By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: NU Jatim Terbuka, Siap Terima Kritik Pers
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > NU Jatim Terbuka, Siap Terima Kritik Pers
Nahdliyyin

NU Jatim Terbuka, Siap Terima Kritik Pers

25/02/2022 Nahdliyyin
Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuqi Mustamar dalam pertemuan dengan para pimpinan media massa di Jawa Timur, Kamis siang.
SHARE

SURABAYA (Radar96.com) – Media massa yang sehat dan profesional menjadikan posisi tawar masyarakat sipil dan negara semakin kuat, dalam menyuarakan fakta dan kebenaran di tengah masyarakat yang terus berubah.

“NU sebagai civil society sudah lazim mengajak kerja sama dengan media massa dan kalangan pers. Karenanya, kolaborasi dengan pengambil kebijakan di institusi media yang dikelola secara profesional akan menjadikan kekuatan tersendiri bagi kemajuan bersama,” kata ketua panitia Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-99 NU, Prof Dr KH Abd A’la Basyir, di Surabaya, Kamis (24/02/22) siang.

Dalam pengantar Forum Group Discussion (FGD) Nahdlatul Ulama Jatim dan Forum Pemimpin Redaksi Jawa Timur di Gedung PWNU Jawa Timur di Surabaya, Guru Besar UIN Sunan Ampel yang juga Rais Syuriah PBNU itu menegaskan, sebagai kekuatan Civil Society NU bersama-sama pers mempunyai tanggung jawab sosial dan moral, untuk melakukan pembelaan terhadap masyarakat secara luas.

“Apalagi, keberadaan media massa selalu berjalan seiring dengan perkembangan masyarakat. Sejak perjalanan bangsa Indonesia sebelum kemerdekaan, media massa berfungsi untuk melakukan kesadaran akan kebangsaan dan perubahan-perubahan ke arah perbaikan masyarakat,” tutur Prof A’la, yang juga Pengasuh Pesantren An-Nuqoyyah Guluk-Guluk Sumenep, Madura itu.

Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuqi Mustamar dalam pertemuan dengan para pimpinan media massa di Jawa Timur, Kamis siang.

FGD itu dihadiri lebih dari 40 Pemimpin Redaksi (Pemred) media-media di Jawa Timur, baik media cetak, elektronik, maupun berita online serta organisasi pers seperti AJI, PWI, AMSI, dan IJTI.

Pada kesempatan tersebut, pesan-pesan tentang program NU ke depan disampaikan oleh Wakil Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdus Salam Shohib, Wakil Katib PWNU Jatim KH Sholeh Hayat, Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur Hakim Jayli yang juga CEO TV9, dan Sekretaris PWNU Jatim Dr M Hasan Ubaidillah.

Sementara itu, KH Abdus Salam Shohib memberikan penjelasan, menjelang satu abad NU, tantangan yang dihadapi NU semakin kompleks. Tidak hanya terkait keumatan namun juga bagaimana respons NU terhadap perkembangan zaman.

Menurut Gus Salam, panggilan akrab Pengasuh Pesantren Manbaul Maarif Denanyar Jombang itu, NU harus menyikapi dengan bijak dunia digital. Karena dengan sikap bijak itu, jam’iyah ini tidak akan ketinggalan, tapi juga tidak boleh menggadaikan nilai-nilai utama yang dimiliki.

Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuqi Mustamar dalam pertemuan dengan para pimpinan media massa di Jawa Timur, Kamis siang.

“Seorang yang bijak dan cerdas itu akan mengikuti perkembangan zaman dan akan bersikap sesuai kebutuhan zaman dengan tidak menggadaikan nilai-nilai fundamental seperti akhlak dan norma-norma. Namun kita bisa menyesuaikan cara dan desainnya dengan massif di media sosial dan menggunakan platform digital. Karena jika tidak mengikuti zaman, dakwah yang kita lakukan tidak sampai di masyarakat,” katanya.

Gus Salam juga mengungkapkan ada beberapa masukan yang diberikan para awak media kepada NU. “Ada banyak masukan dari awak media kepada NU, di antaranya adalah digitalisasi di berbagai hal dan konsentrasi NU dalam kehadiran media di persoalan umat,” ujar Gus Salam.

Gus Salam memaparkan bahwa sebenarnya masukan-masukan tersebut selaras dengan fokus utama PWNU Jatim.
“Ini sebenarnya sama dengan fokus kita menjelang satu abad ini. Salah satunya yang paling kita inginkan adalah orientasi pelayanan umat yang maksimal. Makanya ada panca harakah yg disitu ada fasilitas kesehatan, BMT, literasi digital, pendidikan, dan pengkaderan. Itulah bentuk pelayanan NU kepada umat,” ujar Gus Salam.

Menjelang FGD ini berakhir, Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, berkesempatan menyampaikan tanggapan dan sekaligus menutup dengan doa. “Pada dasarnya, kami siap menerima kritik. Asalkan, media dan kalangan pers bekerja profesional dalam menyampaikan fakta,” pesan Kiai Marzuki Mustamar, yang Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Gasek Kota Malang. (*)

Iklan.

You Might Also Like

OPOP Jatim Hadiri Silaturahmi dan Temu NU Sedunia, Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin

PBNU “Roadshow” 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional “Pesantren Ramah Anak”

Luncurkan GISNU, LAZISNU PCNU Sidoarjo Targetkan Manfaat Lebih Luas dan Merata

603 Siswa Ikuti Seleksi Beasiswa PWNU Jatim bersama 17 PTN/PTS/PTNU

PWNU Jatim Distribusikan 1.439 Paket Daging Kurban

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Penyaluran Dana Desa di Jatim jadi tercepat se-Indonesia
Next Article Rais PBNU: biasakan berpikir positif terhadap hal “muhtamalat” seperti kasus pengeras suara adzan

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

OPOP Jatim Hadiri Silaturahmi dan Temu NU Sedunia, Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin
Nahdliyyin
PBNU “Roadshow” 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional “Pesantren Ramah Anak”
Nahdliyyin
Luncurkan GISNU, LAZISNU PCNU Sidoarjo Targetkan Manfaat Lebih Luas dan Merata
Nahdliyyin
603 Siswa Ikuti Seleksi Beasiswa PWNU Jatim bersama 17 PTN/PTS/PTNU
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

PWNU Jatim Sembelih 7 Ekor Sapi, Termasuk Hewan Kurban Gubernur Jatim

28/05/2026
Nahdliyyin

PWNU Jatim terima Sapi Kurban dari BPJS Ketenagakerjaan, Ketum Golkar, PAN, dan Nasdem

26/05/2026
Nahdliyyin

Asosiasi RSNU Terima “Yakes Partner Award 2026” dari Telkom Indonesia

25/05/2026
Nahdliyyin

OKK PCNU Ponorogo Prioritaskan PDPKP dan Kajian Strategis Qonun Asasi

24/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?