Sidoarjo, radar96.com – LAZISNU PCNU Sidoarjo menggelar launching perdana program Gerakan Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (GISNU) di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Krembung. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kantor Kecamatan Krembung pada Senin (01/06/25).
Wakil Ketua PCNU Sidoarjo, H Zainal Hayat, mengapresiasi pelaksanaan launching GISNU di MWCNU Krembung yang sekaligus ditetapkan sebagai pilot project bagi MWCNU se-Kabupaten Sidoarjo.
“Untuk program LAZISNU, saya menilai MWCNU Krembung sudah berada di atas rata-rata. Semoga semangat menyukseskan GISNU ini terus meningkat. Tunjukkan kepada masyarakat bahwa kehadiran GISNU mampu menjawab berbagai tantangan yang ada,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Cabang (Kacab) NU Care-LAZISNU PCNU Sidoarjo, H Achmad Fahrurrozi mengatakan, bahwa GISNU merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian umat melalui pengelolaan dana yang transparan dan tepat sasaran.
Dijelaskannya, tujuan utama GISNU adalah meningkatkan kesadaran warga Nahdlatul Ulama dalam berinfak dan bersedekah, sekaligus menghimpun dana secara akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku.
“GISNU kami hadirkan sebagai gerakan bersama warga NU untuk menumbuhkan budaya infak dan sedekah, serta memastikan pengelolaannya dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab,” katanya.
Lebih lanjut, Rozi menegaskan, dana yang terkumpul akan didayagunakan untuk berbagai sektor, seperti pendidikan, keagamaan, sosial, kebencanaan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan organisasi kepada masyarakat serta memperkuat kelembagaan Nahdlatul Ulama.
Ia menambahkan, sasaran GISNU meliputi warga NU dan masyarakat di Kabupaten Sidoarjo, serta kelembagaan NU di berbagai tingkatan, dengan kemungkinan penyaluran ke luar daerah sesuai kebutuhan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan merata.
Terkait mekanisme pentasharufan, dana GISNU dibagi secara proporsional, yakni 75 persen untuk Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU), 15 persen untuk MWCNU, 8 persen untuk LAZISNU PCNU Sidoarjo, serta sisanya untuk tingkat wilayah dan pusat.
“Pembagian ini dirancang agar kekuatan utama tetap berada di tingkat ranting sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Adapun di tingkat ranting, alokasi dana difokuskan pada operasional dan bisyaroh, penguatan kelembagaan, serta program sosial seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Sementara di tingkat MWCNU, penggunaan anggaran diarahkan untuk operasional, penguatan organisasi, dan program sosial sesuai komposisi yang telah ditetapkan.
Secara keseluruhan, Rozi mengungkapkan, GISNU dirancang sebagai gerakan kolektif yang berkelanjutan. Ia mengajak seluruh warga NU untuk berpartisipasi aktif demi mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan umat.
“Hari ini kami juga memberikan pelatihan penggunaan aplikasi GISNU kepada puluhan calon petugas Penggerak Infaq Shadaqah Nahdlatul Ulama (PISNU), sekaligus membagikan kartu identitas dan 250 kaleng GISNU yang akan didistribusikan ke 17 ranting se-Kecamatan Krembung,” pungkasnya.
Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua PCNU Sidoarjo, Sekretaris LAZISNU PCNU Sidoarjo beserta jajaran manajemen NU Care-LAZISNU, pengurus MWCNU Krembung, dan tamu undangan lainnya.

