi hambatan, bahkan justru memberinya banyak pengalaman berharga.

Johsua bersama Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M. Eng


“Waktu dapat penempatan pendidikan di Unusa, saya langsung cari tahu. Ternyata mayoritas mahasiswanya muslim. Walaupun berbeda dengan keyakinan saya, selama studi saya merasa sangat nyaman. Tidak ada masalah sama sekali. Justru saya sangat dibantu dan dirangkul sama teman-teman yang muslim. Perbedaan ini bukan jadi penghalang dalam bergaul,” ujar pemilik nama lengkap Johsua Indra Kurniawan Pole itu, Kamis (21/8), di sela wisuda di Auditorium Lantai 9 Tower Kampus B Jemursari, Surabaya.


Salah satu pengalaman yang paling membekas bagi Johsua adalah ketika ia mengikuti mata kuliah Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah). Mata kuliah elektif pendidikan karakter berbasis Aswaja ini memberikan edukasi pada mahasiswa PPG Prajabatan (Prajab) Unusa agar ke depan bisa menjadi guru yang profesional.


Dari mata kuliah tersebut, Johsua mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai ajaran Islam yang penuh dengan nilai kasih sayang, kedisiplinan, dan toleransi.


“Aswaja benar-benar membuka wawasan saya. Saya melihat teman-teman muslim disiplin sekali dalam mengatur waktu, terutama ketika melaksanakan shalat. Saya juga belajar banyak tentang makna toleransi dari situ. Saya merasa perbedaan justru menjadi sarana untuk saling memahami,” jelas pria kelahiran 1999 itu.


Johsua bahkan sempat memiliki pengalaman menarik ketika mengikuti ujian Aswaja. “Setelah ujian, teman-teman tanya nilai saya. Saya balik bertanya nilai mereka dulu, ternyata mereka 96, sedangkan saya 98. Mereka mensorak-soraki saya, terus kami tertawa bersama. Itu momen yang sangat berkesan. Bahkan saat pertama kali menulis huruf Arab, teman-teman bilang tulisan saya bagus. Hal-hal kecil seperti itu membuat saya semakin merasa diterima,” kenangnya sambil tersenyum.

Membangun Pendidikan di Daerah


Di balik perjalanan akademiknya, Johsua menyimpan mimpi besar untuk mengabdi sebagai guru. Meski berasal dari keluarga sederhana yang orang tuanya hanya lulusan SMK, hal tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk menempuh pendidikan tinggi.


Anak kedua dari empat bersaudara pasangan Daniel Pole dan Jeni Biang itu mengaku termotivasi oleh kondisi pendidikan di daerah asalnya, Poso, yang masih jauh tertinggal dibandingkan kota-kota besar di Indonesia. Minimnya fasilitas dan keterbatasan tenaga pendidik membuatnya bertekad untuk kembali ke daerah dan memberikan kontribusi nyata.


“Jadi guru itu memberikan saya motivasi tersendiri. Saya merantau ke Jawa dengan harapan suatu saat bisa kembali ke daerah membangun pendidikan di sana. Saat ini saya ingin belajar bagaimana sistem pendidikan di Jawa, dan nantinya akan saya terapkan di daerah asal saya,” ungkapnya penuh semangat.


Bagi Johsua, melanjutkan studi melalui program PPG di Unusa bukan sekadar syarat formal untuk menjadi guru profesional, tetapi juga proses berharga untuk memperluas pengetahuan, pengalaman, dan jaringan. Ia merasa lingkungan Unusa membantunya berkembang, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga dalam membentuk karakter sebagai pendidik yang menghargai keberagaman.


“PPG di Unusa sangat membantu saya. Bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga mengajarkan saya tentang nilai-nilai kebersamaan, menghargai perbedaan, serta kesiapan untuk menjadi guru profesional. Semua pengalaman ini akan saya bawa pulang dan saya terapkan di daerah asal saya,” tambahnya.


Johsua menutup ceritanya dengan penuh optimisme. Ia percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk memajukan bangsa, termasuk di wilayah timur Indonesia yang masih membutuhkan perhatian lebih. Dengan semangatnya, ia bertekad menjadi bagian dari perubahan itu melalui profesinya sebagai guru.

Iklan.

You Might Also Like

SPPG se-Grujugan, Bondowoso Manfaatkan Masa Jeda Operasional MBG untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Lintas Parpol di Surabaya Beri Sinyal Penambahan Dapil, KPU Pastikan Proses Terbuka dan Proporsional

Api Hanguskan Gudang Alas Tembakau di Pancoran Bondowoso

Gubernur Khofifah dan JMSI Jatim Sepakat Perkuat Informasi Berkualitas untuk Masyarakat

Bupati Bondowoso Hamid: ZISWAF Produktif Harus Jadi Kekuatan Baru Pesantren

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Paradoks Perguruan Tinggi Bidang Sains dan Teknologi
Next Article BPIP Ajak ISNU Jatim Wujudkan “Tujuan” Pancasila

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren, OPOP Jatim Gelar Workshop Permodalan Koppontren
Uncategorized
SPPG se-Grujugan, Bondowoso Manfaatkan Masa Jeda Operasional MBG untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan
Sospol
Lintas Parpol di Surabaya Beri Sinyal Penambahan Dapil, KPU Pastikan Proses Terbuka dan Proporsional
Sospol
Sudah Hilangkah Ketauladanan di Tubuh NU?
Kolom

You Might also Like

Sospol

Festival Jejak Purba Bondowoso di Museum Terbuka Megalitik Jadi Pusat Edukasi Warisan Budaya Bondowoso

20/06/2026
Sospol

OPOP Jatim dan Unair Perkuat Langkah Koppontren Menuju Koperasi Modern

19/06/2026
Sospol

Unusa Dipercaya sebagai Mitra Strategis dalam Konferensi Internasional Pengembangan Sektor Wisata Kesehatan

19/06/2026
Sospol

Masjid Al-Akbar Bagikan Ratusan Irisan/Kupasan Melon Hasil Panen kepada Jamaah

19/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?