By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Alim Markus Bantu 1.500 Paket Sembako Ramadhan dan LAZISNU Jatim Santuni 40 Yatim
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Alim Markus Bantu 1.500 Paket Sembako Ramadhan dan LAZISNU Jatim Santuni 40 Yatim
Nahdliyyin

Alim Markus Bantu 1.500 Paket Sembako Ramadhan dan LAZISNU Jatim Santuni 40 Yatim

03/03/2026 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Yayasan Bhakti Persatuan dan Paguyuban Masyarakat/Pengusaha Tionghoa Surabaya yang dipimpin Alim Markus menyerahkan bantuan 1.500 paket sembako “Bakti Sosial Ramadhan” kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (27/2), sedangkan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah PWNU (LAZISNU) Jatim menyantuni 40 anak yatim saat “Ngaji Kentong Ramadhan 1447 H” di PWNU Jatim (2/3).

“Bantuan 1.500 paket sembako itu diserahkan langsung oleh Pak Alim Markus bersama rombongan Yayasan Bhakti Persatuan dan Paguyuban Masyarakat/Pengusaha Tionghoa Surabaya saat melakukan kunjungan ke Kantor PWNU Jatim, akhir pekan lalu (27/2),” kata Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz di Kantor PWNU Jatim, Selasa.

Ketua PWNU Jatim yang akrab disapa Kiai Kikin itu menjelaskan bantuan Masyarakat Tionghoa itu bersifat rutin, karena mereka melakukan bakti sosial itu pada setiap tahun, termasuk ke PWNU Jatim. “Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Tionghoa di Surabaya dan kami akan menyalurkan bantuan itu melalui PCNU se-Jatim,” katanya setelah membahas rencana Bukber PW-PCNU se-Jatim (15/3).

Selain menyalurkan bantuan yang diterima melalui komunitas Tionghoa, PWNU Jatim sendiri melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah PWNU (LAZISNU) Jatim juga menyalurkan bantuan/santunan kepada 40 anak yatim saat “Ngaji Kentong Ramadhan 1447 H” di PWNU Jatim (2/3).

“Beberapa waktu lalu, pernyataan Menag soal zakat sempat disalahpahami, padahal beliau ingin umat Islam tidak hanya berpikir zakat, tapi beliau juga mengajak Masyarakat untuk berbagi secara maksimal yakni zakat yang 2,5 persen ditambah dengan sedekah, apalagi di Bulan Ramadhan,” kata Wakil Ketua LAZISNU PWNU Jatim DR H Chirur Roziqin.

Saat “Ngaji Kentong Ramadhan 1447 H” di PWNU Jatim (2/3) bersama Sekretaris LAZISNU PWNU Jatim Moch Rofi’I Boenawi, ia menjelaskan Menag bukan bermaksud untuk meninggalkan zakat, namun menunjukkan nilai zakat itu minimal, karena itu setelah zakat juga perlu ada keinginan lebih dalam berbagi melalui sedekah agar nilai bantuan untuk mereka yang membutuhkan menjadi lebih maksimal.

“Kita memang tergolong pelit dalam urusan berbagi, tapi semangat dalam urusan ritual. Hal itu karena berbagi itu berat, karena itulah berbagi itu memiliki nilai lebih dan dicintai Allah, apalagi Ramadhan adalah Puncak Sedekah. Berbagi itu jangan nunggu kaya, solidaritas itu juga jangan nunggu ada bencana, misalya kalau ahli cukur ya menggratiskan 1-2 orang saat Ramadhan. Yang pasti, kalau kita berbagi dan solider itu pasti kaya dan bahagia,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris LAZISNU PWNU Jatim Moch Rofi’I Boenawi menjelaskan Allah tidak hanya bisa dicari saat sholat, puasa, atau ibadah ritual lain, tapi Allah itu juga bisa dicari pada anak-anak yatim, terutama di Bulan Ramadhan karena itu LAZISNU PWNU Jatim menjadikan Ramadhan sebagai miqat awal dalam distribusi bantuan kemanusiaan.

“NU itu bukan jam’iyah diniyah (organisasi keagamaan), melainkan juga jam’iyah ijtimaiyah (organisasi kemasyarakatan), karena itulah LAZISNU dibentuk untuk khidmat kepada Masyarakat. Tahun 2024, LAZISNU sudah meraih WTP (wajar tanpa pengecualian) dari akuntan, sehingga LAZISNU ke depan semakin terpercaya dalam pelaporan keuangan dan pertanggungjawaban,” katanya.

Buktinya, LAZISNU Jatim pada 2024 menghimpun donasi sebanyak Rp15 miliar, tapi tahun 2025 sudah menghimpun donasi senilai Rp1,5 triliun yang disalurkan pada 8.000 lebih penerima manfaat. Untuk tahun 2026, LAZISNU Jatim fokus pada penyintas bencana alam di Aceh Tamiang dengan dana Rp6,8 miliar, juga sebelumnya menangani bencana Semeru dan gempa di Tegal.

“Dalam berbagi, LAZISNU punya lima renstra dari provinsi hingga desa melalui koordinasi antar-lembaga yakni peduli pendidikan untuk siswa/guru, peduli kesehatan, peduli pangan, peduli hijau/lingkungan, dan peduli dakwah lintas wilayah/negara,” katanya. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

Presiden Prabowo Terima Kartu Anggota NU “Seumur Hidup”

KH Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU

MEKANISME BARU, KEPEMIMPINAN BARU dan ARAH BARU NU.

Muktamar 35 NU Sepakati Pilih Ketum PBNU melalui AHWA

Jatim Usulkan Aswaja Center NU jadi Lembaga

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Masjid Al-Akbar Surabaya Laksanakan Shalat Ghaib untuk Almarhum Jenderal TNI (Purn) H Try Sutrisno
Next Article Wakil Ketua Umum PP ISNU Tekankan Pentingnya “Spiritualitas Modern”

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Dari Hutan untuk Peradaban: Ketika Kepemimpinan Khofifah Mengubah Kelestarian Menjadi Kesejahteraan
Kolom
Jangan Biarkan Muktamar Pindah dari Tambakberas ke Media Sosial
Kolom
Ketika Sampah Berubah Menjadi Energi Peradaban: Khofifah dan Arsitektur Jawa Timur ASRI, Inovatif, dan Berkelanjutan
Kolom
Membaca Tiga Spektrum KepemimpinanKiai Miftah–Gus Yahya, Refleksi Kiai Sahal Mahfudz–Gus Dur, dan Warisan Diplomasi Peradaban Abah Hasyim Muzadi
Kolom

You Might also Like

Nahdliyyin

Di Markaz Alumni IPNU, Baznas RI Luncurkan Program Beasiswa Santri

29/08/2026
Nahdliyyin

Hari Pertama, 300 Penggembira Sambangi Posko PCNU Sidoarjo di Lokasi Muktamar

27/08/2026
Nahdliyyin

Prabowo Minta Kartu NU

27/08/2026
Nahdliyyin

Sambut Muktamar NU ke-35, PW IKAPETE Jatim Siap Gelar Muswil dan Rumuskan Rekomendasi Strategis

27/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?