Surabaya, radar96.com – Debat Ilmiah tentang “Manfaat AI Untuk Pendidikan” memeriahkan Rangkaian Dies Natalis ke-7 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) yang diadakan dengan berbagai kegiatan sejak 22 Mei hingga 5 Juni 2026.
“Rangkaian Dies Natalis ke-7 STAI MAS dimulai dengan Khataman Al-Qur’an dan Tasyakuran (22 Mei), lalu Lomba Essay (27 April – 5 Juni 2026), Seminar Digital Edupreneur (4 Juni), dan Lomba Debat Ilmiah tentang AI (5 Juni),” kata Humas Dies Natalis ke-7 STAI MAS, Dona Aulia Veronica, di Surabaya, Senin.

Dalam Debat Ilmiah yang diikuti tiga tim dari STAI MAS atau tiga tim dari tiga program studi (prodi) STAI MAS yang ada dan masing-masing kirim satu tim itu, katanya, disimpulkan bahwa AI itu bermanfaat tapi pengguna harus selektif dalam pemanfaatannya, karena AI untuk pendidikan juga bisa mengurangi kemandirian pengguna, kecuali pengguna AI bersikap selektif dan mandiri.
Tiga tim peserta Lomba Debat Ilmiah (5/6) yakni Juara I dari Tim Prodi Pendidikan Guru MI/PGMI (anggota: Nia Andriani, Nabila Zainjidda, Putri Rizki Ramadhani); Juara II dari Tim Prodi Ekonomi Syariah (anggota: Fadlan Eko Sutrisno, Kartika Putri, Cholilah Nur Hidayah); dan Juara III dari Tim Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (anggota: Nayla Batasya Aisyah Royyani, M. Fahri Mubarok, M. Ghoziul Makki As’ad).
“Rangkaian perdana Dies Natalis STAI MAS adalah Khataman Al-Qur’an dan Tasyakuran pada 22 Mei 2026 yang memang merupakan hari kelahiran STAI,” kata mahasiswi semester 6 PGMI di STAI MAS itu.
Kegiatan selanjutnya adalah Lomba Essay pada 27 April 2026 hingga 05 Juni 2026 yang diikuti 32 mahasiswa STAI MAS dari ketiga prodi dengan finalis adalah Dhea April Yolanita (Juara 1 diraih), M. Lukman Dhani (Juara 2), dan Kartika Putri (Juara 3) serta Syauqiyatul Latifah (Juara Harapan I), dan Syaiful Abshor (Juara Harapan II).
“Acara terakhir adalah Seminar Digital Eduprenuer (4/6) dan Lomba Debat Ilmiah (5/6). Untuk Seminar Digital Edupreneur juga menampilkan narasumber internal yakni dosen yang Kepala Prodi PGMI.” katanya.
Sementara itu, Ketua STAI Al-Akbar Dr HM Zainul Arifin MHI MPdI mengaku bangga dengan adanya serangkaian kegiatan Dies Natalis yang terlaksana setelah Dewan Mahasiswa (Dema) STAI Al-Akbar mulai berkembang, apalagi prestasi mahasiswa juga mulai terlihat.
“STAI Al-Akbar yang lahir pada 22 Mei 2019 memang belum memiliki kegiatan yang banyak seperti sekarang, karena Dema mulai berkembang. Dalam perkembangannya, STAI semula dari Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) yang berdiri pada 2017 dan sebelumnya masih berbentuk Ma’had Aly. Sekarang, kami sudah memiliki 400-an mahasiswa dengan tiga prodi,” katanya.
Meski masih berkembang, STAI Al-Akbar telah mencetak mahasiswa berprestasi yang pernah meraih medali emas dalam Olimpiade Sains Pelajar Indonesia, medali perak pada Festival Sains Nasional, medali perunggu pada Olimpiade Sains Nasional, Juara III MTQ Kota Surabaya, Juara II Lomba Ngalim Hari Santri Nasional PCNU Kota Surabaya, dan penghargaan dalam kompetisi puisi ASEAN. (*/mas)

