By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Pemkab dan SMK Ponorogo ciptakan inovasi “Waste to Energy”
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Pemkab dan SMK Ponorogo ciptakan inovasi “Waste to Energy”
Sospol

Pemkab dan SMK Ponorogo ciptakan inovasi “Waste to Energy”

10/11/2021 Sospol
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Kabupaten Ponorogo, Senin (8/11/2021). (*/hmn)
SHARE

Ponorogo (Radar96.com) – SMK Ponorogo menciptakan inovasi “waste to energy” berupa pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai pengganti batu bara dan inovasi ini telah digunakan Pemkab Ponorogo untuk menyelesaikan persoalan tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican.

Inovasi dan sinergi Pemkab-SMK Ponorogo itu diacungi dua jempol oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Karena itu, Khofifah berencana mereplikasi inovasi ini di semua Kabupaten/Kota di Jawa Timur, sehingga tumpukan sampah yang menggunung bisa teratasi dan bisa memberi manfaat ekonomi bagi daerah.

“Inovasi inisangat berarti ditengah upaya Indonesia menekan laju perubahan iklim dengan cara mengurangi produksi gas rumah kaca dan emisi gas karbon. Inovasi ini menjadi salah satu upaya dalam menurunkan emisi CO2,” kata Gubernur di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Senin (8/11/2021).

Gubernur Khofifah menjelaskan pengolahan sampah dengan cara itu merupakan format renewable energi atau energi baru terbarukan yang bisa mensubstitusi briket batu bara. “Kita bisa melihat tumpukan sampah bisa diolah menjadi briket yang mensubstitusi batu bara dengan teknologi tepat guna sangat sederhana,” ungkap Khofifah.

Khofifah menyebut, saat ini permintaan briket sampah sangat besar dan luas, mulai dari Pasuruan, Kediri, Malang, Sidoarjo, hingga Gresik. Briket sampah dinilai jauh lebih murah dibandingkan bahan bakar lainnya seperti kayu bakar atau batu bara. Sedangkan kalori dari briket hasil risetnya ini hampir setara dengan batu bara.

Khofifah mengatakan, inovasi yang diciptakan SMK dan Pemuda Ponorogo ini masuk dalam kategori energi baru terbarukan. Sementara saat ini, energi baru terbarukan menjadi salah satu peluang bisnis yang sangat menjanjikan karena melimpahnya potensi energi terbarukan yang dimiliki Indonesia.

“Saya yakin, jika dikembangkan lebih massif lagi, termasuk pemasarannya, maka peluang pasar di luar Jawa Timur masih sangat luas dan terbuka. Masalah sampah yang menggunung bisa teratasi dan juga bisa memberi manfaat ekonomi bagi daerah, termasuk persoalan pengangguran,” katanya.

Khofifah pun mengajak SKK Migas Jawa-Bali Nusra, dan seluruh asosiasi BUMN/BUMD untuk mensinergikan penyelesaian sampah melalui inovasi yang disuguhkan oleh Pemkab dan SMK di Ponorogo tersebut melalui program corporate social responsibilty (CSR). Mengingat, biaya yang dibutuhkan lumayan besar untuk membuat mesin pengolahan sampah ini.

“Saya tanya untuk biaya hulu-hilir Rp6 miliar. Tapi untuk bisa mengolah (finishing) satu mesin cukup 200 juta rupiah. Karena mesin induk cukup satu, dan mesin finishing perlu ditambah, dengan 5 mesin sehari bisa mengolah sampah 30 ton sementara produk sampah Ponorogo 90 ton per hari. Jadi minimal butuh tiga kali lipat untuk mengolah sampah harian. Belum lagi tumpukan sampah di TPA Mrican yang berpotensi diolah juga,” jelas Khofifah.

G-ESEMKA
Inovasi lainnya yang dinilai Gubernur Khofifah juga memiliki dampak besar yaitu G-ESEMKA atau alat pengolahan pupuk organik dengan menggunakan granulator yang difungsikan untuk mengubah material serbuk menjadi butiran (granule) yang sangat diperlukan dalam Pembuatan Pupuk Organik Granule (POG).

Hadirnya inovasi ini, kata Khofifah, menjadi solusi dalam membantu persoalan lahan pertanian yang semakin rusak akibat penggunaan pupuk kimia atau pestisida yang berlebih dalam waktu lama. Selain itu, hal ini sekaligus dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat untuk bergerak di bidang pertanian, khususnya dalam hal pengolahan pupuk organik.

Menurutnya, keterlibatan SMK dalam pembuatan inovasi ini akan terus dikembangkan oleh Pemprov Jatim melalui BLUD (Badan Usaha Layanan Daerah). Saat ini, SMK yang berbasis BLUD tercatat sudah 20 lembaga. Ditargetkan saat akhir tahun 2021, jumlahnya akan menjadi 77 lembaga.

“Inovasi granula dari siswa SMK di Ponorogo untuk pengolahan pupuk organik ini patut diapresiasi. Saya rasa kita membutuhkan sayuran dan buah yang sehat. Dan pupuk organik menjadi salah satu opsi untuk menjaga tanah agar tetap bagus dan bisa bertahan lama serta buah dan sayur yang sehat. Karena bisa mengurangi pupuk kimia,” jelas gubernur perempuan pertama Jatim ini.

Menariknya lagi, lanjut Khofifah, ada SMK di Ponorogo yang membayar SPP dengan menggunakan kotoran sapi. Kotoran sapi ini menjadi raw-material utama untuk menyiapkan granula atau pupuk organik. Hal-hal luar biasa ini perlu kita temu kenali dengan harapan bisa ditumbuh kembangkan secara masif,” katanya.

Sementara itu, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengungkapkan rasa bangga atas tinjauan inovasi dan apresiasi yang diberikan Gubernur Khofifah. Inovasi tersebut kata dia, merupakan karya anak-anak muda yang mampu memberikan solusi penanganan sampah di Kabupaten Ponorogo.

“Hari ini kita sulap sampah menjadi berkah, sampah menjadi rupiah, yang biasanya kita lihat sebagai tumpukan sampah, maka paradigma kita saat ini akan melihat bahwa tumpukan sampah itu saat ini merupakan bahan baku pembuatan briket pengganti batu bara ,” tandasnya. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur

Hari Puisi Nasional, Unusa Luncurkan Buku Puisi Karya Dosen dan Hadirkan Sejumlah Tokoh Sastra

Pemkot dan Kemenag Surabaya bentuk Pondok Pesantren Tangguh Bencana

Jangan Lompat Urutan, Institut Sarinah Ingatkan DPR Jaga Integritas Seleksi Pimpinan Ombudsman

Komisaris Polisi itu Kini Lulus Sarjana Akuntansi di Unusa

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gubernur Khofifah: Warga Jatim di Perantauan jadi Social Capital Strategis dan Kritis
Next Article Fakultas “Islam Nusantara” Unusia jadikan Muktamar sebagai forum ilmiah, bukan hanya forum pemilihan ketua

Advertisement



Berita Terbaru

MEMBINCANG PELUANG SUARA, DALAM ARAH KOALISI MUKTAMAR NU KE 35
Kolom
Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom
Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur
Sospol
Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Gubernur Khofifah dan Wakil Dubes Mesir bahas “sister province” di Masjid Al-Akbar

20/04/2026
Sospol

Pererat Silaturahmi, PDUF MUI Jawa Timur Gelar Halal Bihalal dan Konsolidasi Program

20/04/2026
Sospol

Ziarah Makam Mbah Yai Fathurrohman Poleng: Jejak Perjuangan yang Tak Boleh Berhenti

20/04/2026
Sospol

Perkuat Internasionalisasi, Unusa Berpartisipasi Aktif dalam Forum Kolaborasi Lintas Negara

20/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?