Surabaya, radar96.com – Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) meraih juara 1 sebagai objek wisata religi/budaya terbaik pada “Surabaya Tourism Award 2026” (STA 2026) yang diumumkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada 3 Mei 2026.
“Anugerah STA itu merupakan apresiasi kepada teman-teman, tapi penghargaan itu bukan target kami, karena tujuan kami adalah melayani masyarakat,” kata Ketua Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS DR KHM Sudjak MAg di Surabaya, Selasa.
Anugerah “STA 2026” yang bekerjasama dengan media dan kampus di Surabaya itu merupakan penghargaan untuk Hotel dan Objek Wisata Terbaik di Surabaya yang diberikan kepada 15 hotel dan 15 objek wisata yang masing-masing ada lima kategori, sekaligus ada juga 5 destinasi dan 1 hotel yang mendapatkan anugerah kategori khusus.
Lima kategori penghargaan untuk Objek Wisata adalah Kampoeng Tourism (Wisata Kampung), Nature Based Tourism (Wisata alam), Culture and Religion Tourism (Wisata Budaya dan Keagamaan), Education and History Based Tourism (Wisata Pendidikan dan Sejarah), dan Shopping and Recreational Tourism (Wisata Belanja dan Rekreasi).
Masjid Al-Akbar Surabaya menerima STA 2026 kategori Objek Wisata “Culture and Religion Based Tourism” sebagai juara 1, lalu juara 2 adalah Gereja Kepanjen Surabaya, dan juara 3 adalah Kelenteng Sanggar Agung Surabaya.
Untuk kategori Objek Wisata “Kampoeng Tourism” adalah Kampung Jelita, Kampung Ketandan, dan Kampung Legenda Surabaya, sedangkan kategori lain juga masing-masing ada tiga juara.
“Penghargaan itu bukan tujuan, karena kami sudah sejak lama juga terus menerus melakukan pelayanan terbaik, mulai dari bidang idaroh/kesekretariatan terkait tata kelola keuangan, kehumasan, keamanan, hingga bidang imarah yang terkait memakmurkan masjid dalam bidang dakwah dan kajian yang menarik bagi anak-anak muda agar mereka mencintai masjid,” katanya.
Dalam bidang riayah, pihaknya melakukan optimalisasi dalam pemeliharaan/pengembangan sarana fisik, baik di dalam masjid berupa kebersihan, kesucian, dan keindahan di tempat sholat, tempat wudhu, tempat mandi, toilet, dan sebagainya, maupun optimalisasi sarana di luar masjid berupa penataan lingkungan berupa taman-taman, menara 99m dan lapangan bola mini, sehingga anak-anak muda tertarik ke masjid.
Selain itu, di bidang tarbiyah/pendidikan juga telah ada lembaga pendidikan tinggi, menengah, dan dasar, serta pendidikan non-formal. Untuk bidang ijtimaiyah/sosial dan iqtishodiyah/ekonomi itu melakukan berbagai upaya agar jamaah tidak hanya memakmurkan masjid tapi jamaah juga dimakmurkan masjid secara ekonomi.
“Jadi, tujuan kami adalah optimalisasi pelayanan kepada masyarakat. Kalau ada penghargaan itu bentuk apresiasi dan motivasi kepada kami agar lebih baik lagi,” kata M Sudja, didampingi Sekretaris BPP MAS H Helmy M Noor. (*/mas)



