Program ‘Serbuan Vaksinasi’ dorong Jatim Cetak Tren Capaian Vaksinasi Tertinggi Se-Indonesia

Gubernur Jatim bersama Panglima TNI dan Kapolri meninjau Kabupaten Kediri dan Lamongan, Kamis (10/6/2021). Kedua daerah itu dinilai sukses dalam capaian vaksinasi berkat Program Serbuan Vaksinasi yang dilakukan kepala daerah bersama TNI-Polri. (*/hmn)
Bagikan yuk..!

Lamongan (Radar96.com) – Program ‘Serbuan Vaksinasi’ yang digagas oleh Panglima TNI dan Kapolri mendorong tingginya capaian vaksinasi covid-19 di Jawa Timur, bahkan program ‘Serbuan Vaksinasi’ pada Kamis (10/6/2021) mencatat tren capaian vaksinasi harian tertinggi di Jawa Timur.

Rincinya, capaian vaksinasi di tanggal 10 Juni 2021 untuk Jawa Timur mencapai 131.640 dosis. Angka tersebut menjadi pencapaian harian tertinggi sejak tanggal 14 Januari 2021, yang merupakan hari pertama dimulainya vaksinasi di Jawa Timur tahun 2021.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan terima kasihnya terhadap gagasan program ‘Serbuan Vaksinasi’ yang dilaksanakan di Jawa Timur. Vaksinasi pada personel TNI-Polri, keluarga besar TNI-Polri, purnawirawan TNI-Polri, dan lansia tersebut dikatakan Gubernur Khofifah membantu mendorong percepatan tercapaianya kekebalan komunitas bagi warga Jawa Timur.

Gubernur Jatim bersama Panglima TNI dan Kapolri meninjau Kabupaten Kediri dan Lamongan, Kamis (10/6/2021). Kedua daerah itu dinilai sukses dalam capaian vaksinasi berkat Program Serbuan Vaksinasi yang dilakukan kepala daerah bersama TNI-Polri. (*/hmn)

Selain itu, program ini juga turut membawa Jawa Timur sukses sebagai provinsi yang tertinggi capaian vaksinasi covid-19 baik untuk dosis satu maupun dosis kedua.

Sebagaimana diketahui, Jatim menjadi provinsi tertinggi capaian vaksinasi, di atas provinsi lain di Indonesia.

“Terima kasih Bapak Panglima TNI dan juga Kapolri atas program Serbuan Vaksinasi ini. Kami dari Jawa Timur terus mengupayakan agar vaksinasi bisa merata diberikan pada kelompok sasaran vaksinasi, termasuk anggota TNI dan juga Polri agar segera dapat terwujud kekebalan komunitas,” ucap Gubernur Khofifah saat mendampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang meninjau pelaksanaan ‘Serbuan Vaksinasi’ di Kab. Kediri dan Kab. Lamongan, Kamis (10/6/2021).

Rombongan yang turut didampingi oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjend TNI Ganip Warsito itu, disambut langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa setibanya di Lanudal Bandar Udara Juanda Sidoarjo.

Dalam kunjungan di kedua lokasi vaksinasi, Convention Hall Kab. Kediri dan Pendopo Lokatantra Kab. Lamongan, Gubernur Khofifah juga mengatakan, kesuksesan Kab. Kediri dan Kab. Lamongan dalam mengendalikan kasus aktif dan pelaksanaan vaksinasi merupakan bentuk kolaborasi dari semua pihak yang terukur dan dilakukan secara berkesinambungan terutama dengan tiga pilar yaitu Kepala Daerah, TNI dan Polri.

Bahkan, koordinasi dan sinergi antara jajaran Pemkab Kediri dan Pemkab Lamongan bersama Kapolres maupun Dandim memberi dampak signifikan bagi turunnya kasus Covid-19 di kedua wilayah pasca libur Hari Raya.

Khusus pelaksanaan Vaksinasi di Kediri, Gubernur perempuan pertama di Jatim itu juga bersyukur pelaksanaan Vaksinasi di Kab. Kediri terus mendapat respons yang positif dari masyarakat, terutama kemampuan memvaksinasi para orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Sungguh patut diapresiasi.

Ia menyebut, Kab. Kediri rata-rata mencapai pelaksanaan vaksinasi harian dengan mampu memberikan vaksin sebanyak 2.270 vaksin kepada masyarakat.

Capaian tertinggi dari pelaksanaan vaksin terjadi pada Bulan Maret 2021 sebanyak 5.165 pemberian vaksin kepada masyarakat Kediri.

Untuk Kab. Lamongan, tercatat 72,72 persen dosis vaksin sudah didistribusikan kepada masyarakat atau setara 113.958 dosis dari total 156.710 dosis vaksin yang diterima Pemkab Lamongan. Ditambah dengan 2.000 dosis vaksin pada Serbuan Vaksin pada sore itu, diharapkan proses percepatan vaksinasi kepada masyarakat bisa terus didorong.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjanjanto dalam arahannya memberi apresiasi dan perhatian yang tinggi atas keberhasilan Pemkab Kediri dan Lamongan yang berhasil menurunkan laju penyebaran Covid-19 di wilayahnya yang diawal pandemi Covid kasus positifnya tertinggi dan saat ini terbawah.

Panglima menilai salah satu bentuk keberhasilan dari Pemkab Kediri tersebut tak lepas dari penerapan 3K yakni (Komunikasi, Koordinasi dan Kolaborasi) kepada seluruh satuan tugas penanganan Covid-19 di kedua wilayah.

“Saya yakin penurunan kasus aktif di Kediri tidak lepas dari peran serta seluruh element di Kediri yang mampu menerapkan 3 K dengan sangat baik. Kami meyakini terdapat pola komunikasi yang baik dan dilaksanakan dengan tiga pilar di daerah. Dengan mampu melakukan koordinasi yang efektif sehingga terbukti setiap pilar mempunyai kemampuan melalui bentuk kolaborasi bersama kerja keras dari jajaran Tenaga Kesehatan yang ada,” ungkapnya.

Tak hanya di Kediri, teruntuk satgas Covid-19 yang berada di Lamongan, Panglima TNI secara khusus menyampaikan apresiasinya atas langkah cepat dalam mengendalikan klaster Desa Sidodowo.

“Saya ingin melihat secara langsung klaster perkembangan di Desa Sidodowo dan ternyata sudah dilakukan tindakan mitigasi sesuai prosedur yang ada. Dan di desa tersebut telah dilakukan pembatasan dan isolasi berskala mikro,” terang Panglima TNI.

Diakhir arahannya, Panglima berpesan agar semua kepala daerah dapat memberikan informasi kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang ada utamanya menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Dirinya berharap agar masyarakat tidak menurunkan rasa kewaspadaannya, karena pandemi belum berakhir.

Sementara itu, Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit menyambut baik atas upaya dari Pemkab Kediri yang bisa menurunkan angka Bed Occupancy Ratio (BOR) dibawah 30 persen.

Kapolri menyatakan, keberhasilan menurunkan BOR ini perlu dipertahankan, jangan sampai ini terjadi lonjakan lagi.

Ia menegaskan, bahwa kepolisian di daerah akan mendukung penuh bupati/walikota di Jatim untuk meningkatkan kolaborasi di tiga pilar.

“Ini adalah kesempatan kepada bupati dan kapolres untuk meningkatkan bersama sinergitas 3 pilar agar kembali mengingatkan masyarakat untuk menerapkan kepatuhan untuk lebih taat protokol kesehatan (prokes) yang ada,” tegasnya.

Bupati Kediri Haninditho menyampaikan, bahwa saat ini kondisi Covid-19 di Kab. Kediri berada di Zona Orange dan hingga saat ini terus bekerja keras untuk masuk di Zona Kuning. Begitu juga dengan pelaksanaan vaksinasi yang terus diberikan kepada masyarakat penerima.

Ia mengatakan, Pemkab Kediri terus berupaya memberi penanganan Covid-19 di Kab. Kediri terbaik dengan total vaksinasi penerima vaksinasi sebanyak 451.980 penerima. Saat ini, jumlah sasaran penerima vaksin meliputi SDM kesehatan mencapai 5.956 nakes, pelayanan publik 111.963 penerima dan 89.615 lanjut usia.

“Kami akan terus bekerja keras agar penyebaran Covid-19 bisa terus terkendali di Kab. Kediri,” tutupnya.

Senada dengan Bupati Kediri, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi juga menyampaikan bahwa pihaknya bersama dengan Kapolres dan Dandim telah berkolaborasi penuh utamanya dalam penanganan klaster hajatan di Desa Sidodowo.

“Kami telah melakukan lockdown sepenuhnya di Desa Sidodowo dan dalam pengawasan penuh dari Polres, Kodim dan Satgas Covid-19,” ucapnya. (*/hmn)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *