By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab Kupas Empat Level Manusia (Muslim, Mukmin, Arif, Ulul Albab)
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab Kupas Empat Level Manusia (Muslim, Mukmin, Arif, Ulul Albab)
Sospol

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab Kupas Empat Level Manusia (Muslim, Mukmin, Arif, Ulul Albab)

12/06/2026 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Dalam Kajian Senja Al-Yasmin (10/6/2026), Pengasuh Pesantren Darut Ta’lim an-Nawawi, Ampel, Surabaya, KH Ahmad Mujab Muthohar (Gus Mujab), mengupas empat level manusia sesuai dengan level hati manusia yakni Muslim, Mukmin, Arif, dan Ulul Albab.

“Kenapa kok kita saat menjalani maksiat, kadang menyesal, kadang senang, kadang nggak merasa berdosa. Itu karena Allah titip alarm otomatis kepada kita,” katanya dalam kajian bertema “Spiritual Alarm” di Ballroom Pesantren Digipreneur Al Yasmin, Surabaya, Rabu (10/6/2026).

Gus Mujab menjelaskan QS Al-Qoshos ayat 70 mengajarkan konsep hidup yakni raihlah atas apa yang Aku berikan untuk kehidupan akhirat. Artinya, mencari apa saja di dunia, tapi Allah memberikan semuanya itu untuk bekal kehidupan akhirat. Jadi, hidup kita itu untuk akhirat, bukan di dunia, jangan dibalik. Jangan lupakan akhirat ketika di dunia, karena akhirat itu memang harus lewat dunia, maka dunia jangan dilupakan, tapi juga jangan lupa akhirat dengan membuat kerusakan di dunia, misalnya cara yang tidak jujur, tidak amanah, dan sebagainya.

“Sebagai manusia, kita diberi Allah dengan dua komponen yakni ruh dan jasad. Nabi Adam diciptakan dari tanah liat, lalu diberi ruh. Jasad itu butuh hasil tanaman karena diciptakan dari tanah, karena itu bisa korupsi, bunuh, zinah. Itu jasad,” katanya dalam kajian yang dipandu Hj Cita Helmy itu.

Terhadap jasad itu, Allah menitipkan tiga hal yakni qolbu/hati, akal, dan nafsu. Nasfsu itu sebagai pendorong, agar kita semangat dalam hidup, ingin punya rumah, karena ada nafsu. Lalu, Allah beri akal sebagai filter/penyaring, mana baik dan tidak. Allah juga menitipkan qolbu/hati sebagai pengendali/penentu. Orang jahad itu nggak tiba-tiba, tapi muncul dari qolbu/kendali ini. Kalau filter/akal itu rusak/dol, maka hidup nggak ada kendali/qolbu.

Para ulama bicara qolbu/hati dalam empat tingkatan. Level awal adalah As-Sabr. Level dua ada Alqolbu. Ketiga ada Alfuad. Kempat ada Alluq. Imam Ghazali bilang hati itu seperti raja yang harus dipatuhi. Kalau pemimpin ini bermasalah, maka yang lainnya akan bermasalah. Nabi bilang kalau segumpal darah itu rusak, maka semuanya rusak.

Ibnu Athaillah Al Askandary bilang hati itu seperti pohon. Pohon itu tumbuh dengan baik dan sehat kalau dialiri dengan kepatihan kepada Allah. Hati itu kalau dialiri dengan kepatuhan kepada Allah akan tumbuh rasa baik/kebaikan. Kalau masuk ke mata/telinga akan melihat/mendengar hal-hal yang baik, sehingga tangan menjadi baik, kaki baik, perut baik, dan kemaluan pun baik.

Untuk Level Sabr, Imam Tirmidzi mengatakan Sadr itu ibarat kulit yang berfungsi mirip pagar. Kalau level ini, ujiannya syahwat mata, telinga, perut/rezeki haram, kemaluan/zinah, maka bisa maksiat secara dhohir. Sabr itu masih hati level dasar. Sabr itu setan masuk dari segala penjuru arah. Level masih syariat dan pelakunya disebut Muslim.

Alqolbu itu bolak-balik. Para ulama mengatakan orang yg qolbu ini bukan maksiat kaki, telinga, kaki, tapi bicara sdah qonaah/Ikhlas atau nggak, pamer atau nggak. Ini disebut Al-Mukmin. Bicara kualitas, Ikhlas atau nggak.

Alfuad itu lubuk hati yang terdalam. Kalau tersentuh akan menangis. Imam Hakim At-Tirmidzi menyatakan level ini mikraj atau melhat dengan Al-Fuad, seperti Nabi melihat Sidratul Muntaha. Kalau level Al-Arif, maka bukan bicara shilat 4 rokaat (Sabr), tapi bicara khusyul (al-qolb), tapi alfuad itu aku melihat atau dilihat Allah.

Alluq itu hati juga. QS Azzumar21 menerangkan Ulil Albab. Itu orang yang punya akal tapi sifatnya spiritual. Menikmati semuanya dengan Allah. Jadi, spiritualitas kita masih jauh. Padahal, spiritual itu alarm kalau alarm mati, maka orang akan terperdaya dengan nafsu, karena akal nggak dipakai. Hati itu ada tiga yakni sehat, sakit, mati. Tugas kita adalah menjaga alarm tetap nyala. Orang yang nggak bisa kendalikan diri. Teori orang maksiat/nggak kendalikan diri, karena akal/filter nggak dipakai dan akal nggak dipakai, sehingga alarm/hati nggak dipakai.

“Tinggal bagaimana menjaga alarm/hati tetap hidup, Alqur’an mengajarkan zikir/ingat. Zikir itu bukan hanya Lailahaillah, tapi waspada kalau ada apa-apa. Agar alarm/hati itu baik ya disirami dengan kepatuhan, zikir, dan dirawat dengan amal saleh. Nafsu itu ada , ada nafsu amarah/mengajak pada kejelekan/kejahatan (QS Yusuf 13), nafsu lawwamah/maksiat, getun/merasa bersalah, kumat/kambuh dalam kejelekan; nafsu mulhammah/mengajak apik tapi ada rasa getun/merasa bersalah; ada nafsu muthmainnah/nafsu terkendali,” katanya.

Imam Ghozali menambahkan nafsu itu seperti kuda, terkendali atau tidak. Menjadi baik untuk diri sendiri itu mudah, tapi mengajak orang balik ke kebaikan itu berat, karena itu naik level, level pejuang. Tugas kita sama dengan Nabi yakni memberi kabar baik dan memberi peringatan, soal mau atau tidak mau maka hal itu bukan urusan kita, tapi karena Allah. Itu hidayah. Jadi, kita ngajak baik itu harus baik shg jadi teladan. (*/yasmin)

Iklan.

You Might Also Like

Ketua BPP Masjid Al-Akbar: Kunjungan ke China Ajarkan Pentingnya Sejarah/Museum

Aliansi BEM Situbondo Desak BK DPRD Buka Penanganan Kasus Dugaan Narkoba Oknum Legislator

Ribuan orang ikuti “nobar” Timnas Indonesia vs Thailand di Masjid Al-Akbar Surabaya

Kampus Harus Jadi Tempat Paling Aman dan Tepercaya bagi Mahasiswa

Rapat Paripurna DPRD Bondowoso, Fraksi Demokrat-PKS Minta Raperda LP2B Tak Abaikan Hak Pemilik Tanah

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Mendesak, Literasi Digital Warga NU
Next Article Lesbumi PBNU Adakan Muktamar Kebudayaan Indonesia di UNWAHA Jombang, 12-14 Juni 2026

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

IPPNU Jatim Gandeng MUI Cetak Daiyah Pelajar di Era Digital
Milenial
NU Care-LAZISNU Jatim Buka Pelatihan Vokasi Teknisi AC Bagi Santri/Kader
Nahdliyyin
Ketua SC Halaqah Kebangsaan Qanun Asasi: “Tudingan Politisasi Adalah Fitnah Besar, Sangat Tidak Etis Mencatut Nama IKAPETE!”
Nahdliyyin
Ketua BPP Masjid Al-Akbar: Kunjungan ke China Ajarkan Pentingnya Sejarah/Museum
Sospol

You Might also Like

Sospol

Bupati Cup VI 2026, IKSPI Kera Sakti Bondowoso Raih 13 Medali

05/10/2026
Sospol

HUT TNI ke-81, Kapolres Bondowoso Sambangi 4 Markas, Bawa Tumpeng dan Kue Tart

05/10/2026
Sospol

Matangkan Kesiapan Verpol dan Target Legislatif, DPW Perindo Jatim Gelar Bedah Dapil hingga TOT KTA Offline

04/10/2026
Sospol

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Bondowoso Raya Rawat Ingatan dan Serukan Keadilan

01/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?