By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gubernur Khofifah: Pesantren Digipreneur Al-Yasmin itu antimainstream tapi kebutuhan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Gubernur Khofifah: Pesantren Digipreneur Al-Yasmin itu antimainstream tapi kebutuhan
Sospol

Gubernur Khofifah: Pesantren Digipreneur Al-Yasmin itu antimainstream tapi kebutuhan

11/11/2025 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa menilai Pesantren Digipreneur (Digital-Entrepreneurship) “Al-Yasmin” Surabaya merupakan pesantren anti-mainstrem, tapi pesantren digital itu memang merupakan kebutuhan masa depan untuk pemanfaatan digital sesuai agama.

“Kita bersyukur ada pesantren anti-mainstream, karena tidak ada pesantren yang membolehkan santrinya membawa gawai, tapi pesantren ini justru santrinya tidak mungkin tanpa pegang gawai,” katanya saat meresmikan pesantren di Pagesangan Baru (Utara Masjid Al Akbar) Surabaya, Senin (10/11) malam.

Dalam peresmian pesantren yang juga dihadiri Rais Aam PBNU KH Miftakhul Achyar dan juga ada pertunjukan konfigurasi drone (drone light show) di teras pesantren itu, Gubernur Khofifah menjelaskan, konsep anti-mainstream di Pesantren Al-Yasmin itu justru menjadi kebutuhan masa depan di era dunia tanpa batas.

“Pesantren Digipreneur Al-Yasmin yang anti-mainstream ini justru menjadi respons pesantren untuk mencetak santri yang siap menjawab dunia digital dengan entrepreneur sekaligus respons agama untuk perkembangan digital yang sekarang ditandai AI (artificial intellegent),” katanya dalam peresmian yang juga dihadiri Sekretaris PWNU Jatim DR HM Faqih itu.

Apalagi, katanya, masyarakat saat ini masih banyak yang terkecoh dengan perkembangan digital, seperti mengira AI itu riil, padahal tidak riil, namun bisa dimanfaatkan untuk kehidupan, seperti operasi kedokteran di Surabaya dengan bimbingan spesialis dari luar negeri yang memandu dari jarak jauh lewat AI.

“Jadi, apa yang dilakukan mas Helmy (pengasuh Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya, H Helmy M Noor) ini menerobos zaman. Persoalan digital IT memang harus dikondisikan dengan baik, bukan setiap hari di depan gadget/gawai, tapi bagaimana perkembangan digital yang sudah menjadi realitas itu memberi manfaat untuk efisiensi dan efektifitas dalam kehidupan,” katanya.

Selain itu, juga bisa dikembangkan dalam digital-entrepreneur, seperti untuk bidang pertanian, peternakan, dan sebagainya, yang dapat dilakukan anak-anak SMK yang bisa memanfaatkan dunia digital untuk berbagai kebutuhan melalui jaringan internet yang ada. “Karena itu, Pemprov Jatim berkolaborasi dengan sejumlah universitas luar negeri di bidang digital IT,” katanya.

Sementara itu, pengasuh Pesantren Digipreneur Al Yasmin, H Helmy M Noor, menjelaskan pesantren yang peletakan batu pertamanya juga dilakukan Gubernur Khofifah (29/2/2024) itu memang berkonsep digipreneur, yakni digital dan entrepreneurship, yang dikelola oleh Yayasan Santri Milenial Indonesia (Yasmin).

“Pesantren yang kami rintis sejak 2021 itu merupakan cita-cita lama sejak 25-an tahun lalu atas spirit yang ditanamkan almaghfurlah KHA Hasyim Muzadi (Ketua Umum PBNU 2000-2010), karena almarhum KHA Hasyim Muzadi (pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, Malang) itulah yang mengenalkan saya dengan dunia digital sejak muda. Pesan beliau ada dua yakni tekuni dan tularkan,” katanya.

Bahkan, dirinya pernah diajak Kiai Hasyim Muzadi ke sebuah kampus di India yang memiliki studio cukup besar, yang melahirkan aktor-aktris dunia dari Hollywod, lalu Kiai Hasyim Muzadi mengamanati Helmy untuk bisa membuat hal serupa, tapi berbasis pesantren/Islami, sekaligus menangkal radikalisme di dunia digital.

“Program pesantren ini memang untuk santri yang bertalenta khusus, seperti public speaking, desain grafis, musik, digital marketing, pertanian digital, konten kreator, media, advertising digital, dan ketrampilan khusus bertema digital lainnya, sehingga santri bisa menempa hobi menjadi profesi,” katanya dalam acara yang juga dihadiri Ketua PW DMI Jatim DR KHM Sudjak MAg itu. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

IPNU-IPPNU dan LBH Ansor Perkuat Advokasi dan Kesadaran Hukum Pelajar

100-an Santri Ikuti “Ngaji Soccer II” di Masjid Al-Akbar

Pemuda Asal Hongkong Resmi Memeluk Islam di Kota Probolinggo

Masjid Al-Akbar Surabaya Sembelih Sapi Presiden, Gubernur, dan Puluhan Sapi-Kambing

Prof.Dr.KH. Nazaruddin Umar, Menteri Agama RI Menyerahkan Sapi Qurban kepada PWNU Jawa TImur

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Rais Aam PBNU: “Mujahadah” kunci kekuatan Pertempuran 10 November
Next Article Anugerah Pahlawan Syaikhona Kholil Bangkalan jadi momen demitologisasi

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

OPOP Jatim Hadiri Silaturahmi dan Temu NU Sedunia, Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin
Nahdliyyin
PBNU “Roadshow” 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional “Pesantren Ramah Anak”
Nahdliyyin
Luncurkan GISNU, LAZISNU PCNU Sidoarjo Targetkan Manfaat Lebih Luas dan Merata
Nahdliyyin
603 Siswa Ikuti Seleksi Beasiswa PWNU Jatim bersama 17 PTN/PTS/PTNU
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Di hadapan 40.000 Jamaah Masjid Al-Akbar, Prof Halim Soebahar: Idul Adha Ajarkan Kesabaran Paling Tinggi

27/05/2026
Sospol

PWNU Jatim Terima Sapi Kurban 1,1 ton dari Gubernur Jatim

26/05/2026
Sospol

Pertajam Fokus Kerja, Departemen Media PDUF MUI Jatim Bentuk 4 Divisi

26/05/2026
Sospol

DMI Jatim Siagakan 1.000 Jagal Hewan Kurban Masjid se-Jatim

25/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?