Surabaya, radar96.com – Founder/pendiri Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya Hj Nur Cita Qomariya dan Hj Ucik Nurul Hidayati (pengasuh Pesantren Islahiyyah Pasuruan) memeriahkan Harlah ke-80 Muslimat NU di PCI Muslimat NU Hong Kong dan Macau (17/5/2026).
“Alhamdulillah, Harlah ke-80 Muslimat NU di PCI Hong Kong dan Macau sangat luar biasa. Kami bahagia sekali dengan kerja sama dan gotong royong yang saling mendukung dari Ibu-Ibu Tangguh,” kata Ketua PCI Muslimat NU Hong Kong dan Macau, Hj Fatimah Angelia, dalam keterangan tertulis yang diterima di Surabaya, Senin.

Dalam Tabligh Akbar Harlah ke-80 Muslimat NU yang diadakan PCI Muslimat NU Hong Kong dan Macau (17/5) itu, pendiri Pesantren Digital-Entrepreneur Al Yasmin Surabaya yang juga Dosen Fakultas Dakwah UINSA Surabaya, Hj Nur Cita Qomariyah, mengajak para jamaah untuk bersyukur dan terus Bahagia.
“Jadilah perempuan yang Bahagia, yang mampu menjalani dan mensyukuri hari ini, tidak terlalu menyesali masa lalu dan tidak terlalu mengkhawatirkan masa depan. Jadilah Muslimat yang ber-DUIT atau Doa, Usaha, Ikhlas, Tawakkal,” kata Cita yang juga dosen Fakultas Dakwah UINSA Surabaya itu.

Acara di PCI Muslimat NU Hong Kong dan Macau (17/5/2026) itu juga terhubung secara daring dengan Harlah ke-80 Muslimat NU yang diadakan PP Muslimat NU di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (17/5), yang dihadiri Hj Khofifah Indar Parawansa (Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU/Gubernur Jatim) dan Hj Arifatul Choiri Fauzi (Ketua Umum PP Muslimat NU/Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak).
Dalam Harlah ke-80 Muslimat NU bertema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian dan Meneduhkan Peradaban” di Masjid Al-Akbar itu, Gubernur Khofifah mengatakan kehadiran Maulana Syekh Assayid Afeefuddin Al-Jailani (cicit dari Syekh Abdul Qadir Al-Jailani/pimpinan yayasan makam Syekh Abdul Qadir Al-Jailani) bersama keluarganya, menurunkan karomah/berkah dari Allah kepada Muslimat NU dan pengurusnya.

Menurutnya, Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU yang ada di berbagai negara di dunia juga merupakan bagian dari kekuatan dan menjadi juru bicara ahlu sunnah waljamaah di dunia, terutama melalui tradisi sholawatan, istighosah dan, manakiban, yang mendatangkan keberkahan yang melimpah kepada bangsa dan negara Indonesia.
“Mudah-mudahan, kita semua Allah dianugerahi sehat lahir bathin, sehat ekonomi kita, berkah, bahagia dunia akherat, dan keluarga kita juga diberikan kebarokahan, Muslimat NU, Jawa Timur dan Indonesia juga barokah,” ujarnya.

Sementara Arifatul Choiri Fauzi, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU mengatakan, 80 merupakan usia yang cukup matang untuk proses dalam sebuah organisasi dan tantangan Muslimat NU saat ini adalah bagaimana memaksimalkan penggunaan kecanggihan teknologi digital.
Pada Harlah ke 80 ini juga dilakukan pembacaan surat pernyataan dan imbauan perdamaian dunia dari Muslimat NU kepada PBB untuk menghentikan perang dan mewujudkan perdamaian di seluruh dunia dalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia yang dibacakan oleh Maryam Baharudin dan Bahasa Inggris yang dibacakan oleh Prof Zumrotul Mukaffah. (*/fpnu)



