By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Prof Afif: ISNU Tandai Gerakan Intelektual NU dari pesantren ke profesional
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Prof Afif: ISNU Tandai Gerakan Intelektual NU dari pesantren ke profesional
Nahdliyyin

Prof Afif: ISNU Tandai Gerakan Intelektual NU dari pesantren ke profesional

19/11/2025 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Plt. Ketua PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jatim, Prof. M. Afif Hasbullah, menilai ISNU dibentuk sebenarnya menandai gerakan intelektual NU dari pesantren ke profesional.

“Gerakan intelektual NU sebenarnya sudah lama ada tapi intelektual produk pesantren dengan wawasan mendirikan NU dan memperjuangkan NKRI,” katanya dalam Tasyakuran Harlah ke-26 ISNU di Kantor Pw ISNU Jatim, Rabu petang.

Namun, katanya, tanggal 19 November 1999 akhirnya dibentuk ISNU, yang embrionya berawal dari FOSSNU (Forum Silaturahim Sarjana NU), karena intelektual NU sudah mulai berkembang dari pesantren ke jalur profesional.

“Entah, karena perlu konsolidasi untuk berhikmah kepada bangsa dan negara, atau panggilan santri yang sudah ada dimana-mana untuk ingin diakui sebagai santri dari muassis NU melalui perjuangan di jalur profesi,” katanya.

Bahkan, tidak hanya dari kampus-kampus di dalam negeri, namun juga para diaspora dari berbagai kampus di luar negeri, yang ingin berjuang lewat NU, sehingga Lakspedam NU pun tidak cukup dan perlu badan otonom khusus sarjana.

“Saya sendiri mengawali dari ISNU Cabang Lamongan pada 2003, tapi setelah di ISNU Jatim sekarang justru ada tujuh cabang istimewa di Unibraw, Unisma, Unair, UINSA, Unuja, UIN Malang, dan Universitas Sunan Drajat Tuban,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap kader-kader ISNU dalam usia 26 tahun (1999-2025) semakin kompak, karena kekompakan akan mempermudah terwujudkan sinergi dan inovasi, sehingga ISNU ke depan semakin bermanfaat untuk bangsa dan negara.

Tasyakuran Harlah ke-26 ISNU di Kantor PW ISNU yang dihadiri sejumlah kader ISNU dari Surabaya, Sidoarjo, Jombang, dan Pasuruan itu tampak hadir pula sejumlah senior ISNU Jatim, seperti H Abdul Manan, dr Hamid Nawawi, DR Ir M Qoderi, dan sebagainya.

Dalam sesi refleksi pada Hari Lahir (Harlah) ke-26 ISNU, sejumlah senior ISNU Jatim menceritakan proses pengakuan ISNU sebagai badan otonom (banom) NU pada Muktamar ke-32 NU di Makassar tahun 2010, serta pembentukan PP ISNU. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

Soal Kondisi NU, Prof Mas’ud Said: Jangan Ada Perpecahan dan Lima Elemen Potensial Ini Harus Dirangkul

Ketua PW Ikapete Jatim: Agenda di MPR RI Murni Khidmat Alumni, Bebas Politik Praktis

Oktober-November, PWNU Jatim Adakan 14 Kegiatan Hari Santri Nasional 2026

Ansor Bondowoso Dorong Kemandirian Petani Muda Lewat Pelatihan Pupuk Organik Cair

IPPNU Jatim Perkuat Kolaborasi Pemberdayaan Pelajar dengan BAZNAS Jatim

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article 26 Tahun ISNU: Dari “Dapur Intelektual” NU hingga Garda Depan “Indonesia Emas”
Next Article NU Jangan Hanya Dekat Dengan Penguasa Tapi Harus Dekat Pada Yang Kuasa

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Memperbaiki atau Merusak NU?
Kolom Opini
Soal Kondisi NU, Prof Mas’ud Said: Jangan Ada Perpecahan dan Lima Elemen Potensial Ini Harus Dirangkul
Nahdliyyin
Ketua PW Ikapete Jatim: Agenda di MPR RI Murni Khidmat Alumni, Bebas Politik Praktis
Nahdliyyin
Aliansi BEM Situbondo Desak BK DPRD Buka Penanganan Kasus Dugaan Narkoba Oknum Legislator
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Konsolidasi di Bangkalan, ISNU Jatim Doakan PBNU dan Ziarah ke Maqbaroh Syaichona Cholil

06/10/2026
Nahdliyyin

LTM NU Bondowoso dan Kemenag Sepakat Percepat ID SIMAS Masjid

05/10/2026
Nahdliyyin

Muskercab I PCNU Bondowoso Soroti Tantangan Soliditas dan Kemandirian Ekonomi

04/10/2026
Nahdliyyin

LAZISNU Jatim Terima Donasi Rp32 Juta dari LAZIS Khadijah Surabaya untuk Korban Gempa Flores NTT

04/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?