By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Yahya: Marah ke Trans7 Bukan Karena Pesantren/NU tapi Serangan ke Kelompok Identitas
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Gus Yahya: Marah ke Trans7 Bukan Karena Pesantren/NU tapi Serangan ke Kelompok Identitas
Nahdliyyin

Gus Yahya: Marah ke Trans7 Bukan Karena Pesantren/NU tapi Serangan ke Kelompok Identitas

19/10/2025 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan bahwa kemarahan santri kepada tayangan Trans7 bukan karena pesantren atau NU, tapi karena Trans7 melakukan serangan kepada kelompok identitas, sehingga bisa memicu perpecahan bangsa.

“Hari Santri ke-10 tahun 2025 mendapat kado pahit dari tayangan sebuah stasiun televisi nasional, tapi ada hikmah tentang pentingnya semangat persatuan dan mengawal kemerdekaan,” katanya dalam ‘Kick Off’ Hari Santri Nasional 2025 di Universitas NU Surabaya (Unusa), Minggu.

Acara “kick off” HSN 2025 oleh PWNU bersama PBNU dan Pemprov Jatim itu dihadiri Katib Aam PBNU KH Said Asrori, Rais Syuriah PBNU Prof DR Mohammad Nuh, Rektor Unusa Prof DR Achmad Jazidie, Wakil Ketua Umum PBNU DR KH Amin Said Husni, Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir, dan Ketua PWNU KH Abdul Hakim Mahfudz.

Dalam acara yang dihadiri pimpinan badan otonom (banom) dan lembaga PWNU Jatim, PCNU se-Jatim dan PTNU se-Jatim itu, Gus Yahya menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara majemuk itu memiliki banyak kelompok identitas dari suku, agama, ras/etnis, hingga golongan.

“Karena itu, serangan kepada kelompok identitas itu tidak boleh terjadi di Indonesia, termasuk ke NU yang juga merupakan kelompok indentitas, pesantren pun kelompok identitas. Semuanya harus dijaga dari serangan siapapun, karena dampaknya bisa terjadi perpecahan,” katanya.

Gus Yahya mencontohkan pernikahan. “Pasangan yang menikah itu pasti tujuannya bersatu, tapi yang namanya bersatu bukan berarti tidak ada perbedaan, juga bukan berarti tidak ada masalah, soal sayur kurang asin/pedas saja bisa jadi masalah, tapi jangan jadikan perbedaan sebagai alasan berpisah,” ujarnya.

Dalam acara yang juga ditandai dengan peluncuran buku “Resolusi Jihad NU (Perang Sabil di Surabaya 1945)” karya Riadi Ngasiran (Ketua Lesbumi PWNU Jatim) itu, Gus Yahya berharap NU juga harus tetap bersatu sebelum menyerukan persatuan bangsa, bahkan NU harus berada di garda terdepan sampai cita-cita kemerdekaan tercapai (peradaban mulia).

Sementara itu, Ketua PWNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Kiai Kikin) mengapresiasi prestasi Unusa yang melebihi usianya, namun pendidikan umum maupun pesantren di lingkungan NU harus tetap mementingkan adab, meski saat ini menghadapi ujian di era digital.

“Adab yang selama ini diajarkan pesantren itu tetap lebih penting. Sikap tunduk santri dengan mencium tangan dan menunduk di hadapan kiai atau gurunya itu tradisi keilmuan yang penting, karena itulah jalan menekan ego, sehingga ilmu akan mudah masuk. Bisa saja dianggap tradisi lama, tapi adab itu ajaran Nabi,” kata Kiai Kikin yang langsung berkunjung ke Pesantren Al-Khoziny setelah acara di Unusa.

Dalam “kick off” HSN 2025 itu, Rais Syuriah PBNU yang juga Ketua Yarsis yang membawahi Unusa dan RSI Surabaya, Prof Mohammad Nuh, menambahkan human capital atau sumber daya manusia itu merupakan kunci peradaban, terutama menuju kesiapan bangsa Indonesia menjadi bangsa besar pada 2045.

“Kunci peradaban itu human capital atau orang, lalu pabrik dari human capital adalah pesantren (pendidikan agama), pendidikan (umum), kesehatan, dan ekonomi. Kita perkuat NU dengan human capital yang berkualitas, karena itu NU sudah merintis 22-23 UNU (universitas NU), termasuk Unusa yang prestasinya melebihi usianya,” kata Nuh. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

Kado Istimewa Hari Santri, S2 Pendidikan Dasar Unusa Raih Akreditasi Unggul

PWNU Jatim Sambut Pataka Resolusi Jihad dan Pasukan Napak Tilas Jombang-Surabaya

MWCNU Sukodono Bersama Pemerintah Kecamatan Gelar Munajat Raya Sambut Hari Santri

Berkah Peringatan HSN 2026 NU Ranting Banjarwati, Omzet Pedagang UMKM Meningkat

Hari Santri 2026, PWNU Jatim dan PCNU Surabaya Ziarah ke Makam Pencipta Lambang NU

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Hari Santri 2025, Seniman Nabila Gelar Pameran Tunggal Drawing 99 Kiai ‘Guru Laku’
Next Article Prof Imam Suprayogo Berikan Taujih pada Peringatan HSN di Pesantren Al Azhaar Kedungwaru

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Kado Istimewa Hari Santri, S2 Pendidikan Dasar Unusa Raih Akreditasi Unggul
Nahdliyyin
PWNU Jatim Sambut Pataka Resolusi Jihad dan Pasukan Napak Tilas Jombang-Surabaya
Nahdliyyin
MWCNU Sukodono Bersama Pemerintah Kecamatan Gelar Munajat Raya Sambut Hari Santri
Nahdliyyin
Unusa Peringkat Pertama Kampus NU di Indonesia
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

PWNU Jatim Meriahkan Hari Santri dengan “Liga HSN 2026” pada 27-31 Oktober

19/10/2026
Nahdliyyin

Ketua LWPNU Jatim Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum dan Perlindungan Aset Wakaf NU

18/10/2026
Nahdliyyin

PBNU Kecam Serangan terhadap Warga Sipil di Timur Tengah

18/10/2026
Nahdliyyin

KH Zakariya Al Ansori Siap Pimpin PCNU Situbondo sebagai Amanah Pengabdian

17/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?