Surabaya, radar96.com/DMI — Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Jawa Timur menegaskan bahwa 22 dari 38 daerah di Jatim telah menerima Uang Kehormatan Imam Masjid (UKIM).
“Itu program Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa sejak 2019. Untuk tahun ini sudah ada 22 dari 38 daerah (PD DMI) telah menerima UKIM,” kata Ketua PW DMI Jatim DR KHM Sudjak MAg di Surabaya, Selasa.

Saat memimpin rapat pra Rakerwil DMI Jatim periode 2025-2030 dengan didampingi Sekretaris PW DMI Jatim Drs H Suhadi, ia menjelaskan hal itu berarti tinggal 16 daerah yang belum menerima UKIM 2025.
“Dari sekitar 53.500 masjid di Jatim ada sekitar 80.000 imam penerima UKIM. Puluhan ribu masjid itu tersebar pada 38 kabupaten/kota dan tinggal ribuan imam untuk daerah yang belum terima UKIM,” katanya.
Dalam pra rakerwil yang segera ditindaklanjuti dengan Raker DMI se-Jatim pada Oktober 2025 itu juga disepakati 36 program usulan dan sejumlah program tambahan untuk diajukan ke Biro Kesra Pemprov Jatim.
“Program usulan itu ada beberapa yang program lama, seperti UKIM yang merupakan program lama dari Gubernur Khofifah, tapi tahun depan juga akan kami tambahi dengan program Uang Kehormatan Marbot Masjid (UKMM),” katanya.
Program lain yang diusulkan DMI Jatim periode 2025-2030 adalah TOT Mubalighah, Upgrade Guru TPKQ, Pelatihan Remaja Masjid, Pelatihan Pentashih bagi Imam Rawatib, Pelatihan Tanggap Bencana, Manajemen Masjid Berbasis Digital, dan sebagainya.
“PW DMI Jatim periode baru ini akan menggerakkan 12 departemen yang dimiliki dengan tiga program unggulan yakni UKIM, program Masjid Award, dan program Halal Center DMI,” katanya.
Sementara itu, program tambahan yang diusulkan antara lain Podcast Masjid Inspiratif yang merupakan program branding masjid dan branding DMI melalui medsos/media massa terkait masjid yang punya poliklinik, masjid yang memiliki digitalisasi terbaik, dan sebagainya. (*/dmi)

