Surabaya, radar96.com – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) menyatakan industri pameran terdampak pembatalan/penundaan agenda/event akibat terjadinya gelombang unjuk rasa hingga kerusuhan pada kurun 25-31 Agustus 2025.
“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya gelombang unjuk rasa hingga akhir Agustus 2025, tapi kami mendukung kebebasan berpendapat yang merupakan bagian dari demokrasi,” kata Ketua Umum DPP Asperapi, Hosea Andreas Runkat, dalam keterangannya di Surabaya, Selasa.

Pihaknya juga menyampaikan doa dan empati kepada korban meninggal maupun terluka. “Meski begitu, kami dari Asperapi tetap berdiri bersama Rakyat, Masyarakat, Pemerintah, dan seluruh Bangsa Indonesia. Meski industri pameran sangat terdampak secara ekonomi, namun keselamatan dan keutuhan bangsa Indonesia adalah yang utama,” katanya.
Ia menyatakan percaya bila semakin cepat Indonesia kembali kondusif dan aman, maka semakin cepat pula pemulihan ekonomi dapat terwujud, termasuk bagi industri pameran.
Namun, pihaknya menyoroti dampak serius dari kondisi rusuh ini terhadap industri pameran di Indonesia, berupa banyak agenda/event yang ditunda dan bahkan dibatalkan, sehingga memperburuk kondisi industri yang sejak awal tahun memang telah tertekan akibat efisiensi anggaran dari pemerintah maupun korporasi.
“Industri pameran merupakan penggerak ekonomi yang strategis, menciptakan lapangan kerja, sekaligus membuka peluang perdagangan, pariwisata, dan investasi. Tanpa situasi yang kondusif, ekosistem usaha ini akan semakin sulit berkembang,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Bendahara DPD Asperapi Jatim H Helmy M Noor juga mengajak seluruh pihak menjaga persatuan dan stabilitas nasional, karena hal itulah yang memungkinkan ekosistem usaha dapat berkembang dan menguntungkan masyarakat, terutama mereka yang bergerak dalam industri pameran.
“Kami mendorong terciptanya solusi bersama yang menguntungkan semua pihak agar Indonesia tetap dipercaya dunia internasional sebagai destinasi investasi dan perdagangan,” kata pelaku industri event berbendera ‘Cita Entertainment’ itu. (*/fpnu)



