Bondowoso, radar96.com – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bondowoso Masa Khidmat 2026–2027 menegaskan komitmennya untuk siap memperkuat peran organisasi sebagai mitra kritis, sekaligus mitra strategis dalam pembangunan daerah.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Resepsi Pelantikan PC PMII Bondowoso yang berlangsung di SMKN 3 Bondowoso, Ahad (28/6/2026).
Pelantikan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bondowoso, tokoh masyarakat, alumni PMII, organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur, hingga Badan Harian Pengurus Besar PMII.
Ketua PC PMII Bondowoso Masa Khidmat 2026–2027, Saiful Bahri, menegaskan bahwa PMII harus mampu mengambil peran lebih besar dalam menjawab berbagai persoalan sosial, pendidikan, hingga pembangunan daerah melalui gagasan dan gerakan yang nyata.
Menurutnya, organisasi mahasiswa tidak cukup hanya menjadi ruang kaderisasi, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
“PMII harus tetap menjadi rumah kaderisasi yang melahirkan kader-kader yang memiliki integritas, kapasitas intelektual, dan keberpihakan terhadap rakyat. Tantangan hari ini menuntut PMII untuk hadir sebagai kekuatan moral, kekuatan intelektual, dan agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Bondowoso,” ujar Saiful.
Ia mengatakan, kepengurusan baru akan mengedepankan gerakan yang berbasis kajian ilmiah, penguatan advokasi, serta pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk implementasi nilai Dzikir, Fikir, dan Amal Shaleh.
Dalam kesempatan itu, Ketua PKC PMII Jawa Timur, M. Ivan Akiedozawa, mengingatkan agar PMII Bondowoso terus memperkuat kualitas kaderisasi sehingga mampu menghadirkan kader yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar organisasi.
Sementara itu, Ketua Mabincab PMII Bondowoso, Dr. Daris Wibisono Setiawan, menilai kekuatan PMII terletak pada tradisi intelektual, independensi gerakan, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.
Mewakili Bupati Bondowoso, Kepala Bapperida Kabupaten Bondowoso menyampaikan bahwa pemerintah membuka ruang kolaborasi dengan PMII dalam mendukung pembangunan daerah melalui berbagai gagasan dan inovasi yang lahir dari kalangan mahasiswa.
Di sisi lain, perwakilan Badan Harian PB PMII, Muhammad Faqih, mengingatkan agar PMII tetap menjaga khittah sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan yang konsisten mengawal nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan kebangsaan.
Melalui kepengurusan baru tersebut, PC PMII Bondowoso berkomitmen menghadirkan organisasi yang tidak hanya aktif melakukan kaderisasi, tetapi juga mampu menjadi mitra kritis pemerintah, menyuarakan aspirasi masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Bondowoso. (*/Rif)



