Surabaya, radar96.com/DMI – Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Provinsi Jawa Timur periode 2025–2030 resmi dilantik di Gedung Utama Islamic Center Surabaya, Sabtu (6/9/2025), yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H serta peluncuran kitab Nahrul Qadiriyah karya ulama internasional, As-Syeikh Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jailani, yang hadir memberikan tausiyah.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat DMI sekaligus Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, H. M. Jusuf Kalla, serta dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim, mantan Gubernur Jatim H Imam Utomo, serta perwakilan PWNU, Muhammadiyah, Kemenag Jatim dan ulama lain, diantaranya KH Dr. Asep Saifuddin Halim, dan Prof. Dr. KH Abdul Hakim Subchan.

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menegaskan bahwa masjid memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar tempat shalat, tapi fungsi peradaban. “Masjid harus menjadi pusat persatuan, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. Rasulullah SAW pun sejak muda berdagang, sehingga dakwah selalu berkaitan dengan kemajuan muamalah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengurus DMI memikul tanggung jawab besar untuk meng-orkestrasi fungsi masjid agar berkontribusi nyata pada kemajuan masyarakat. “Zakat dan haji adalah bagian dari rukun Islam yang terkait dengan kemampuan ekonomi. Maka, memajukan ekonomi umat adalah bagian dari misi memakmurkan masjid,” kata JK.

Dengan pelantikan ini, PW DMI Jatim diharapkan menjadi motor penggerak bagi ratusan ribu masjid di Jawa Timur. Kolaborasi antara DMI, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu menjadikan masjid pusat ibadah, ilmu, sosial, ekonomi, sekaligus perdamaian.
“Masjid tidak boleh hanya ramai secara fisik, tetapi harus hidup dengan kegiatan yang membawa umat lebih berdaya dan bangsa lebih maju,” pungkas JK.

Sementara itu, Wakil Gubernur Emil Dardak menyampaikan Pemprov Jatim siap bersinergi dengan DMI.
Data Pemprov menunjukkan terdapat sekitar 53.500 masjid di Jawa Timur, dengan sekitar 80.000 imam yang telah memperoleh tunjangan kehormatan sejak 2019.
“Nilainya mungkin kecil, tapi keberkahannya besar. Masjid adalah amal jariyah lintas generasi yang menjadi pusat peradaban,” ujar Emil.
Dalam kesempatan itu, Ketua PW DMI Jatim, Dr. KH Sudjak, M.Ag., menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar formalitas. “Ini amanah besar, sekaligus mulia, untuk memakmurkan masjid. Bukan sekadar memakmurkan biasa, tapi menjadikan masjid benar-benar pusat kemaslahatan umat,” tegasnya.
PW DMI Jatim periode baru ini, lanjutnya, akan menggerakkan 12 departemen yang dimiliki dengan tiga program unggulan.
Pertama, Program UKIM (Uang Kehormatan Imam Masjid), yang telah berjalan 7 tahun dan menjadi program khas DMI Jawa Timur dan merupakan satu-satunya di Indonesia.
Kedua, program Masjid Award, yang menjadi ajang penghargaan bagi masjid berprestasi sesuai standar tata kelola DMI.
Ketiga, program Halal Center DMI, yang bertujuan memperkuat ekosistem produk halal dan mendukung program sertifikasi halal Jatim agar bisa menjadi yang terdepan di Indonesia.
Acara semakin khidmat dengan tausiyah As-Syeikh Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jailani, cicit ulama tasawuf dunia Syaikh Abdul Qadir Jaelani.
Ia menegaskan pentingnya peran ilmu sebagai fondasi peradaban. “Salah satu wasiat leluhur kami adalah ilmu, ilmu, dan ilmu. Dengan ilmu, umat Islam dapat maju di semua bidang,” tuturnya.
Ia juga memperkenalkan kitab Nahrul Qadiriyah, hasil penelitian puluhan tahun atas karya-karya Syaikh Abdul Qadir Jaelani. Kitab tersebut kini tersedia dalam bahasa Indonesia, salah satunya berkat dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. (*/dmi)

