By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Kiai-kiai Tulungagung Sepakati Waskito sebagai Wadah Silaturahim Pengasuh Pesantren
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Kiai-kiai Tulungagung Sepakati Waskito sebagai Wadah Silaturahim Pengasuh Pesantren
Nahdliyyin

Kiai-kiai Tulungagung Sepakati Waskito sebagai Wadah Silaturahim Pengasuh Pesantren

27/08/2025 Nahdliyyin
SHARE

Tulungagung, radar96.com – Beberapa kiai pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Tulungagung melakukan silaturahim dalam rangka tasyakuran hari kemerdekaan RI ke-80 di Pondok Pesantren Al-Hikmah Mlaten, Kauman, Tulungagung pada Selasa (26/8). Pertemuan dimulai dengan pengarahan oleh Pengasuh Pesantren Al-Hikmah Mlaten, KH Hadi Muhammad Mahfudz. Gus Hadi menyampaikan, silaturahim tersebut bertujuan untuk memperkuat ukhuwah islamiyah para pengasuh pesantren di Kabupaten Tulungagung.


“Silaturahim ini gayeng-gayengan. Di antaranya untuk mengirim doa pada para pahlawan kemerdekaan, sebelumnya dan sesudahnya. Juga untuk menyepakati pandangan Mbah Yai Ahmad Sidiq bahwa NU adalah pesantren besar, sedangkan pesantren adalah NU kecil. Sekaligus untuk mengokohkan wadah silaturahim agar bermanfaat untuk umat,” kata Gus Hadi.


Sementara itu pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in Ngunut, KH Mahrus Maryani menuturkan, di era digital sekarang ini sebaiknya para pengasuh pondok pesantren tidak mudah termakan oleh provokasi adu domba yang ada di Medsos. Tapi harus tetap berhati-hati dan selalu tabayun. “Sebaiknya para kiai tidak larut dengan segala adu domba yang ada di Medsos,” pesannya.


Para kiai yang hadir dalam pertemuan tersebut akhirnya bersepakat untuk membangun sinergi pondok pesantren di Kabupaten Tulungagung. Hal itu dibutuhkan agar pada saat ada persoalan di masyarakat yang berdampak konflik, ada sikap bijaksana dari para pengasuh pesantren. Hal ini dimaksudkan agar dari pesantren terwujud keteladan dan ukhuwah di tengah fragmentasi sosial. Para pengasuh pesantren yang hadir juga menyepakati bahwa NU adalah pesantren besar, karena itu perlu bersikap tegak lurus pada keputusan PBNU.


Di akhir pertemuan, KH Syafi’ Muharom membacakan hasil pertemuan, yaitu para kiai di Kabupaten Tulungagung bersepakat membentuk wadah yang diberi nama Wahana Silaturahim Kiai Tulungagung yang selanjutnya disingkat Waskito. Disepakati pula kegiatan utama adalah silaturahim tiga kali dalam satu tahun, yaitu saat hari kemerdekaan RI, hari santri, dan Muharam.


Untuk melengkapi kepengurusan Waskito disepakati formatur yang terdiri atas KH Abdur Rouf, KH Anang Muhsin, KH Zuhri Munawar, Kiai Thoha Maksum, dan KH Syafi’ Muharom.

Iklan.

You Might Also Like

Presiden Minta Dukungan NU Atasi Kebocoran 346 Miliar Dolar AS ke Luar Negeri

Kritik Kapitalisme Global, ISNU Ingatkan Pentingnya Kemandirian Ekonomi Internasional

PBNU Segera Tetapkan Tuan Rumah Muktamar ke-35 dalam Munas-Konbes

Semarakkan Munas-Konbes NU, ISNU Jawa Timur Gelar Halaqoh Nasional di UIT

NBI Usulkan Duet Kiai Alim dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026-2031 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Pemkab Sidoarjo “Belajar” Manajemen Masjid ke BPP Masjid Al-Akbar
Next Article Waskita Serukan Tegak Lurus pada PBNU: Menjaga Marwah Jamiyah

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Exponak 2026, Domba Sumo Jadi Ikon Baru Peternak Muda Bondowoso
Ekraf
Polisi: ASN Terduga Pemukul Perawat RSUD Bondowoso Jadi Tersangka
Sospol
Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren, OPOP Jatim Gelar Workshop Permodalan Koppontren
Uncategorized
SPPG se-Grujugan, Bondowoso Manfaatkan Masa Jeda Operasional MBG untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

PWNU Jatim Siap Sukseskan Munas-Konbes NU di Ploso, Kediri

16/06/2026
Nahdliyyin

Menjelang Muktamar, Forum Aktivis NU Jatim Serukan Ulama Kembali Menjadi Penunjuk Arah Organisasi

15/06/2026
Nahdliyyin

Relawan 33 LPBI PCNU se-Jatim dilatih SIG Pemetaan Bencana

14/06/2026
Nahdliyyin

Lesbumi PBNU Adakan Muktamar Kebudayaan Indonesia di UNWAHA Jombang, 12-14 Juni 2026

12/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?