Kediri, radar96.com – Desa Dawuhan Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri menorehkan sejarah baru. Pada Ahad (26/10/25), di tengah hamparan 317 hektar tanah dengan lingkungan yang tenang dan teratur itu kini berdiri Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dawuhan. Sebuah dapur untuk melayani 2.850 penerima manfaat, yaitu murid, ibu hamil, bayi, dan balita.
Warga Desa Dawuhan cukup kreatif, di antaranya mampu mengolah limbah plastik menjadi tas anyaman. Desa ini memiliki ikon produk desanya berupa sambel pecel. Mas Nur Muholip, tokoh muda asal Tulungagung, membuka jalan untuk memberdayakan warganya. Dia menggandeng Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Azhaar Indonesia untuk membangun dapur SPPG.

Peresmian dapur SPPG Dawuhan dimulai dengan istighosah dzikir jama’i yang dipimpin oleh Kiai Abidin dari Pesantren Al Azhaar Tulungagung. Langit Dawuhan yang redup seolah menyambut khidmat para relawan dan tokoh masyarakat. Ketua Dewan Pembina YPI Al Azhaar Indonesia, KH Imam Mawardi Ridlwan, memotong pita sebagai tanda peresmian. “Kita minta doa pada anak yatim piatu agar dapur ini berkah, walaupun Pesantren Al Azhaar baru beroperasi sejak 6 Januari 2025, kita tetap belajar,” tuturnya.

Sebanyak 20 anak yatim piatu menerima santunan, diserahkan langsung oleh Mas Nur Muholip dan Mbak Iin Achari, mitra BGN yang membidani dapur ini. Sebuah langkah yang menegaskan bahwa keberkahan bukan hanya dicari, tapi juga diundang dengan kasih sayang.
Kapten Infantri Nanang Masyhuri, Danramil Purwoasri, menyampaikan bahwa Koramil akan mendampingi program MBG, yang merupakan amanat dari Presiden Prabowo. “Doa tasyakuran ini untuk minta pangestu. Koramil akan memberi pendampingan,” ujarnya.
Kepala Desa Dawuhan, H Ahmadun, turut hadir dan menyatakan dukungan penuh. Ia berharap dapur SPPG dapat bersinergi dengan Bumdes dan Koperasi Merah Putih, serta menampung hasil panen warga. Sebuah harapan agar dapur ini menjadi simpul ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Muhammad Krisna Andrew, Kasatpel SPPG Dawuhan, menyampaikan bahwa tahap pertama akan melayani 1.000 penerima manfaat. PIC YPI Al Azhaar Indonesia, Iin Achari, menegaskan bahwa makanan MBG harus aman, sehat, halal, dan thayyib. “Dana Rp 10.000 untuk murid kelas besar dan Rp 8.000 untuk kelas kecil harus dibelanjakan semua. Kita semua berkhidmat untuk memberi pelayanan terbaik,” tekadnya.
Abah Imam menutup sambutan dengan ajakan spiritual. Para relawan diajak mengamalkan wirid shalawat taisir dan doa penjagaan dalam mengolah makanan. Sebuah pengingat bahwa pelayanan gizi bukan sekadar teknis, tapi juga ibadah.
Dapur SPPG Dawuhan akan mulai beroperasi pada Kamis, 30 Oktober 2025 atau Senin 3 Nopember 2025. Sebuah langkah awal yang penuh harap dan doa. Di desa yang tenang namun penuh potensi itu, dapur ini menjadi simbol bahwa khidmat bisa dimulai dari piring makan anak negeri.

