Bondowoso, radar96.com – Santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Qarnain asal Kabupaten Bondowoso, Zaky Faizal Huda, berhasil meraih Juara 1 Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) kategori Safinatun Najah Putra dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jember.
Kompetisi tersebut berlangsung pada 18–20 Oktober 2026 di Gedung Jember Nusantara. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga, lembaga pendidikan, sekaligus masyarakat Bondowoso, mengingat Zaky merupakan putra daerah yang mampu menorehkan pencapaian di bidang pendidikan keagamaan.
Zaky Faizal Huda berasal dari Kampung Templek, Kelurahan Dabasah, Kecamatan Bondowoso Kota. Ia merupakan putra kedua dari pasangan Suhairiyanto Asnawi, S.Ag., dan Ghurrotus Tsaniyah, S.Pd.I., serta tercatat sebagai salah satu alumni UPTD SDN Dabasah 5 Bondowoso.
Keberhasilan Zaky dalam kategori Safinatun Najah Putra menunjukkan kesungguhannya mendalami khazanah keilmuan Islam, khususnya kajian kitab kuning yang menjadi bagian penting dari tradisi pendidikan pesantren.
Wakil Kepala Madrasah Muamalah Tsanawiyah (MMT) Nurul Qarnain, Ust. Muhammad Muslim, S.Sos., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas prestasi yang diraih anak didiknya tersebut.
“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas nikmat dan karunia-Nya. Selamat kepada ananda Zaky, teruslah tumbuh dalam prestasi, melangkah dengan rendah hati, dan bersinar tanpa merasa lebih tinggi,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pembimbing yang telah mendampingi Zaky selama proses belajar. Menurutnya, keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari proses pembelajaran, pembentukan karakter, dan nilai-nilai yang ditanamkan.
“Terima kasih kepada para pembimbing yang tulus mendampingi, menuntun ilmu, dan menanamkan nilai. Semoga prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi santri lainnya, bahwa dari ketekunan lahir pencapaian, dan dari ilmu tumbuh kebaikan,” lanjutnya.
Muhammad Muslim berharap prestasi tersebut dapat memotivasi santri lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengembangkan potensi diri. Ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pencapaian akademik, pengamalan ilmu, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Teruslah menebar manfaat, mengukir prestasi, dan menjaga adab dalam setiap langkah,” pungkasnya.
Prestasi Zaky menjadi kabar membanggakan bagi Kabupaten Bondowoso. Capaian tersebut diharapkan dapat menginspirasi para pelajar dan santri, khususnya di Bondowoso, untuk terus menekuni ilmu, meningkatkan kualitas diri, serta berani berkompetisi dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai pesantren.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ketekunan dalam belajar dan pendampingan pendidikan yang baik dapat membuka jalan bagi generasi muda untuk menorehkan prestasi sekaligus membawa nama baik daerah. (*/Rif)



