By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Kader Intelektual Muslim ala Khofifah Indar Parawansa Panen Prestasi di Kampus Al Azhar Kairo Mesir
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kolom > Kader Intelektual Muslim ala Khofifah Indar Parawansa Panen Prestasi di Kampus Al Azhar Kairo Mesir
KolomOpini

Kader Intelektual Muslim ala Khofifah Indar Parawansa Panen Prestasi di Kampus Al Azhar Kairo Mesir

26/09/2026 Kolom Opini
SHARE

Laporan dari Kairo Mesir

Oleh: Mas’ud Said *)

Contents
Laporan dari Kairo MesirLewat super teamnya, Khofifah memonitor kondisi pemukiman dan motivasi – menguatkan komitmen belajar, menguatkan keungulan mahasiswa secara optimal dan menguatkan Islam berkebudayaan yg wasathiyah.

Khofifah sedang menemukan jalan bagaimana memperbaiki marwah Islam di Indonesia dengan memberikan beasiswa S1 dan 60 Program Magister di Universitas Islam terkemuka dunia, Al Azhar Kairo.

Mahasiswa asal Jawa Timur di Al Azhar yg sedang belajar itu akarnya terlihat kuat karena bahasa dan semangat. Mulai tampak buahnya manis, banyak luaran tercatat.

Fungsi akademik dan bangunan peradaba sangat bermakna tanpa hingar bingar, tapi lama. Tidak seperti musik ekonomi yang hingar bingar dan berisik seperti politik Indonesia yang kadang anomali.
.

Bak tanaman anggur yg menyegarkan, atau hamparan sawah hijau kebudayaan Islam, kader kader Jatim sudah tumbuh dan berbuah segar itu mendalam seperti akar yang menguatkan batang, buah dan ranting.

Sebagian besar mahasiswa yang saya wawancarai di kampus Azhar tak hanya kuat kitab kitab klasiknya, tak hanya tangguh, sebagaian mereka adalah juara di kampusnya, menang di kompetisi internasional dengan kriteria dan persaingan internasional secara ketat.

Sejumlah 123 Mahasiswa asal Jatim yg merupakan tanaman kebudayaan Khofifah semakin sering meraih juara.

Bahkan mahasiswa Jatim sudah naik kelas, saking seringnya juara, mereka tak boleh menjadi juri di even internasional, namun menjadi juri.
.

Tak disangka. Jawa Timur mulai harum namanya di Mesir. Mesin game changing, anak anak muda dari desa desa ini bergerak, calon ulama dari pelosok Jatim dan dari pondok pondok pesantren rata rata salaf dengan bahasa Arab yg excellent. Karya karyanya mulai muncul. Baik buku, review maupun artikel.

Tentu kaderisasi ini juga disumbangkan oleh Ponpes Ponpes yang mengirimkan mahasiswa secara mandiri seperti Ponpes Darussalam Gontor, Ponpes Amanatul Ummah, Ponpes DALWA Bangil, Tebuireng Jombang dan belasan lainnya.

Tanaman kader Al Azhar ini adalah calon ulama dunia Islam baru -yg oleh Grand Syeihk Azhar Ahmad Thayeb- bisa mempengaruhi arus kader muslim moderat yang gigih, ulama yang sufi mandiri dan berprestasi dan “menolong agama Allah”.

Beliau sang Gand Syeik -dari beberapa kutipan fatwanya dari berbagai pidato- “yakin bahwa hanya dengan cara menanam buah segar, menguatkan tanaman kader muslim nomor wahid jumlah yang jumlahnya lebih banyak, dunia muslim bisa tertolong dari kebodohan modern”.

Saya cukup terhentak: sebagian besar mahasiswa Jawa Timur yang studi di Al Azhar sangat produktif, banyak menjadi juara baca kitab klasik, meresensi buku utama para syeichul Azhar, dan menerjemahkan berbagai kitab penting, serta memiliki soft skill yang kuat karena sebagian mereka riyadhoh, puasa, shalat malam, sebagian besar mereka hidup sederhana, “jos – jis – ngirit”, dengan cara memasak sendiri atau gotong royong.
.

Masakan mereka senyaman resto Indonesia. Bak obat kangen soto Lamongan, rendang Padang, tempe goreng ala Sidoarjo atau Rawon Malang atau sambal terong dan pecel tempa.
.

Saya dan tim LPPD Jatim bersama Prof Halim, Dr KH Muhaiburrahman dan dewan penguji tamu bertandang di empat tempat kos, apartemen, di rumah rumah sewa mereka, di kawasan Jl Achmad Fahim High Tsabik, mewawancarai mereka.
.

Rerata kader punya spirit kelas satu, saya bangga bisa diskusi dg cendikiawan muda dg Al Qur’an yang mendalam. Muda, berkelas, berprestasi, mandiri dan full spirited.
.

Diskusi mendalam dengan mereka bak membuka hati, membuka mata akademik dan kecerdasan diri. Bahasa Arab dan baca kitab mereka rata rata istilahnya mumtaz. Kemampuan mereka hampir sempurna, tak diragukan lagi.
.

Pandangan mahasiswa Jawa Timur mengenai kebudayaan Islam dan ilmu Islam masa depan klir wasathiyahnya dan mencerahkan saya.
.

Saya yakin tanaman kader ini subur dan mewarnai Islam Indonesia 5 – 10 tahun mendatang, menguatkan vitamin dan energi transfrmasi kebudayaan unggul yg ditunggu tunggu.
.

Baru paham ini adalah tanaman penting Khofifah dalam membuat Islam Indonesia masa depan lebih hebat dan terukur, strategis dalam hiruk pikuk agama yang problematik, di tengah arus ketidak pastian kebudayaan Indonesia sebagaimana didorong oleh KH. Hasyim Asyari, KH. Ahmad Dahlan, atau ahli tafsir seperti Prof. Dr. M. Quraisy Shihab atau alumni Al Azhar lainnya.
.

Setelah berpengalaman beberapa tahun, mulai tahun 2025 Pemprov Jatim melalui Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah meningkatkan program strategisnya dengan memfasilitasi 60 mahasiswa S2 yang memenuhi syarat. Ini program sudah naik kelas. Tentu dengan pengaruh lebih tinggi.
.

Sebagai akademisi, saya menyaksikan denyut masa depan yang baik.
Khofifah tak main main memfasilitasi studi bagi mereka agar memiliki reputasi akademik keagamaan Islam, tafsir, hadist, ushul fiqh, ushuluddin, bidang pengembangan bahasa Arab, dan studi kebudayaan agung di salah satu kampus Islam paling berpengaruh di dunia selama ber abad abad.
.

Untuk memastikan pengelolaan yg profesional dan berkelanjutan Khofifah menguatkan program melalui monitoring, evaluasi berjangka, disiplin dan ketat.
.

Untuk mendorong mereka menjadi mufassir, ahli hadist, ahliAl Qur’an, sejarah kebudayaan yang hidup jaman modern, perlu ekosistem yg dibagun secara serius. Langkah ini sudah kuat.
.

Provinsi Jawa Timur telah sukses dan menjadi pioner mendidik dan mengkader calon ulama muda berbasis pesantren di salah satu kampus Al Azhar tersohor dan tertua di dunia ini.
.

Tanaman kebudayaan Islam ungguk ini akan menjulang dan menjadi Khofifah Ibu asuh yang dikenang, dan akan jadi jariyah kebijakan yang luar biasa penting dalam jangka panjang.
.

Indonesia juga tak boleh kalah dengan Malaysia yg setiap negara bagiannya kuat berlomba menanam kader muslim di kampus Azhar besar besaran. Juga tak boleh di belakang langkah negeri Brunei Darussalam, yang menanam modal inti ini secara serius dan tetata rapi, bisa terlihat dari kebijakan raja Brunei untuk menghindarkan kekacauan pemahaman agama yg keras, tanpa kuat akar multikulturalismenya .
.

Negeri China rupanya telah diam diam menanam tumbuhan yang sama. Bahkan suasana kompleks mahasiswa Al Azhar sekarang diisi kelompok mahasiswa dan pasangan muda China yang tahun belakangan ini membangun jembatan toll menguatkan keilmuan Islam masa depan.
.

Pemrov Jawa Timur sudah menjalankan program strategis ini untuk 123 mahasiwa strata S1 sejak tahun 2021 sudah meluluskan 28 sarjana berbagai bidang keagamaan dan ke-Islaman, bidang tafsir, hadist, fiqih ushul fiqih dan sejarah peradaban Islam, bahkan tsurats atau kitab kitab klasif yang mahal nilainya.
.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa bertekad menjadikan ulama berkaliber internasional dengan memilih kader kader terbaik dari berbagai daerah sekaligus membina kelembagaan dan sistem rekruitmen yang terintegrasi.
.

Pemprov Jatim berencana menyalip Malaysia yg sdh lama menyediakan pemukiman atau tempat yg layak untuk studi disamping pendampingan belajar yang layak menjamin kelangsungan belajar dan alumni yang kuat.
.

Khofifah menunjuk Prof. Dr. Abdul Halim Soebahar sebagai Direktur LPPD dan tim untuk melakukan monitoring. Tahun ini LPPD melakukan seleksi calon jenjang S2. Ini adalah kali pertama di Indonesia Pemerintah Provinsi menanam bibit unggul, lebih maju dan berkembang dan lembaganya unggul dibanding provinsi lain
.

Proses evaluasi dan monitoring bagi mahasiswa yang sedang berjalan, monitoring baik akademik dan non akademik, couching penulisan ilmiah, check kesehatan, kemampuan menulis dan kelulusan tepat waktu.
.

Lewat super teamnya, Khofifah memonitor kondisi pemukiman dan motivasi – menguatkan komitmen belajar, menguatkan keungulan mahasiswa secara optimal dan menguatkan Islam berkebudayaan yg wasathiyah.

Penulis laporan dari Kairo:
M. Mas’ud Said.,
Direktur Pascasarjana Unisma. Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU).

Iklan.

You Might Also Like

Fenomena Lilur dan Ujian Etika Komunikasi Nahdliyyin

Sekjend Dari Unsur Perempuan Sebagai Titik Temu

Saat Jamaah Sendiri Ikut Menyalahkan NU

NUku, NUmu, dan NUnya Hadratussyaikh

Menanamkan Integritas di Koridor Sekolah

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Ustadz Das’ad Latif: Masjid Al-Akbar Surabaya itu “Masya-Allah”
Next Article HIMA MPI Universitas At-Taqwa Bondowoso Tekankan Etika Komunikasi Jadi Bekal Calon Pemimpin Pendidikan

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

HIMA MPI Universitas At-Taqwa Bondowoso Tekankan Etika Komunikasi Jadi Bekal Calon Pemimpin Pendidikan
Sospol
Ustadz Das’ad Latif: Masjid Al-Akbar Surabaya itu “Masya-Allah”
Sospol
Ratusan Jamaah Masjid Al-Akbar Surabaya Ikuti Sholat Istisqa’ Sikapi Kemarau Panjang
Sospol
NU Care-LAZISNU Jatim Gandeng Mitra dari China Gelar Pelatihan Manajemen Bencana
Nahdliyyin

You Might also Like

Kolom

MENGENANG H. ABDUL MUID (ABA MUID)

16/09/2026
Kolom

Merayakan Al-Qur’an, Menghidupkannya

13/09/2026
Kolom

Menembus Batas, Merekat Umat Tujuh Tahun Terase NU NEWS Mewarnai Ruang Digital

07/09/2026
Kolom

Wajah Digital NU di Muktamar Tambakberas 2026

06/09/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?