By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Dua Wisudawati Non-Muslim Akui Toleransi dan Keberagaman yang Harmonis di Kampus Unusa
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Dua Wisudawati Non-Muslim Akui Toleransi dan Keberagaman yang Harmonis di Kampus Unusa
Sospol

Dua Wisudawati Non-Muslim Akui Toleransi dan Keberagaman yang Harmonis di Kampus Unusa

23/04/2025 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Di tengah suasana khidmat prosesi wisuda Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), dua wisudawati mencuri perhatian, karena kisah mereka yang menggambarkan semangat toleransi dan keberagaman di lingkungan kampus berbasis keislaman.

Mereka adalah Waryani, mahasiswi beragama Kristen, kelahiran Klaten, 2 November 1971 dan Ana Zenetia Paulo Soares de Rosa, mahasiswi Katolik asal Timor Leste, kelahiran Dili, 22 Agustus 2001. Keduanya menempuh pendidikan di Program Studi S1 Kebidanan Unusa yang telah terakreditasi Unggul, lewat jalur alih RPL dan alih jenjang.

Waryani menempuh pendidikan RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau), sedangkan Ana Zenetia melalui program lintas jalur. Sebelumnya mereka hanya lulusan D3 Kebidanan dari perguruan tinggi lain, lalu melanjutkan ke S1 Kebidanan Unusa. Waryani bahkan tercatat sebagai wisudawan tertua, sebab usianya kini sudah 54 tahun dan sudah mempunyai menantu warga Kanada. Sehari-hari dia bekerja di RS Darmo.
“Dosen yang mengajar saya ada yang teman satu angkatan saat menempuh pendidikan D3. Tapi saya akui beliau memang sejak kuliah pandai, jadi pantas kini menjadi dosen saya,” katanya.

Meski berasal dari latar belakang agama minoritas di kampus, keduanya menyatakan kehidupan akademik dan sosial mereka selama kuliah berlangsung sangat menyenangkan dan inklusif.
“Saya sangat bersyukur kuliah di Unusa. Meskipun mayoritas teman-teman muslim dan banyak yang berjilbab, saya tidak pernah merasa dikucilkan. Saya justru merasa dihormati dan diterima apa adanya. Saya juga senang menggunakan kerudung,” ujar Waryani.

Senada dengan itu, Ana Zenetia mengungkapkan, Unusa memberinya pengalaman belajar yang bukan hanya akademis, tapi juga nilai-nilai kemanusiaan. “Saya tetap bisa menjalankan ibadah saya dan merayakan hari-hari besar agama saya. Teman-teman muslim saya bahkan mengucapkan selamat Natal dan memperlakukan saya seperti keluarga,” kata Ana yang sempat aktif dalam berbagai kegiatan sosial bersama organisasi mahasiswa muslim.

Kehidupan kampus di Unusa memang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, yang memberi ruang aman dan nyaman bagi semua mahasiswa, tanpa memandang latar belakang agama, budaya, atau asal negara. “Kami belajar bersama, berdiskusi terbuka, dan saling memahami. Saya justru jadi lebih mengenal nilai-nilai Islam dari teman-teman saya,” tambah Waryani.

Keberhasilan Waryani dan Ana menyelesaikan studi mereka di Program Studi S1 Kebidanan yang telah meraih akreditasi Unggul menjadi bukti nyata bahwa Unusa tidak hanya mencetak tenaga kesehatan profesional, tetapi juga membentuk lulusan yang memiliki semangat kebhinnekaan dan toleransi tinggi.

Iklan.

You Might Also Like

Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur

Hari Puisi Nasional, Unusa Luncurkan Buku Puisi Karya Dosen dan Hadirkan Sejumlah Tokoh Sastra

Pemkot dan Kemenag Surabaya bentuk Pondok Pesantren Tangguh Bencana

Jangan Lompat Urutan, Institut Sarinah Ingatkan DPR Jaga Integritas Seleksi Pimpinan Ombudsman

Komisaris Polisi itu Kini Lulus Sarjana Akuntansi di Unusa

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Wisuda ke-19, 60 Persen Lebih Lulus Tepat Waktu
Next Article Mahasiswa UPN Teliti Melon dengan pupuk Organik di Green House Al Akbar Surabaya

Advertisement



Berita Terbaru

MEMBINCANG PELUANG SUARA, DALAM ARAH KOALISI MUKTAMAR NU KE 35
Kolom
Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom
Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur
Sospol
Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Gubernur Khofifah dan Wakil Dubes Mesir bahas “sister province” di Masjid Al-Akbar

20/04/2026
Sospol

Pererat Silaturahmi, PDUF MUI Jawa Timur Gelar Halal Bihalal dan Konsolidasi Program

20/04/2026
Sospol

Ziarah Makam Mbah Yai Fathurrohman Poleng: Jejak Perjuangan yang Tak Boleh Berhenti

20/04/2026
Sospol

Perkuat Internasionalisasi, Unusa Berpartisipasi Aktif dalam Forum Kolaborasi Lintas Negara

20/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?